Pastikan Bidikmisi Tepat Sasaran, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNNES Lakukan Survei Lapangan

Jumat, 19 April 2019 | 18:07 WIB


Pastikan Bidikmisi Tepat Sasaran, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNNES Lakukan Survei Lapangan

Universitas Negeri Semarang (UNNES) mendapatkan kuota tambahan Beasiswa Bidikmisi dari Kementerian Ristek Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada tahun 2019 ini sebanyak 1.42o peserta.

Setelah pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan diverifikasi kembali. Dalam proses verifikasi khusus bagi mahasiswa yang mendaftar program beasiswa Bidikmisi, verifikasi dilakukan di rumah.

Desty Amris Khaironisa hari ini Kamis (18/5), calon mahasiswa Managemen Fakultas Ekonomi mendapatkan kunjungan dari tim pengelola Bidikmisi UNNES. Warga Sumur Jurang Kota Semarang ini kaget ketika tim Bidikmisi UNNES menyambangi rumahnya.

Tim pun disambut Sumeri Bapak dari dan ibunya Suharmi orang tua dari Desty. Ia menjawab beberapa pertanyaan dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNNES Dr Abdurahman MPd.

“Pekerjaan bapak selama ini apa?” tanya Pak Dur panggilan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNNES.

“Saya bekerja di SMA 2 Ungaran pak, sebagai penjaga malam pak”, jawab Sumeri .

“Cukupkah pendapatan bapak untuk membiayai kuliah putra bapak?”, kembali Pak Dur bertanya.

“Ya tidak pak, untuk kehidupan sehari-hari saja kami kesulitan. Kami berharap Desty mendapatkan beasiswa Bidikmisi”, jawab Sumeri sambil berbingar-bingar.

“Khusus peserta Bisikmisi, kita datangkan tim untuk verifikasi ke rumah masing-masing pendaftar untuk mengetahui langsung melihat keadaan ekonomi keluarganya, apakah benar benar tergolong keluarga tidak mampu dan berhak mendapatkan beasiswa atau tidak,” kata Pak Dur.

Dr Abdurahman juga menegaskan bahwa, “Seleksi penerima beasiswa Bidikmisi akan berlangsung dengan ketat, guna menghindari adanya kecurangan agar Beasiswa jatuh kepada siswa yang benar benar berhak mendapatkannya”.

“Jika ada yang terbukti memanipulasi data seperti kartu keterangan tidak mampu yang sengaja dibuat sedangkan sebenarnya termasuk keluarga berkecukupan, itu akan dibatalkannya status penerima Bidikmisi dan wajib membayar biaya kuliah seperti yang lain,” tandasnya.

Staf Ahli Bidang Kemahasiswaan Tomi Yuniawan menjelaskan, “Kita akan pastikan kuota Bidikmisi tepat sasaran dan kami utamakan mereka yang berprestasi dan dari keluarga tidak mampu,” pungkasnya.


DIUNGGAH : Setyo Yuwono Dibaca : 335 kali
EDITOR : Setyo Yuwono

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X