Luaran Akademik Dosen Dioptimalkan

Rabu, 20 Februari 2019 | 16:48 WIB


Luaran Akademik Dosen Dioptimalkan

Dosen Fakultas Ekonomi Badingatus Solikhah memberi paparan materi dalam Pelatihan Terintegrasi Penguatan Output Akademik Dosen FBS Universitas Negeri Semarang, di Hotel MG Setos, Semarang, Rabu (20/2).

Target luaran (output) jurnal ilmiah bagi dosen menjadi salah satu tolok ukur kinerja akademik. Di sisi lain, metode dan pendekatan yang terus  berkembang menuntut dosen untuk adaptif.

“Dalam meneliti, dosen mesti menawarkan ide, gagasan, atau perspektif baru sesuai dengan bidang. Selain itu juga melihat perkembangan khazanah pengetahuan terkini,” ujar dosen Universitas Surabaya, Teguh Wijaya Mulya, dalam “Pelatihan Terintegrasi Penguatan Output Akademik Dosen” bagi dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang, di Hotel MG Setos, Semarang, Selasa–Rabu, 19–20 Februari 2019.

Teguh mengatakan, penelitian bukan sekadar melaporkan data yang terkumpul. Namun, melalui data dan fenomena yang ditemukan, peneliti mesti menawarkan interpretasi agar penelitiannya memberi pengetahuan baru.

Menurut dia, penelitian terkait ilmu-ilmu humaniora sangat mungkin dieksplorasi secara lebih mendalam. Tidak harus data dan fenomena makro, tapi berbagai kecil yang ditemui bisa menjadi bahan penelitian. Ia mencontohkan fenomena mahasiswi yang selesai ujian skripsi lalu diberikan slempang bertuliskan “Siap Nikah” oleh temannya. Dalam konteks gender, hal itu menunjukkan kentalnya sifat patriarkis karena meski sudah memperoleh gelar sarjana, perempuan hanya menanti untuk dinikahi.

Menyegarkan Pendekatan

“Namun dalam konteks positif, itu menunjukkan perempuan mesti sekolah tinggi dulu, baru kemudian menikah,” ujar dosen di Fakultas Psikologi Universitas Surabaya itu. Pemateri lainnya adalah Agus Wijayanto, dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Hadir pula dalam pelatihan itu Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unnes Suwito Eko Pramono, Dekan Prof M Jazuli, Wakil Dekan I Bidang Akademik Hendi Pratama, Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan Sri Rejeki Urip, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Syahrul Syah Sinaga, dan seluruh dosen FBS UNNES. Pelatihan berlangsung hingga Rabu (20/2) ini.

Jazuli menuturkan pelatihan diselenggarakan untuk menyegarkan kembali pendekatan dan metodologi kualitatif dan kuantitatif yang selama ini digunakan oleh dosen dalam melakukan penelitian. Menurutnya, penelitian dalam skema apa pun didorong berorientasi pada luaran jurnal ilmiah internasional terindeks Scopus. Namun, menembus berbagai jurnal tersebut bukanlah hal mudah.

Untuk itu, menurut Hendi Pratama, dibutuhkan strategi, selain hasil kajian dan artikel ilmiah oleh dosen mesti bermutu tinggi. Di samping itu, mengajak dosen agar adaptif terhadap perubahan, baik perubahan dan perkembangan dalam konteks keilmuan maupun kebijakan. Ia menuturkan pelatihan juga untuk mendukung target terbitan artikel terindeks Scopus sebanyak 133 judul oleh dosen FBS UNNES pada 2019.(*)


DIUNGGAH : Dhoni Zustiyantoro Dibaca : 299 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X