Lepas Mahasiswa Program Transfer Kredit Luar Negeri, Rektor: Kalian Duta UNNES dan Indonesia

Kamis, 22 Agustus 2019 | 13:27 WIB


Lepas Mahasiswa Program Transfer Kredit Luar Negeri, Rektor: Kalian Duta UNNES dan Indonesia
DWI HERMAWAN/HUMAS

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum secara resmi melepas keberangkatan sembilan mahasiswa dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mengikuti program Transfer Kredit Luar Negeri Dirjen Belmawa Kemenristekdikti, Kamis (22/8) bertempat di Gedung Rektorat UNNES.

Para mahasiswa ini akan mengikuti proses perkuliahan di universitas mitra UNNES yang berada di Malaysia dan Thailand selama satu semester kedepan.

Dialah Ivan Handayani, Habibah Rahma Ningtyas, dan Muhammad Izza Assyaefi dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) yang akan mengikuti transfer kredit di Universiti Malaysia Sabah (UMS) Malaysia. Sementara, Chaetsunnajah, Amalia Rahma Laila Z., Hanis Aulia, dan Niken ALBJ dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) akan mengikuti kegiatan transfer kredit di Kasetsart University (KU) Thailand.

Tak hanya ketujuh mahasiswa tersebut, UNNES juga mengirimkan dua mahasiswa dari FMIPA untuk mengikuti program rutin ini di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia. Dua mahasiswa tersebut ialah Shabrina Ghina Alifa dan Tohonan Yacob Sibarani.

Dalam laporannya, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Zaenuri SE MSi Akt menjelaskan kegiatan ini merupakan upaya peningkatan kualitas lulusan, agar menjadi lebih siap dan mampu beradaptasi dengan budaya global.

“Kita ada dua jenis pembiayaan, yang pertama bantuan dana dari Belmawa Kemenristekdikti dan kedua berupa dana pribadi mahasiswa. Dari sembilan mahasiswa tersebut, ada tiga mahasiswa yang mendapatkan bantuan pendanaan dari Belmawa Kemenristekdikti, sementara enam lainnya menggunakan dana pribadi,” ungkap Prof Zaenuri.

Saat menerima pamitan, Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman MHum mengapresiasi upaya mahasiswa UNNES untuk terus mereputasikan UNNES dikancah internasional.

“Reputasi itu perlu ikhtiar dan saat ini UNNES tengah menuju Perguruan Tinggi yang sehat atau bisa disebut telah menerapkan Good Governance. Kalau tidak sehat, maka tidak bisa bereputasi dengan baik,” ungkap Rektor.

UNNES, imbuhnya, telah mewujudkan kinerja transparansi publik dengan baik. Keuangan UNNES diperiksa secara berkala oleh Akuntan Publik, BPK, KPK, dan Irjen.

“Diterimanya mahasiswa kita untuk menempuh pendidikan di universitas mitra UNNES baik di Malaysia maupun Thailand menunjukkan bahwa kurikulum kita diakui secara luas, bahkan oleh Perguruan Tinggi di luar negeri. Hal ini juga berarti saudara tidak hanya menjadi representasi atau duta UNNES saja, namun juga duta Indonesia di negara lain. Mari jaga kepercayaan ini dengan baik, kabar kebaikan jangan kegalauan.” ajak Profesor Bidang Sosiolinguistik tersebut.

Salah satu peserta program Iva Handayani menyampaikan rasa bangganya bisa mengikuti program transfer kredit tersebut.

“Kami sangat excited dengan adanya program ini. Dari sini, kami yakin akan banyak mendapatkan pengalaman akademik yang berharga,” ungkap mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris tersebut.

Dwi Hermawan (Student Staff)


DIUNGGAH : Lintang Hakim Dibaca : 551 kali
EDITOR : Lintang Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X