La Maison De I’Indonésie Paparkan Strategi Kewirausahaan Di FIP

Rabu, 6 Maret 2019 | 0:56 WIB


La Maison De I’Indonésie Paparkan Strategi Kewirausahaan Di FIP

Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) Implementasikan Kerja sama dengan La Maison De I’Indonésie melalui kegiatan “Kuliah Umum Kewirausahaan” dengan narasumber Mathieu Morgan dari Prancis dan Rafal dari Polandia. Kegiat diadakan di  FIP UNNES Sekaran Gunungpati Semarang, Selasa 5/3.

Bagus Kisworo Kepala Laboraturium Jurusan PLS FIP sekaligus dosen pengampu mata kuliah manajemen kewirausahaan memaparkan perkembangan menuju revolusi industry 4.0 perlu diikuti adanya sumberdaya manusia yang  adaptif dengan perkembangan jaman.

“Tidak harus dengan memproduksi teknologi canggih, namun yang perlu kita lakukan adalah perubahan perspektif dalam ruang lingkup pendidikan nonformal mengenai peluang implementasi keilmuan dalam persaingan secara global.” Kata Bagus Kisworo

 Chief Executive Officer  (CEO) La Maison De I’Indonésie, Mathieu Morgan menjelaskan tentang  La Maison De I’Indonésie (Kampung Indonesia) yang merupakan pusat budaya Indonesia di Prancis berbasis pada cross cultural understanding yang dikelola oleh Prancis dan Indonesia..

Mathieu Morgan mengapresiasi hasil karya mahasiswa berupa rajutan, baju, makanan yang tergabung di art community mahasiswa yang sudah mampu berwirausaha. Selain itu, Mathieu memaparkan sumberdaya alam Indonesia mampu bersaing dan mempunyai nilai jual secara global. Untuk mampu bersaing   perlu adanya jejaring yang merupakan kunci dalam kesuksesan berwirausaha.  

“La Maison De I’Indonésie siap memfasilitasi mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan preneurship dalam sektor pendidikan, pertanian, dan kuliner.  Melalui gerakani kewirausahaan saya berharap mampu melahirkan  wirausahanan Muda.” Kata Morgan. 

Rafal dari Polandia menyampaikan pentingnya menganalisis potensi SDA yang ada untuk dikembangankan menjadi barang unggul baik tingkat nasional dan internasional.

“Berbisnis bukan hanya bicara tentang uang, esensi utama dari belajar kewirausahaan adalah bisnis itu belajar, berbisnis juga perlu lebih satu bidang ilmu dan salah satu dampak dari berbisnis merupakan berwirausaha. Be creative, be positif.” Pungkas Rafal


DIUNGGAH : Muhamad Burhanudin Dibaca : 326 kali
EDITOR : Muhamad Burhanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X