Konservasi Lingkungan dan Budaya Menjadi Isu Utama CECLACE 2019

Jumat, 19 Juli 2019 | 11:47 WIB


Konservasi Lingkungan dan Budaya Menjadi Isu Utama CECLACE 2019

Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang  (UNNES)  menyelenggarakan Conference on The Environmental Conservation Through Language, Arts, Culture and Education (CECLACE 2019). Kegiatan konferensi internasional ini diselenggarakan di Balroom Hotel Grand Wahid-Semarang, Jumat, 19/7.

Wakil Dekan Bidang Akademik FBS Dr Hendi Pratama MA mengatakan, kegiatan CECLACE 2019 diikuti oleh 70 paper presenter  dari berbagai universitas dalam maupun luar negeri.  Para peserta membahas berbagai isu mengenai lingkungan, sosial dan budaya dibahas dari berbagai sudut pandang keilmuan bahasa maupun seni budaya. Hal ini sejalan dengan misi Universitas Negeri Semarang sebagai univesitas berwawasan konservasi yang mendukung segala bentuk pengembangan dan pelestarian dengan mengedepankan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Hadir sebagai pembicara utama dari Taiwan yaitu Assoc Prof Liao Yi-Yao dari Chung Yuan Christian University, dan Prof Dr Sudharto P Hadi dari Universitas Diponegoro.

Pada kesempatan tersebut Prof Sudarto memaparkan mengenai upaya yang bisa dimaksimalkan oleh akademisi di bidang bahasa, seni dan budaya dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.

Prof Liao Yi-Yao  memaparkan pentingnya  kolaborasi menyeluruh  dalam bentuk aksi konkrit menciptakan lingkungan yang berkelanjutan, seperti perubahan gaya hidup dan kebijakan ramah lingkungan yang perlu diwujudkan oleh berbagai pihak. 


DIUNGGAH : Muhamad Burhanudin Dibaca : 205 kali
EDITOR : Muhamad Burhanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X