FT Unnes Jalin Kerjasama Internasional dengan Kasetsart University, Thailand

Selasa, 20 Maret 2018 | 15:09 WIB


FT Unnes Jalin Kerjasama Internasional dengan Kasetsart University, Thailand

Dalam upaya mendukung visi Unnes di tahun internasionalisasi, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang menjalin kerjasama internasional dengan Kasetsart University Thailand. Dr Ir I Made Sudana MPd, IPM selaku wakil dekan bidang akademik didampingi Dr Anis Syamsudin dan Dr Adhi Kusumastuti PhD menandatangani Minutes of Meeting (MoM) dengan Fakultas Teknik, Kasetsart University, Thailand. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik Kasetsart University Dr Peerayuth Carsethicul didampingi ketua departemen teknik mesin Asst Ptof Propot Kuthong, PhD, Asst Prof Dr Kongkiti Phu Savat dan Naraphorn Paoprasert dari Teknik Industri.

Penandatanganan MoM berisi poin kerjasama yaitu Research Collaboration, Joint publication, Joint academic program as workshop and conference, Keynote speaker in academic programs as general lecture, workshop, and conference, Possibility of visiting professor and academic staff exchange, Possibility of joint degree programs, student exchanges, and student credit transfer.

Selain itu, kunjungan dilanjutkan menuju Sattelite Unit on Campus, Bangkok Metropolitan Administration dan SMK yang ada di kota Bangkok, Thailand. Kunjungan tersebut mengarah pada salah satu SMK dengan latar belakang siswanya adalah dari keluarga kurang mampu dan broken home. Metode pembelajaran yang paling menonjol di SMK tersebut adalah learning by doing  dengan penekanan pada bidang pertanian dan memproduksi hasilnya secara langsung untuk dapat di pasarkan. Karya mereka adalah mengolah bahan alam yang ada di sekitar menjadi produk-produk seperti lilin, hand body, penawar racun, sabun mandi, bio technology, pembuatan bahan bakar kendaraan dari air, penyulingan limbah sungai, dll.

Dr Ir I Made Sudana MPd, IPM juga mengemukakan bahwa sebenarnya lab yang ada tidak lah canggih namun model pembelajaran yang diterapkan di sekolah tersebut yang menarik. Gabungan antara project base learning, teaching factory dan unit produksi. Selain itu, setiap siswa wajib membuat laporan karya penelitian mereka dan harus diujikan kelayakannya langsung ke masyarakat.


DIUNGGAH : Lintang Hakim Dibaca : 453 kali
EDITOR : Lintang Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X