Dosen IKM UNNES Dampingi Peningkatan Pengetahuan Guru di Daerah Rawan Bencana

Selasa, 10 September 2019 | 15:07 WIB


Dosen IKM UNNES Dampingi Peningkatan Pengetahuan Guru di Daerah Rawan Bencana
Humas Doc.

Ketua tim pengabdian dosen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Negeri Semarang (UNNES) Evi Widowati SKM MKes bersama tim melakukan pendampingan pendidikan keselamatan bagi anak melalui peningkatan pengetahuan guru di salah satu SD di Kabupaten Bantul DIY.

Kabupaten Bantul dipilih karena merupakan salah satu daerah rawan bencana di Indonesia. Program ini merupakan salah satu program pengabdian dosen yang didanai oleh Universitas Negeri Semarang bagi negeri, yakni program yang dapat menjangkau seluruh provinsi di Indonesia.

“Pada pengabdian ini, yang dimaksud anak ialah seseorang yang berusia 0 hingga 18 tahun termasuk dalam kandungan. Pada usia 5 hingga 15 tahun anak sangat membutuhkan pengawasan dari orang dewasa, sebab masih berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan sehingga masuk dalam katagori kelompok rentan. Mereka selalu ingin bergerak akibat lebihnya jumlah energi yang mereka miliki sehingga tak jarang mereka menyalurkan energinya melalui aktivitas bergerak,” jelas Eva.

Selain itu, imbuhnya, energi anak di usia tersebut juga memiliki rasa keinginantahuan yang tinggi terkait hal-hal baru yang ada disekitar mereka. Maka sangat sering dijumpai dalam aktivitasnya seperti saat: bermain, berolahraga dalam pendidikan jasmani, menyebrang dan berjalan saat berangkat ataupun pulang sekolah terjadi suatu kecelakaan baik besar maupun kecil bahkan terkadang menimbulkan kepanikan bagi pihak sekolah.

Berdasarkan hasil temuan yang dilakukan oleh Evi dan timnya dapat diketahui bahwa muatan pendidikan keselamatan belum optimal dan belum merata yang diberikan pada tingkat pendidikan SD.

Hal ini akan memberikan risiko pada output perilaku keselamatan siswa pada jenjang pendidikan selanjutnya jika tidak dilakukan upaya-upaya lain untuk melengkapi ketimpangan tersebut. Dari kondisi tersebut maka dibutuhkan upaya-upaya tindak lanjut berupa peningkatan pendidikan keselamatan bagi anak yang bersifat komprehensif, baik melalui peran sekolah, guru, orang tua, pengasuh, masyarakat dan stakeholders lainnya yang terkait.

Dwi Hermawan (Student Staff)


DIUNGGAH : Lintang Hakim Dibaca : 278 kali
EDITOR : Lintang Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X