Cantik dan Sehat itu Penting, Berbagi Dalam Make Up Class dan Sport Massage

Jumat, 23 Agustus 2019 | 23:58 WIB


Cantik dan Sehat itu Penting, Berbagi Dalam Make Up Class dan Sport Massage
DOK/HUMAS

Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) diterjunkan di Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara selama 45 hari guna mengabdi dalam bentuk penuntasan kuliah kerja nyata (KKN).

Berbeda dengan program kerja di Desa lainnya, kelompok yang beranggotakan 12 orang dengan jargon “KKN Rock ‘n Loss” ini memberikan pelatihan berupa make up class dan sport massage kepada Ibu-Ibu PKK Desa Pancur.

Rock” itu sendiri diibaratkan keinginan dan tekat besar untuk diwujudkan. Kemudian “Loss” bukan berarti kalah tetapi “Los” dalam bahasa jawa yang berarti santai. Dalam arti lengkapnya “Rock and Loss” bukan hanya keingan dan harapan tapi tekat yang terus menerus bahkan diluar aktifitas seremonial untuk membanggakan UNNES dimanapun.

Muhammad Ravi selaku Kordinator Mahasiswa Desa menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk penyampaian untuk meningkatkan daya tarik dalam diri seseorang terutama bagi perempuan.  Serta mampu menambah kemampuan berias para Ibu PKK yang nantinya memungkinkan mereka membuka jasa rias. Adapun dapat mengajarkan para Ibu PKK di Desa lain ketika diadu dalam program antar desa.

“Melalui hal tersebut, semoga para Ibu PKK mampu menjadi lebih menarik penampilannya dan mampu menunjukkan bahwa hidup di desa bukan berarti tertinggal dari peradaban. Selain itu, sebagai narasi akan pentingnya merawat dan menjaga diri agar selalu tampil menarik dan lebih percaya diri di depan umum”, ujarnya.

Selain ada make up class, mereka adakan pelatihan tentang sport massage atau Pijat kebugaran dengan dicontohkan caranya di depan masyarakat, sembari memberi pengarahan dengan materi. Adanya pemberian pijat dari tim KKN kepada beberapa masyarakat sebagai bentuk penghargaan mereka yang berkenan hadir dalam pelatihan. Pelatihan ini mereka pilih karena pijat kebugaran adalah pijat yang dapat melibatkan objeknya yaitu semua orang, berbeda dengan pijat cidera yang membutuhkan orang cidera sebagai objeknya dahulu. Dengan mereka mengikuti pelatihan ini diharapkan mampu menangani rasa lelah di tubuh dengan baik.

Diharapkan dari adanya dua pelatihan ini, para peserta mampu menyebarkan ilmunya ke orang lain dan mampu menjaga serta merawat diri baik secara kesehatan dan kecantikan agar lebih sehat, bugar, dan tampil lebih menarik serta percaya diri. Juga diharapkan masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik akan teknik dan perlatan rias wajah dan pijat kebugaran yang baik sesuai kebutuhan.

Agung Setyo Nugroho (Student Staff)


DIUNGGAH : Muhamad Burhanudin Dibaca : 260 kali
EDITOR : Sihono

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X