Buka Puasa Bersama di FE, Rektor Kisahkan Pembunuh 99 Orang Masuk Surga

Kamis, 16 Mei 2019 | 21:04 WIB


Buka Puasa Bersama di FE, Rektor Kisahkan Pembunuh 99 Orang Masuk Surga

Bagi sebagian orang, nuansa berbuka puasa merupakan suasana yang ditunggu kehadirannya.

Nuasa ini pula yang ditunggu oleh Keluarga Besar Fakultas Ekonomi (FE) UNNES saat menantikan berbuka puasa bersama pada Rabu (15/5).

Hadir dalam kegiatan, Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum didampingi oleh Wakil Rektor, Dekan Fakultas Ekonomi, dan pejabat di lingkungan FE UNNES.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNNES memberikan tausiahnya melalui cerita dalam hadits riwayat Bukharie & Muslim.

Ia mengisahkan ada seorang Bani Israil yang telah membunuh 99 orang, kemudian ingin bertaubat.

“Dia mencari tempat bertanya, lalu berjumpa seorang abid, ahli ibadah. Pembunuh ini bertanya, ‘Aku telah membunuh 99 orang, tapi aku ingin bertaubat. Apakah taubatku akan diterima?’. Sang abid menjawab, ‘Tidak bisa!’. Lantas abid itu dibunuhnya pula, maka dia telah membunuh genap 100 orang,” jelas Rektor.

Lalu pembunuh ini, tambahnya, masih mencari tempat bertanya, dan berjumpalah dengan seorang alim.

“Pembunuh itu bertanya, ‘Aku sudah membunuh 100 orang, tapi aku ingin bertaubat. Apakah taubatku akan diterima?’ Orang alim itu menjawab,’Oh, tentu diterima’. Lantas orang alim itu memberi tahu, kalau si pembunuh itu ingin sungguh-sungguh taubat, maka ia harus pindah dari daerah tersebut, karena masyarakatnya berperangai sangat buruk ‘Pergilah ke negeri nan jauh disana, disana banyak orang beribadah, ikutilah mereka’. Maka si pembunuh 100 orang itupun pergi,” ungkap Profesor Sosiolinguistik tersebut.

Tiba-tiba orang itu meninggal di tengah perjalanan, Rektor melanjutkan ceritanya, lalu berebutlah antara malaikat rahmat dan malaikat azab. Masing-masing mengklaim orang ini bagian dia. Lalu Allah mengutus malaikat untuk menengahinya, lantas disuruh untuk mengukur jaraknya, mana yang lebih dekat, dari tempat berangkatnya atau ke tujuannya. Setelah diukur, ternyata mayat itu lebih dekat hanya sejengkal kearah tujuannya. Maka orang itu menjadi bagian malaikat rahmat dan masuk surga.

“Saudara-saudara, kisah ini menceritakan salah satu ciri orang takwa itu adalah suka bertaubat. Mari, senantiasa kita perbanyak taubat kita sebelum nyawa sampai di tenggorokan. Kita upayakan menjauhi dosa-dosa besar seperti syirik kepada Allah, durhaka pada orangtua, membunuh orang, dan berzina,” ajak Rektor.

Dwi Hermawan (Student Staff)


DIUNGGAH : Lintang Hakim Dibaca : 220 kali
EDITOR : Lintang Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X