83 Dosen UNNES Paparkan Karya Ilmiah Di Konaspi IX

Minggu, 17 Maret 2019 | 22:58 WIB


83 Dosen UNNES Paparkan Karya Ilmiah Di Konaspi IX

Kecepatan  perubahan teknologi yang berkembang pesat saat ini  berpengaruh terhadap dinamika pendidikan nasional. Untuk menanggapi hal tersebut Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengirimkan 85 dosen untuk memaparkan karya ilmiahnya dalam  kegiatan Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) ke IX yang berlangsung di Universitas Negeri Padang (UNP). Konaspi  berlangsung dari  Rabu hingga Sabtu (13-16/3/2019).

83 delegasi UNNES dalam Konferensi Internasional dipilah ke dalam dua katagori sesuai bidang ilmu. Pertama katagori  International Conference on Education, Social Sciences and Humanities (ICESSHum). Konferensi katagori  ini fokus ke kajian ilmu sosial dan humaniora yang berhubungan dengan kependidikan. Sementara katagori International Conference on Education, Sciences and Technology (ICESTech) pembahasannya fokus kepada masalah sains dan teknologi yang berhubungan dengan isu kependidikan.

Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman MHum  berharap agar selain sebagai wahana  silaturahmi, melalui kegiatan Konaspi IX di UNP Padang ini dapat dijaikan  wahana akademik Ilmuan UNNES dalam memberikan sumbangsih pemikiran  melalui karya ilmiah.

“Melalui konverensi  internasional pada Konaspi IX ini, para pakar UNNES yang menggeluti pengajaran dan penelitian di bidang pendidikan  mampu memberikan sumbangsih pemikiran kritis dari berbagai perspektif.  Saya  berharap semua karya ilmiah yang dikirim ke Kanospi IX ini termuat di prosiding terindeks dari lembaga pengindeks global,” kata  Prof  Fathur Rokhman

Menurut Rektor Universitas Negeri Padang, Prof Ganefri selaku tuan rumah, kegiatan Konaspi IX yang dibuka oleh  Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof  Mohamad Nasir PhD berhasil mengumpulkan 2.089 karya ilmiah dari dalam dan luar negeri. Melimpahnya karya ilmiah yang masuk menginisiasi panitia untuk membagi dalam tiga model presentasi,  yaitu parallel session, roundtable discussion session, dan poster session.  Peserta yang masuk parallel session harus presentasi di kelas paralel dengan menggunakan media power point. Roundtabe discussion session merupakan  presentasi dan tanya jawab dalam kelompok terbatas.  Peserta yang masuk poster session harus presentasi lisan dengan menggunakan media poster.

Kesuksesan Konaspi IX tak lepas dari peran dua belas LPTK se-Indonesia. Kedua belas LPTK tersebut yaitu Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Semarang,  Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Pendidikan Ganesa, Universitas Negeri Makassar,  Universitas Negeri Gorontalo, dan Universitas Negeri Manado. dihadiri anggota Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (ALPTKNI) merupakan kegiatan yang  dimotori oleh dua belas LPTK se-Indonesia.  Kedua belas LPTK tersebut yaitu Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Semarang,  Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Pendidikan Ganesa, Universitas Negeri Makassar,  Universitas Negeri Gorontalo, dan Universitas Negeri Manado.


DIUNGGAH : Muhamad Burhanudin Dibaca : 230 kali
EDITOR : Muhamad Burhanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X