{"id":801,"date":"2023-02-28T04:02:30","date_gmt":"2023-02-28T04:02:30","guid":{"rendered":"https:\/\/arsip.unnes.ac.id\/?p=801"},"modified":"2023-03-01T03:34:09","modified_gmt":"2023-03-01T03:34:09","slug":"gagasan-eman-jika-tidak-diambilnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/2023\/02\/28\/gagasan-eman-jika-tidak-diambilnya\/","title":{"rendered":"Gagasan: Eman, Jika Tidak Diambilnya"},"content":{"rendered":"<p><strong><em>Eman<\/em><\/strong><strong>, Jika Tidak Diambilnya<\/strong><\/p>\n<p>Oleh Agung Kuswantoro<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-802\" src=\"http:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-27-at-09.14.23.jpeg\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"338\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-27-at-09.14.23.jpeg 602w, https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-27-at-09.14.23-300x168.jpeg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-27-at-09.14.23-600x338.jpeg 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-803\" src=\"http:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-27-at-11.02.16.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-27-at-11.02.16.jpeg 1366w, https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-27-at-11.02.16-300x169.jpeg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-27-at-11.02.16-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-27-at-11.02.16-768x432.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-804\" src=\"http:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-27-at-10.01.40.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"168\" srcset=\"https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-27-at-10.01.40.jpeg 602w, https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-27-at-10.01.40-300x168.jpeg 300w, https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-content\/uploads\/sites\/28\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-27-at-10.01.40-600x338.jpeg 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>LP2M UNNES telah dan masih berlangsung menawarkan penelitian bagi tenaga kependidikan fungsional khusus (arsiparis) dengan anggaran Rp. 7.500.000,00 \u2013 Rp. 20.000.000,00. Sebuah tawaran yang sangat baik, dimana lembaga\/institusi sangat memperhatikan pegawainya untuk berkreativitas sesuai dengan bidangnya.<\/p>\n<p><em>Mengapa saya mengatakan seperti itu? <\/em>Karena dosen dalam mengajukan penelitian saja (di fakultas), jumlah anggarannya tidak sebesar penelitian tenaga kependidikan khusus (arsiparis). Padahal, dosen diwajibkan untuk melakukan penelitian. Sedangkan, tenaga kependidikan khusus (arsiparis) tidak diwajibkan untuk melakukan penelitian, namun mendapatkan tawaran penelitian dengan jumlah anggaran yang banyak (menurut saya). Oleh karenanya\u2014menurut saya\u2014perhatian pimpinan UNNES terhadap tenaga kependidikan (arsiparis) sangat besar, salah satunya dalam kinerja kearsipan.<\/p>\n<p>Salah satu tugas pokok arsiparis yaitu: pengolahan dan penyajian arsip menjadi informasi yang dibutuhkan (Perka ANRI nomor 43 tahun 2015). Artinya: dari salah satu tugas pokok saja bisa dijadikan tema penelitian, misalnya cara menyajikan informasi arsip Rektor, akademik, kepegawaian, atau arsip lainnya. Dari pengalaman mengolah arsip menjadi informasi dapat ditulis sebuah tema penelitian.<\/p>\n<p>Ada juga tugas pokok arsiparis lainnya, seperti: pengelolaan arsip dinamis, pengelolaan arsip statis, dan pembinaan kearsipan. Pengelolaan arsip dinamis di unit dapat ditulis menjadi tema penelitian kearsipan. Pengelolaan arsip statis di UPT Kearsipan dapat ditulis menjadi tema penelitian. Atau, model pembinaan kearsipan yang dilakukan oleh UNNES dapat ditulis menjadi tema penelitian kearsipan.<\/p>\n<p>Jangan takut engan metode penelitian, karena metode penelitian hanyalah alat untuk menyelesaikan suatu masalah. Dengan adanya masalah, bukan harus diselesaikan dengan alat\u00a0 yang canggih dan \u201c<em>njlimet<\/em>\u201d. Tetapi, lihat dulu masalahnya. Jika masalah cukup diselesaikan dengan alat kecil dan sederhana, maka gunakanlah alat yang sederhana tersebut. Jangan menggunakan alat yang terlalu besar.<\/p>\n<p>Lalu, untuk publikasi dari artikel tersebut, saat ini UNNES belum memiliki jurnal dari artikel\/publikasi bagi tenaga kependidikan fungsional khusus (arsiparis). Saat ini dipublikasikan di luar UNNES, namun tidak apa-apa perlu dicoba karena semua butuh proses untuk publikasi.<\/p>\n<p>Tetap semangat untuk belajar, mumpung pimpinan sangat memperhatikan arsiparis. <em>Kapan lagi jika tidak sekarang? Masih ingatkah jika UNNES juga pernah dirujuk dan dijadikan lembaga yang diajak kerjasama dalam publikasi kearsipan?<\/em> [].<\/p>\n<p>Semarang, 26 Februari 2023<\/p>\n<p>Ditulis di Rumah Jam 12.40 \u2013 12.55 Wib. Disampaikan dalam kegiatan: \u201cRecharhing\u201d Kompetensi Arsiparis melalui Penelitian Kearsipan\u201d, 27 Februari 2023 jam 09.00-12.00 Wib.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Eman, Jika Tidak Diambilnya Oleh Agung Kuswantoro LP2M UNNES telah dan masih berlangsung menawarkan penelitian bagi tenaga kependidikan fungsional khusus (arsiparis) dengan anggaran Rp. 7.500.000,00 \u2013 Rp. 20.000.000,00. Sebuah tawaran yang sangat baik, dimana lembaga\/institusi sangat memperhatikan pegawainya untuk berkreativitas sesuai dengan bidangnya. Mengapa saya mengatakan seperti itu? Karena dosen dalam mengajukan penelitian saja (di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":802,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=801"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/801\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":889,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/801\/revisions\/889"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/802"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unnes.ac.id\/arsip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}