Prof. Dr. Tjetjep Rohendi Rohidi, MA.


Prof. Dr. Tjetjep Rohendi Rohidi MA lahir 15 September 1948 di Bandung. Ia adalah Ketua Program Studi Pendidikan Seni S3 Pacasarjana (PPs) Universitas Negeri Semarang. Prof. Tjetjep menempuh pendidikan pada Jurusan Seni Rupa dari IKIP Bandung tahun 1978. Ia melanjutkan studi magister dan doktoral bidang Antropologi Seni di Universitas Indonesia dengan disertasi “Ekspresi Seni Orang Miskin: Adaptasi Simbolik terhadap Kemiskinan”.

Hasil studinya menunjukkan bahwa kesenian mempunyai fungsi yang jelas bagi orang miskin, sebagai pedoman hidup, sistem simbolik, dan strategi adaptif dalam rangka memenuhi kebutuhan estetik mereka dalam kondisi kemiskinan yang membelitnya. Kesenian orang miskin ditandai oleh corak kesahajaan dalam perwujudannya.

Menurut Prof. Tjetjep, kesenian orang miskin pada dasarnya merupakan bagian dari kesenian yang lebih luas, yang diinterpretasi melalui cara pandang orang miskin yang dilandasi oleh premis fungsional, premis komersial, dan premis sosial. Kecenderungan berkesenian yang dilandasi oleh cara pandangnya tersebut memberi batasan pada model pengetahuan yang digunakannya untuk bertindak memenuhi kebutuhan estetiknya dengan cara beradaptasi dengan kemiskinan yang dihadapi.

Sejumlah buku yang menyoal kesenian telah Prof. Dr. Tjetjep Rohendi Rohidi MA hasilkan, antara lain Lintas Peristiwa dan Tokoh Seni Rupa Modern (1982), Ornamen Ukir (1985), Kartografi (1989), Filsafat Ilmu (1990), Pendekatan Sistem Budaya dalam Pendidikan (1993), dan Kesenian dalam Pendekatan Kebudayaan (2000) serta sebuah terjemahan berjudul Analisis Data Kualitatif (1994).

Buku lain yang pernah Prof. Tjetjep tulis adalah Analisis Data Kualitatif (Terjemahan buku Matthew B. Miles; A. Hichael Huberman) (2007), Ethnic Identity and Its Visual Outlook in Malaysia (2008), Eksprsi Seni Orang Miskin: Adaptasi Simbolik terhadap Kemiskinan (2009), Renik-Renik Peristiwa (Esai-esai Budaya) (2011), Pendidikan Seni (2011), dan Metodologi Penelitian Seni (2011).

Selain di Unnes, Prof. Tjetjep juga menjadi pembimbing dan penguji di Program Magister dan Doktor berbagai perguruan tinggi antara lain Unnes, UNY, UNJ, UI, ITB, Unair, dan Unpad. Tidak hanya di Tanah Air, ia juga pernah menjadi pengajar tamu di Universiti Pendidikan Sultan Idris ( UPSI), University of Malaya (UM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Teknologi MARA (UiTM), dan Universiti Malaysia Sabah (UMS).

Selain mengajar, Prof. Tjetep juga memiliki pengalaman profesional di bidang seni, antara lain Pameran Nasional Guru-guru dan Pensyarah Seni se-Indonesia (2008), Pameran Catan “Wong Cilik” di Semarang (1981), Pameran Nasional Guru-guru Seni se-Indonesia, Jakarta (1982), Pameran Seni se-Jawa (1989), Pameran Pensyarah Pendidikan Seni se-Indonesia, Makassar (1990), Pameran “Ekspresi Tujuh Pelukis Nasional” di Semarang (1994), dan Pameran Seni Dua Dimensional di Bandung (1995).

Penelitian yang lima tahun terakhir ia lakukan adalah Respons Pelukis Muda Semarang terhadap Wacana Artistik Global  (2012), Analisis Kebutuhan Pendirian Program DOKTOR pendidikan Seni (2009), Potensi, Posisi dan Peranan Wanita dalam Perkembangan Seni Visual: Identiti Pelukis Wanita di Malaysia dan Indonesia (2008), Seni Rupa dan Muzik: Identitas Bangsa dalam Konteks Perubahan Sosial Budaya di Malaysia (1997), dan Metodologi Penelitian Seni: Kecenderungan Penggunaan Metode dan teori di Perguruan Tinggi Seni dan pendidikan Seni di Malaysia-Indonesia (2008).

Di luar kegiatan di atas, hingga saat ini Prof. Tjetjep aktif   menjadi konsultan Kurikulum Pendidikan Seni di Depdikbud, fasilitator Pusat Pelatihan Kesehatan Masyarakat Depkes, Ketua Himpunan Sarjana Pendidikan Seni (Hispeni), Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jateng, Ketua Sekolah Tinggi Seni Rupa Desain Indonesia (STISI) Bandung, Ketua Yayasan Bumi Katumbiri. Baik di Indonesia, Malaysia, maupun Brunei Darussalam ia masih aktif mengisi seminar. Bersama sejumlah anak muda yang tertarik pada diskursus keilmuan ia mengelola Forum Bukit Stonen, sebuah kelompok diskusi berkala.


Diperbarui oleh: Dhoni Zustiyantoro pada Sabtu, 24 November 2012 15:24 WIB Dibaca : 5.975 kali

X