Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo M.Pd., Kons.


Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo M.Pd., Kons. lahir di Banjarnegara, 20 November 1952. Pendidikan S1 ia tempuh di Universitas Negeri Semarang pada bidang Bimbingan dan Konseling. Pendidikan profesi sebagai konselor ia tempuh di Universitas Negeri Padang (UNP). Selanjutnya ia mengikuti studi magister di Universitas Negeri Malang pada bidang Bimbingan dan Koseling. Di bidang yang studi dokotral ia tempuh di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Mengajar pada Jurusan BK Unnes sejak 1977, Prof. Mungin juga pernah menjadi Ketua Jurusan BK Unnes dan Ketua Program Studi BK Pascasarjana (PPs) Unnes. Sebelum menjadi Pembantu Rektor Bidang Akademik pada 2003 sampai 2007 ia menjadi Ketua Pelayanan BK Unnes. Tahun 2008 ia masuk menjadi anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan menjadi ketua lembaga tersebut pada 2008. Kini ia Ketua Umum Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABIKIN).

Di bidang pembelejaran BK, Prof. Mungin banyak menyumbangkan pembaruan gagasan, antara lain menyarankan supaya kurikulum Bimbingan dan Konseling dirampingkan supaya jumlah mata kuliah yang diberikan tidak terlalu banyak tetapi “netes” atau efektif menunjang 4 kompetensi utama program sarjana yaitu menguasai dasar ilmiah disiplin ilmu, mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan displin ilmu, bersikap dan berkarya sesuai norma dan mampu mengikuti perkembangan IPTEK.

Ia juga menyerukan semua anggota baik guru bimbingan konseling di sekolah maupun yang bekerja di perguruan tinggi atau instansi lain diharapkan dapat menjadi guru pembimbing atau konselor yang bermartabat.

Menurut Prof. Mungin, martabat profesi tersebut sangat tergantung diantaranya pada dukungan yang memberikan pelayanan yang terbaik dan bermanfaat, kemudian didukung pelaksana yang bermandat seperti memiliki sertifikat atau telah memiliki mandat untuk melakukan suatu kegiatan bimbingan konseling.

Penulis buku Konseling Kelompok Perkembangan (2005) dan Etika dan moral dalam pembelajaran (2001) ini menoroti peran konselor di bi tengah perubahan dan pesatnya kemajuan. Dalam hal ini dibutuhkan kemampuan manusia agar mampu menyelesaikan problematik untuk dirinya sendiri atau orang lain yang membutuhkan. Profesi memberikan bantuan kepada masyarakat, baik secara pribadi maupun kelompok karena konseling untuk semua orang.

Profesionalitas layanan konseling yang diperlukan masyarakat luas perlu memperhatikan kemampuan profesional, baik bidang keilmuan maupun karakteristik dan kematangan kepribadian konselor. Karya ilmiah ini mengkaji urgensi kebutuhan standarisasi Profesi Konseling di era Global dengan menyajikan alternatif pendidikan profesi konseling melalui jalur program pendidikan akademik atau program pendidikan spesialisasi.


Diperbarui oleh: Rochsid Tri HP pada Senin, 5 November 2012 13:51 WIB Dibaca : 7.054 kali

X