Prof. Dr. Maman Rachman, M.Sc.


Prof. Dr. Maman Rachman, M.Sc lahir di Bandung, Jawa Barat, 9 Juni 1948. Menempuh pendidikan di Universitas Negeri Semarang pada Jurusan Civic Hukum. Studinya kemudian dilanjutkan di Syracuse University New York pada bidang Media Pembelajaran. Adapun doktoralnya kembali ia tempuh di Universitas Negeri Semarang pada bidang ilmu Manajemen Pendidikan.
Buku yang telah ia terbitkan antara lain Strategi dan Langkah-langkah Penelitian Pendidikan (1993), Filsafat Ilmu (2008), dan Metodologi Penelitian Pendidikan Nilai (2011).

Beberapa penelitian yang dilakukannya tentang pendidikan moral anatara lain: Penyiapan Calon Guru Pendidikan Budi Pekerti SMU Melalui Perkuliahan Pendidikan Budi Pekerti Terpadu di LPTK ( 2002), Hubungan Pemilikan Sikap P4 Mahasiswa CH dan Non CH FPIPS IKIP Tahun 1980 (1980), Pendayagunaan Sumber Belajar Dalam PBM MKU di IKIP Semarang dan SLTA Kota Semarang (2007), Prototipe Mengajar Dosen IKIP Semarang: dan Kajian Tentang Pendapat Mahasiswa Terhadap Prototipe Mengajar Dosen Serta Pilihan Prototipe Mengajar yang Disukai Mahasiswa (1990).

Penelitian lainnya adalah Analisis tes masuk perguruan tinggi proyek perintis IV IPS dan PMP pada IKIP Semarang (1980), Pendayagunaan sumber belajar dalam pbm MKU di IKIP Semarang dan SLTA Kota Semarang (2007), Kualitas Mengajar Dosen LPTK Se-Jawa Tengah (1991), Iklim Akademis dan Budaya Kampus (Studi Perkembangan pada Universitas Negeri semarang) (2007), Peranan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru jenjang pendidikan dasar dan menegah (2002), Pengintegrasian kecakapan hidup melalui pendidikan berbasis luas pada pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (2003), dan Pelaksanaan program pendidikan budi pekerti berbasis kompetensi pada SMP pesisir Kota Semarang (2004).

Profesor ke-52 ini menegaskan, nilai-nilai Pancasila perlu dipelajari dan dihayati kembali sebagaimana para pendiri bangsa dahulu membangun karakter rakyat. Menurutnya, generasi muda seperti tidak punya ketahanan untuk menangkis gejolak jiwa dan menahan emosi liar pada dirinya. Faktor yang dapat mencegah dan memperbaiki hal tersebut adalah pendidikan. Pendidikan mampu membina nilai-nilai luhur generasi muda agar mempunyai ketahanan mental yang kuat.


Diperbarui oleh: Dhoni Zustiyantoro pada Senin, 5 November 2012 21:18 WIB Dibaca : 4.634 kali

X