Prof. Dr. Hardi Suyitno, M.Pd.


Profesor Filsafat Matematika Prof. Dr. Hardi Suyitno M.Pd. lahir 24 April 1950 di Sleman, Yogyakarta. Menempuh pendidikan S1 Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Yogyakarta, kemudian pendidikan S2 Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Malang. Studi doktoral ia tampuh di Universitas Negeri Yogyakarta.

Pengajar mata kuliah Program Linear pada Jurusan Matematika FMIPA Unnes ini memperkenalkan model pembelajaran Pendidikan Matematik Realistik (PMR) yang menurutnya mampu melatih siswa mengasah kedisiplinan, kemandirian, kemampuan negosiasi, dan menghargai pendapat orang lain, bukan sekedar pelajaran eksata biasa.

Konsep tersebut berangkat dari keyakinannya bahwa pembelajaran matematika mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, yakni konsistensi, taat asas, disiplin, keseimbangan, kreatif, dan inovatif. Dalam bidang aritmatika, misalnya, terdapat prinsip untuk pembelajaran toleransi. Ada pula nilai kooperatif. Namun, hal ini memerlukan kesadaran guru terhadap hakekat matematika dan kemampuannya mengajarkan pada siswa.

Apabila nilai-nilai taat azas dan konsistensi dalam matematika tertanam pada peserta didik, Prof. Hardi Suyitno berpendapat, maka taat azas, taat peraturan, dan disiplin akan tertanam dalam jiwa. Sifat postulational matematika bermanfaat bagi ketaatan atas nilai-nilai kehidupan yang telah diangkat sebagai suatu keyakinan.

Dalam artikel Value’s of Mathematics Education and Citizenship Education ia mengungkapkan nilai-nilai kewarganegaraan dalam pendidikan Matematika dapat optimal jika direncanakan dalam kurikulum yang matang. Pendidikan kewarganegaraan secara implisit sudah terkandung dalam matematika.
Ia juga mengungkap pengaruh pemikiran Wittgenstein terhadap Matematika. Filsif kelahiran Wina itu, menurut Prof. Hardi Suyitno tidak memandang matematika sebagai milik logisme, tapi sebagai prduk kebudayaan manusia (Wisdom, 2007).

Dalam “Hubungan Antara Logika Proposisi Dengan Logika Predikat” Prof. Hardi Suyitno mengungkap dda delapan belas aturan penarikan kesimpulan, empat aturan pergantian dengan kuantor, dan empat aturan perubahan kuantor. Istilah benar dan salah dikenakan pada proposisi, sedangkan istilah sahih dan tidak sahih dikenakan untuk argumen. Kesahihan argumen tergantung pada bentuk argumen, bukan pada salah benarnya proposisi. Jika suatu bentuk sahih
dalam logika proposisi, maka bentuk predikat yang terkait juga sahih dalam logika predikat.

Hasil penelitian lain yang pernah dilakukan Prof. Hardi Suyitno antara lain Kajian Terhadap Pelaksanaan Kurikulum Common Ground di FMIPA Unnes (2003), Pengembangan Item Test dan Intepretasi Respon Mahasiswa dalam Pembelajaran Geometrik Analitik Berpandu pada Taksonomi Solo dan Model Pembelajaran Konseptual (2000), dan Prototipe Alat Peraga dan Pengembangan Pembelajaran Matematika Bercirikan Pendayagunaan Alat Peraga di SD (1998).

Sebelumnya ia juga melakukan penelitian Analisis terhadap Soal-Soal Ulangan Umum Bersama (UUB) Bidang Studi Matematika dan IPA (MIPA tingkat SMP se- Jawa Tengah (1995), Penggunaan Komputer Dalam Mengajarkan Bidang Studi Matematika dan IPA di SMA se Kodia Semarang (1993), Pemahaman Mahasiswa FPMIPA IKIP Semarang tentang Penggunaan Angka Bermakna (Significant Figures) (1993), dan Implementasi Teori APOS( Action, Proces, Object, Scema) dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Pada Mata Kuliah Evaluasi Proses dan HPM (2009).


Diperbarui oleh: Dhoni Zustiyantoro pada Senin, 5 November 2012 21:22 WIB Dibaca : 4.570 kali