Prof. Dr. Achmad Slamet


Achmad Slamet lahir di Semarang 25 Mei 1961. Karir akademiknya sebagai dosen diawali pada 1 Januari 1986. Berbagai penelitian di bidang pemasaran telah ia lakukan, terutama berkaitan dengan perilku konsumen. Penelitian “Pengaruh Sikap Konsumen Mengenai Strategi Pemasaran Pasar Swalayan terhadap Pola Perilaku Pembelian” hanya salah satunya.

Sikap konsumen yang sangat positif ditandai dengan variabel lokasi pasar, harga produk, dan promosi pada pasar swalayan, sedangkan sikap konsumen mengenai strategi pemasaran pedagang eceran pasar swalayan yang cukup positip (sedang) ditandai dengan variabel atribut fisik pada pasar swalayan, pengaturan ruangan, dan pencetusan rasa ketidak puasan paska pembelian.

Riset lain yang pernah dilakukannya, berkaitan dengan proses produksi genteng pre di Mertoyudan, mengungkap bahwa biaya produksi hanya memberikan sumbangan terhadap harga jual sebesar 21% . Adapun sisanya sebesar 78,9% ditentukan oleh variabel lain, yaitu faktor ekstern, seperti elastisitas permintaan, sasaran produk dan persaingan pasar. Ia menemukan pola pergerakan harga pada komditas genteng pres di wilayah tersebut. Oleh karena itu, ia menyarankan produsen menyimpan barang pada Januari, Februari, April, dan Desember karena pada saat itu pemerolehan laba berada di titik minimal.

Selain melakukan penelitian di bidang pemasaran, Prof. Achmad Slamet banyak melakukan penelitian manajemen pendidikan. Lebih dari 17 penelitian dilakukan Achmad Slamet mengenai manajemen lembaga pendidikan, antara lain Studi Orientasi Pendidikan Sebagai Human Invesment Dalam Peradaban Bangsa (2006), Studi Alternatif Peranan Pendidikan Nonformal Dalam Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun (2005), Studi Penyelenggaraan Kursus Pendidikan Luar Sekolah Masyarakat (Diklusemas) dan Upaya Standarisasinya (2006), dan Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Daerah (2007), juga Pengelolaan Pendidikan untuk Satuan Pendidikan Nonformal (2007).

Melalui penelitian Model Pemberdayaan Kepala Sekolah Menengah Pertama Melalui Pendekatan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (2005) ia menyarankan supaya kepal sekolah melibatkan guru dalam pengambilan keputusan. Hal ini penting dilakukan supaya kepala sekolah dapat mengambil tindakan secara profesional.

 

 

 

 

 

 

 

 


Diperbarui oleh: Dhoni Zustiyantoro pada Senin, 5 November 2012 21:54 WIB Dibaca : 4.440 kali