Prof. Drs. Achmad Binadja, Apt., MS, Ph.D.


Prof. Dr. Achmad Binadja lahir di Lumajang 26 Desember 1948. Pendidikan S1-nya ditempuh pada Jurusan Farmasi Universitas Gajah Mada, kemudian studi master dan doktor (Ph.D) di University of Iowa, Amerika Serikat, pada Jurusan Sains Education. Hingga saat ini ia aktif mengajar Kima Organik dan Pendidikan Sains di Jurusan Kimia, FMIPA, Unnes.

Salah satu gagasan Prof. Achmad Binadja adalah pembelajaran bervisi SETS (Sience, Environment, Technology, and Society) untuk mengembangkan pembelajaran terintegrasi. Visi SETS merupakan cara pandang bahwa segala sesuatu yang dihadapi manusia dalam kehidupan ini mengandung aspek sains, lingkungan, teknologi yang mempengaruhi secara timbal balik.

Prof. Achmad Binadja menganjurkan pendekatan SETS digunakan dalam berbagai pembelajaran sains, terutama Kimia. Tujuan utamanya adalah membantu manusia memanfaatkan sains sebagai konsep yang produktif dalam terciptanya teknologi, dan memperkecil dampak-dampak negatifnya terhadap lingkungan dan masyarakat.

Pendekatan SETS memiliki tujuh komponen utama, yaitu : konstruktivisme (constructivism), menemukan (inquiry), bertanya (questioning), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection) dan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment). SETS diharap menimbulkan motivasi belajar siswa, karena siswa mengetahui manfaat dari konsep ilmu pengetahuan, bahkan memahami dampak-dampak positif maupun negatif penerapan teknologi terhadap lingkungan dan masyarakat.

Selain mengembangkan pembelajaran bervisi SETS, Ahmad Binadja menganggas skema pendidikan Indonesia masa depan dengan mempertimbangkan perkembangan pendidikan di Amerika, Inggris, dan Jepang. Pemikiran tersebut dibukukan dalam Synthesizing a Framework for Tomorrow’s Science Education in Indonesia Based on an Analysis of Science Education Synthesis Projects in the United States, Canada, the United Kingdom, and Japan yang diterbitkan University of Iowa tahun 1989. Adapun Pedoman Praktis Pengembangan Bahan Pembelajaran Berdasar Kurikulum 2004 Bervisi dan Berpendekatan SETS ( Science, Environment, Technology, Society) atau ( Sains, Lingkungan, Teknologi,dan Masyarakat ) diterbitkan Laboratorium SETS.

Berbagai penelitian di bidang kimia organik dan pendidikan sains dilakukan alumnus Universitas Gajah Mada ini, antara lain: Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kimia SMA Melalui Penerapan KBK Bervisi dan Berpendekatan SETS (Science, Environment, Technology, And Society) (2006), Kontribusi Mahasiswa dan Lulusan Prodi Pendidikan IPA S2 PPs Unnes Dalam Pembelajaran Bervisi SETS di Masing-Masing Institusinya (2004), dan Mapping Good Practices in Basic Education and Their Supporting Capacities (2006).

Selain itu, ia juga melakukan penelitian Pengembangan Dokumen Pendukung KTSP Bervisi SETS (Model Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sains di SMA) (2007), The Interest and Readiness of Malaysian sElementary School Teachers to Apply Computer Software for Teaching Science (1996), dan Keberkesanan Pembelajaran Kimia Materi Ikatan Kimia Bervisi SETS Pada Hasil Belajar Siswa (1996).

 


Diperbarui oleh: Dhoni Zustiyantoro pada Senin, 5 November 2012 21:55 WIB Dibaca : 5.689 kali