Ekonomi Lebaran, Antara Informasi dan Fluktuasi


Ekonomi Lebaran, Antara Informasi dan Fluktuasi

Kalau lagu Antara Anyer dan Jakarta cerita tentang cinta mesra dan menggema, beda lagi makna antara layanan informasi pada masyarakat masalah harga komoditas pangan. Adalah hak masyarakat luas mendapatkan update untuk harga kebutuhan hidupnya karena masyarakat sudah dituntut untuk membayar pajak, menjaga lingkungan dan berperilaku sosial yang baik. Sementara era kompetensi dan akuntabilitas pegawai pemerintah diselaraskan untuk melayani masyarakat.

Pemberitaan remunerasi pegawai negeri pun seperti pegawai Pemerintah Daerah DKI Jakarta melambung dan menjulang tinggi. Dipandang dari era informasi yang sedemikian terbuka, ada ironi antara pemenuhan kebutuhan rakyat dan informasi tentang harga-harga kebutuhan pokoknya. Dicari-cari di internet koq tidak ada, di media sosial maupun situs resmi kok tidak ketemu harga riil yang disajikan?

Mana layanan pegawai pemerintah untuk hal dasar masyarakat tersebut? Mana era kebangkitan layanan yang sudah dibayar dengan remunerasi dari pajak rakyat? Kalaupun ada secuil data yang diminta itu pun dimuat di pojok bongkahan informasi yang tersiar di antara keriuhan waktu bekerja. Akibatnya, siaran informasi yang sedikit  itu nyaris tak berguna. Bukan ditempatkan di prime time news yang menjadi idola dan senggangnya waktu bekerja.

Kalaupun informasi harga itu ada, ternyata hanya berasal dari sedikit dinas dan tempat saja. Padahal semua bermukim di wilayah administratif yang tertata. Masing-masing mengunggulkan kegiatan departemennya, gengsi untuk berkoordinasi sehingga layanan dasar masyarakat akan kebutuhan pokok terabaikan. Itulah tontonan ego departemental sektoral yang semestinya sudah binasa.

Ketimpangan ini, mestinya bisa dieliminasi ketika ada penyadaran diri dan dedikasi bagi semua pemangku kepentingan pelayanan masyarakat. Untuk berbagi informasi bagi masyarakat dan dirinya sendiri. Akuntabilitas layanan aparat pemerintah dituntut masyarakat dalam hal ini.

Fluktuasi harga komoditas pangan bergerak dari waktu ke waktu apapun alasannya entah bulan puasa, kenaikan dolar, perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), perubahan aturan transportasi, salah musim maupun sederet alasan lain mestinya informasi layanan transparan komoditas pangan haruslah tetap ada.

Mayoritas komoditas kebutuhan pokok masyarakat menjelang hari raya dan memasuki Ramadhan ini misalnya selama April dan Mei 2016 mengalami fluktuasi harga meskipun ada beberapa harga komoditas yang relatif stabil; diantaranya harga gula di awal april Rp 11.000 menjadi Rp 16.000/ per kg di awal mei ini.

Harga daging sapi naik menjadi Rp 130.000 dari awal bulan. Komoditas lainnya seperti kubis juga berfluktuasi dari harga Rp 3.000/ per kg pada pertengahan april sempat menjadi Rp 4.000 per kg. Cabai keriting merupakan komoditas yang paling berfluktuasi yang tadinya Rp 10.000 menjadi Rp 22.000 per kg

Adalah cita-cita, kapan membuat informasi antara harga dan keseimbangan supplai ?, kapan diadakan update harga riil komoditas pangan di masing-masing wilayah/kabupaten akan dilakukan secara riil time? Kapan ada harga komoditas terpercaya muncul di tengah masyarakat?

Bila evaluasi harga komoditas pangan dilakukan periode bulanan maka yang terjadi hanyalah penyesalan. Karena belanja bahan pangan bagi masyarakat itu dilakukan secara harian, sehingga data bulanan mungkin kadaluwarsa. Ibarat beras terlanjur dimasak menjadi nasi,  masih bisa dijadikan menjadi nasi aking. Tetapi kalau beras sudah terlanjur masak menjadi bubur, mau diapakan lagi?

Keterlanjuran tidak membuat kebahagiaan yang hakiki. Asupan informasi harga komoditas harian cepat saji adalah acuan segar untuk turut menegakkan perencanaan pembelanjaan masyarakat. Fluktuasi harga yang sulit diteropong akan mengakibatkan kantong melompong.

Kapan cerita lagu Antara Anyer dan Jakarta seimbang dengan tingginya akuntabilitas aparat pemerintah memberikan informasi harga pangan kepada masyarakat ?

Sucihatiningsih DWP, dosen Jurusan Ekonomi Pembangunan FE Unnes

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *