Dengan Google Scholar, Tingkatkan Peringkat Webometric


Dengan Google Scholar, Tingkatkan Peringkat Webometric

BAGI civitas academica Universitas Negeri Semarang (UNNES), judul di atas tentu tidak asing lagi. Baik Webometric, Google Scholar, maupun H-Index sudah menjadi bahan perbincangan yang di berbagai kesempatan.  Ketiga hal itu selalu menarik diperbincangkan dari aspek peringkat dan indikator penilitiannya.

Webometrics adalah situs yang memberikan penilaian terhadap seluruh universitas terbaik di dunia melalui website universitas tersebut. Sebagai alat ukur Webomatrics sudah mendapat pengakuan dunia, termasuk  di Indonesia. Hasil pemeringkatan dirilis Webometrics dalam 2 periode yaitu pada bulan Januari dan Juli.

Peringkat Webometrics pertama kali diluncurkan pada tahun 2004 oleh Laboratorium Cybermetric milik The Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC). Webometrics melakukan pemeringkatan terhadap lebih dari 20 ribu perguruan tinggi di seluruh dunia. Jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang masuk pemeringkatan edisi Juli 2012 berjumlah 361 PT atau meningkat dibandingkan edisi Januari sebanyak 352 PT.

Pada edisi Januari dan Juli 2016 UNNES berada pada peringkat 16 dan 22, bersanding dengan universitas yang selama ini dikenal sebagai PTN besar di Indonesia seperti UI, ITB, UGM, UNDIP, UNRI, UB, IPB, UNPAD, UNS, UNSYIAH, UNHAS, UNAIR, dan UDAYANA.

Catatan menunjukkan bahwa peringkat UNNES dalam pemeringkatan Webometric naik turun. Pada tahun 2010 Januari (29), Juli (23), 2011 Januari (28), Juli (28), 2012 Januari (15), Juli (35), 2013 Januari (22), Juli (41), 2014 Januari (19), Juli (13), 2015 Januari (14), Juli (23).

Pada tahun Januari tahun 2016 UNNES berada pada peringkat 16 di Indonesia, atau peringkat 1 di kalangan univesitas mantan LPTK. Adapun pada publikasi bulan Juli, UNNES berada di peringkat 22, berada di peringkat 2 di antara universitas eks-IKIP, di bawah UPI.

Indikator Penilaian

Mulai Juli 2012, Kriteria penilaian yang digunakan oleh Webometrics berubah dari sebelumnya. Selama ini Webometrics menggunakan kriteria size, visibility, rich text, dan scholary, namun mulai edisi Juli 2012 Webometrics menggunakan presence (20%), impact (50%), openness (15%), dan excellence (15%) sebagai kriteria penilaian.

Presence adalah jumlah halaman web host dalam webdomain utama (termasuk semua subdomain dan direktori) dari universitas yang diindeks oleh mesin pencari Google. Penilaian ini dilakukan dengan menghitung setiap halaman web, termasuk semua format yang diakui secara individual oleh Google, termasuk halaman statis dan dinamis.

Impact  adalah kualitas konten semua external inlinks yang diterima oleh webdomain Universitas dari pihak ketiga. Link tersebut mengakui prestise institusional, kinerja akademik, nilai informasi, dan kegunaan dari layanan seperti yang diperkenalkan dalam halaman web sesuai dengan kriteria jutaan web editor dari seluruh dunia.

Data visibilitas link dikumpulkan dari dua provider informasi yaitu Majestic SEO dan Ahrefs. Keduanya menggunakan crawler sendiri, menghasilkan database yang berbeda yang digunakan bersama-sama untuk saling melengkapi atau memperbaiki kesalahan. Indikatornya adalah produk dari jumlah backlink dan jumlah domain yang berasal dari backlink tersebut.

Openness merupakan jumlah file dokumen Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps, .eps), Microsoft Word (.doc,.docx) and Microsoft Powerpoint (.ppt, .pptx) yang online di bawah domain website universitas yang tertangkap oleh mesin pencari (Google Scholar) dan diterbitkan dalam kurun waktu mulai 2008 hingga sekarang. Jumlah file ini nantinya yang akan mewakili usaha perguruan tinggi dalam mendukung publikasi hasil penelitian dalam repository.

Excellence merupakan jumlah artikel-artikel ilmiah publikasi perguruan tinggi yang bersangkutan yang terindeks di Scimago Institution Ranking dan di Google Scholar. Termasuk jumlah paper akademik berkualitas, yang dipublikasikan dalam jurnal yang memiliki reputasi internasional.

Memanfaatkan Google Scholar

Pada pemeringkatan Webometrics untuk kriteria openess dan excellence tertera aplikasi Geogle Scholar.  Aplikasi ini adalah salah satu alternatif browser untuk mencari referensi pendidikan dan penelitian ilmiah dengan format publikasi. Referensi ini dapat berupa jurnal ilmiah hasil penelitian atau kajian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Bagi dosen, Google Scholar harus dimanfaatkan dengan baik untuk mempublikasikan karya ilmiah baik yang berupa jurnal, prosiding, maupun buku. Dengan memublikasikan karya ilmiah melalui Google Scholar seorang dosen akan dikenal kepakarannya dan dirujuk karya-karyanya oleh peneliti yang lain. Secara tidak langsung kondisi ini akan menaikkan peringkat Webometric, khususnya untuk kriteria openness dan excellence.

Aplikasi Google Scholar di dalamnya ada keterangan tentang hindex  dan i10index. h index ini  selalu digunakan Google  Scholar  sebagai  metric  untuk  publikasi  dosen  selain i10 index. Spiritnya pengindeksan ini adalah mendorong tulisan seorang peneliti menjadi berkualitas dan populer sehingga disitasi banyak orang. hindex dihitung dengan pengertian jika seseorang memiliki n paper dan masing-masing paper disitasi setidaknya sebanyak n, maka h index dia bernilai n. Misalnya, seorang dosen memiliki 8 paper yang masing-masing disitasi sebanyak 30, 20, 12, 10, 7, 5, 3, 1. Buat tabel paper diurut dari yang terbanyak  sitasinya sampai yang tersedikit sitasinya, maka nilai h index  6.

Untuk medukung keperluan ini, Rektor UNNES telah menerbitkan surat edaran nomor: 5837/UN37/DT/2016 tanggal 18 Agustus 2016 tentang upaya meningkatkan reputasi internasional  bekaitan dengan pemeringkatan webometrics. Edaran ini berisi 16 himbauan, salah satunya himbauan bagi dosen untuk selalu menggunakan email resmi UNNES untuk digunakan pada setiap kegiatan akademik. Format emailnya adalah nama@mail.unnes.ac.id.

Dengan email ini dosen dianjurkan segera mendaftarkan diri pada Google Scholar. Dalam sistem ini dosen dihimbau selalu menggunakan nama institusi lengkap dan baku dalam publikasi ilmiah. Nama institusi lengkap ditulis “Universitas Negeri Semarang“  tidak diperkenankan menuliskan nama institusi dengan singkatan UNNES atau Unnes maupun menggunakan alternatif bahasa Inggris seperti Semarang State University ataupun State University of Semarang.

UPT TIK sebagai unit yang melayani kebutuhan IT telah memfasilitasi pembuatan email yang baku. Selain itu, BPTIK juga melakukan upaya-upaya lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan peringkat kriteria yang ditetapkan webometrics. Namun upaya dan ikhtiar ini hanyalah sebagai alat, konten menjadi menjadi tanggung jawab seluruh warga UNNES. Komitmen dan kepedulian dari semua pihak menjadi kunci untuk meningkatkan peringkat webometrics UNNES.

 Prof Dr Supriyadi MSi, Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Negeri Semarang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X