Tips Pembelelajaran Daring Tatap Muka Maya melalui Teleconference


Tips Pembelelajaran Daring Tatap Muka Maya melalui Teleconference

Melihat kondisi pandemi saat ini pembelajaran jarak jauh menjadi alternatif yang tepat untuk diterapkan. Pembelajaran jarak jauh memiliki dua model atau bentuk yaitu sinkron dan asinkron.

Pembelajaran sinkron (synchronous) adalah pembelajaran yang dilakukan secara real time yaitu dimana pemebelajaran yang dilakukan antara guru dengan siswa/mahasiswa sama-sama online dan dapat melakukan kominikasi dua arah secara langsung memberikan feedback. Sedangkan pembelajaran asinkron (asynchronous) adalah pemebelajaran yang dilakukan secara tunda, maksudnya pembelajaran yang tidak harus sama-sama online akan tetapi dilakukan dengan LMS (Learning Management sistem), dimana materi sudah dipersiapkan guru/dosen supaya dapat diakses oleh siswa/mahasiswa secara fleksibel yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) asinkron (Asynchronous) dan sinkron (Synchronous) memiliki langkah dan strategi pembelajaran yang berbeda juga.

Pada tulisan kali ini saya akan berbagi tips terkait cara pembelajaran synchronous yang dilakukan melalui teleconference / Konferensi Video.

  1. Buat pertanyaan untuk mengecek kehadiran siswa dan pengecekan sosial/emosional di awal pembelajaran.

Mengawali pembelajaran melakukan tatap muka maya dengan video conference laku dengan memberikan sebuah pertanyaan yang unik dan jawaban ringan misalnya

Apa sarapan pagi ini?”

“Sudahkah anda ijin ke orang tua untuk pembelajaran di pagi ini?” 

“Apa yang saudara pegang saat ini?”

“Obyek apa yang ada di samping kananmu?”

Dan pertanyaan unik lainya. Atau menggunakan pertanyaan yang jawabanya sudah/belum, iya tidak.

Selanjutnya siswa di suruh menuliskan jawaban di kolom chat. Setelah beberapa siswa menuliskan jawaban di kolom chat berikan feedback dengan cara menyebutkan nama siswa dan jawabannya. Dalam kegiatan ini untuk memberikan sentuhan secara emosional mengenai keberadaan siswa dalam virtual room. Atau dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi online saat siswa memeberikan respon jawabannya misalkan dengan aplikasi kolom chat, mentimeter, google form, jamboard dan aplikasi pendukung lainnya.

 

  1. Buat lah sebuah permasalahan tantangan kepada siswa yang jawabannya akan dibahas dalam materi yang akan dijelaskan oleh guru.

Mulailah kegiatan tatap muka maya dengan menyajikan permasalahan yang ada di sekitar kita yang ada hubungannya dengan materi pembelajaran atau dengan istilah lain kegiatan apersepsi.

Adapun kegiatan yang dapat dilakukan adalah dengan cara menampilkan foto, video, infografis dan video media lain. Selanjutnya guru menceritakan apa yang ada di gambar, video, infografis dan media lain, serta memberikan pertanyaan untuk dijawab peserta.

Aplikasi yang dapat digunakan : google form, mentimeter, kolom chat, jamboard dan lain sebagainya. Sedangkan konten yang dipersiapkan bisa berupa foto/gambar, video, infografis, narasi atau media lainnya.

  1. Libatkan siswa dengan cara menjawab polling

Pembelajaran dengan model sinkron dengan video conference kita berupaya tetap menjalin kedekatan secara emosional dengan cara melibatkan aktivitas siswa untuk menjawab pertanyaan berbentuk poling disela sela guru menyampaikan materi. Hal ini untuk mengaktifkan siswa. Selain itu juga siswa mengajukan pertanyaan yang unik dan menarik.

Adapun aplikasi yang bisa menjadi pilihan untuk kegiatan ini adalah semua aplikasi polling bail pilihan singkat atau jawaban bebas dari siswa misalkan google form, mentimeter, dan aplikasi polling lainnya atau bahkan bisa menggunakan kolom chat.

  1. Lakukan kegiatan penilaian formatif melalui quiz

Untuk mengukur tingkat pemahaman siswa dalam menguasai materi yang sudah bapak/ibu guru sampaikan adalah dengan cara melakukan kegiatan tes formatif berupa quiz secara online. Adapun aplikasi yang dapat digunakan adalah google form, quizizz, kahoot, socrative dll.

  1. Gabungkan antara kegiatan tatap muka virtual dengan kegiatan lain diluar room virtual.

Kegiatan pembelajaran secara tatap muka virtual melalui video conference siswa jika secara terus menerus menatap layar komputer/HP dan mendengarkan pemaparan materi dari guru yang monotone akan mengakibatkan kebosanan pada siswa sehingga perlu adanya variasi.

Adapun variasi yang dapat dilakukan selama proses pembelajaran tatap muka virtual adalah dengan cara membagi sesi. Misal teleconference dilakukan selama 30 menit. Selanjutnya pemberian tugas atau proyek yang mengajak siswa untuk melakukan kegiatan yang ada disekitarnya, setelah itu siswa kembali lagi bertemu secara virtual melalui teleconference untuk menceritakan hasil aktivitas atau tugas yang dilakukan sebagai bentuk refleksi serta feedback dari guru. Sehingga misal pembelajaran selama 2 jam tidak hanya menatap layar komputer/hp akan tetapi ada aktivitas yang dapat dilakukan diluar virtual room.

Itu beberapa tips yang dapat kita terapkan bagi seorang guru atau dosen, trainer dan pendidik lainnya dalam melakukan pembelajaran daring dengan model sinkronous atau tatap muka maya melalui teleconference.

Ahmad Saeroji – Dosen Media Pembelajaran dan Teknologi Perkantoran Jurusan Pendidikan Ekonomi (Pend. Administrasi Perkantoran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

X