Mewujudkan Budaya Kerja Berkelas Internasional


Mewujudkan Budaya Kerja Berkelas Internasional

BEBERAPA waktu yang lalu saya mengikuti pelatihan pengembangkan kapasitas (capacity building). Ada berbagai pengetahuan baru yang menarik dan selaras dengan visi Universitas Negeri Semarang menjadi universitas berwawasan konservasi dan bereputasi Internasional.

Pada pelatihan itu dibahas beberapa hal terkait tujuan organisasi. Untuk bisa mencapai tujuan organisasi diperlukan sumber daya manusia yang handal yang memiliki mental baja, tidak ada kata terlambat untuk memulai perubahan. Pada sesi itu di contohkan Mark Zuckerberg (penemu Facebook), ia meluncurkan  websitenya hanya dari kamar asramanya di Harvard University. Namun ia tidak menyerah dengan keterbatasan. Hasilnya dapat kita lihat sendiri, pada tahun ini ia masuk deretan 5 besar orang terkaya (termuda) di dunia dengan total kekayaan sebesar US$ 56 miliar setara Rp 747,22 triliun versi majalah Forbes.

Materi berikutnya adalah Spiritual Balance. Pegawai yang memiliki keseimbangan sisi spiritual akan mengerjakan pekerjaan dengan menggunakan hatinya. Contohnya bila diterapkan pada universitas ini adalah bagaimana dosen dan tendik dalam mengerjakan tugas dan fungsinya.

Dosen sebagai pendidik maka ia akan berusaha tidak terlambat, selain itu ia akan menyampaikan materi perkuliahan dengan sedemikian rupa. Power point akan ia buat dengan menarik, pun ia berusaha menguasai materi sehingga mahasiswa tidak bosan dan materi yang disampaikan mudah dipahami.

Yang juga menjadi penting adalah menyelipkan pesan-pesan moral sehingga kelak ia menjadi lulusan yang berkarakter. Bagi tenaga kependidikan pun demikian ia akan berusaha datang tidak terlambat, ramah dalam memberikan pelayanan, tetap tenang saat menghadapi masalah, senantiasa meng-upgrade diri dan tidak mensia siakan waktu yang ada karena baginya bekerja adalah ibadah.

FAST Management

Selain itu yang menjadi menarik adalah materi FAST Management, adalah Manajemen Kerja ala Rosulullah dimana F adalah Fathonah dimana ini berpengaruh sebesar 92% terhadap budaya kerja pegawai. Fathonah adalah mengupayakan bagaimana pegawai memiliki pola fikir taktis dan dapat bekerjasama dengan pegawai lain maupun mahasiswa. Dosen maupun tendik yang memiliki pola fikir taktis akan cepat dan tanggap.

Dosen misalnya di saat memiliki mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas akhir maka ia akan tanggap dan respon untuk lebih intensif dalam membimbing sehingga mahasiswa bisa lulus tepat waktu. Begitu juga dengan tendik yang memiliki pola pikir taktis, sebagai contoh adalah pada bagian umum. Ia tidak akan menunggu ada laporan dari jurusan terkait adanya kerusakan sarana dan prasarana  melainkan ia akan jemput bola dengan keliling pada jurusan memantau dan mendata hal hal apa saja yang perlu dibenahi.

A adalah Amanah pengaruhnya sebesar 97% terhadap budaya kerja pegawai. Ini bermakna pegawai dapat dipercaya atau memiliki positive attitudes. Dosen yang amanah tentu akan melaksanakan tri dharma peguruan tinggi dengan penuh kesungguhan. Misalnya profesor memiliki kewajiban membuat buku maka ia akan memenuhi tugas itu. Demikian pula dengan tendik yang amanah, pada bagian keuangan misalnya ia akan berusaha menjalankan tugas dengan amanah dan tidak memperkaya diri sendiri.

S berikutnya adalah Shiddiq ini berpengaruh sebesar 97% terhadap budaya kerja pegawai. Shiddiq adalah Jujur dimana kejujuran saat ini sudah mulai terdegradasi. Bagi pegawai yang dapat tetap memelihara kejujuran ini luar biasa karena ia selalu merasa di awasi oleh tuhan Allah SWT maka ia akan mengerjakan tugas dan fungsinya tanpa ada kebohongan.

Dan yang terakhir adalah Tabligh yang memiliki pengaruh sebesar 98% terhadap budaya kerja pegawai. Tabligh maksudnya adalah pegawai yang komunikatif. Agar tidak terjadi salah paham, komunikasi menjadi penting terhadap pencapaian tujuan organisasi. Visi Unnes untuk menjadi universitas berwawasan konservasi dan bereputasi Internasional akan bisa diraih apabila semua pihak memahaminya. Para dosen akan berlomba lomba untuk publikasi dan para tendik akan berlomba lomba untuk memberikan pelayanan prima.

Nining Wahyunungsih, SE, M.Si.
Kasubbag Keuangan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Semarang

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X