MEMASUKI Oktober, rasanya siapa pun akan teringat pada momen bersejarah bangsa Indonesia, yaitu Sumpah Pemuda. Semboyan dalam sumpah itu memiliki ruh kebanggaan dan kebangsaan yang sangat tinggi.

Salah butir dalam Sumpah Pemuda 1928 menyatakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Ini bertemali erat dengan pembinaan kepribadian masyarakat dan bangsa Indonesia. Selain itu, bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi antardaerah, antarsuku bangsa dan masyarakat etnis, dan antarbudaya Indonesia.

Seiring dengan kemajuan komunikasi, dapat diperkirakan hampir tak ada bahasa daerah yang luput dari pengaruh bahasa Indonesia. Namun, sebaliknya pula bahasa Indonesia telah dipengaruhi atau diperkaya oleh bahasa-bahasa daerah selain bahasa asing. Sumbangan bahasa daerah ataupun bahasa asing demikian besar sehingga dalam pertumbuhan dan perkembangannya dari bahasa Melayu, bahasa Indonesia akan memiliki karakter tersendiri.

Pengoptimalan Peran

Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia telah menjalankan fungsi-fungsi yang diembannya. Apa yang harus dilaksanakan adalah peningkatan peran dan fungsi bahasa Indonesia.

Pertama, meningkatkan fungsinya sebagai lambang kebanggaan dan lambang harga diri bangsa Indonesia. Dengan fungsi ini bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya, nilai-nilai harga diri dan martabat bangsa, dan falsafah hidup yang menempatkan bangsa Indonesia dalam kedudukan yang sama dan sederajat dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Kedua, meningkatkan fungsi bahasa Indonesia sebagai lambang jati diri bangsa yang akan menampakkan ciri khas sekaligus membedakan bangsa Indonesia dari bangsa-bangsa lain di dunia. Fungsi pertama dan kedua ini berkaitan erat dengan peningkatan fungsi yang ketiga dari bahasa Indonesia, yaitu sebagai sarana pemersatu bangsa. Fungsi ini memungkinkan dan memantapkan kehidupan sebagai bangsa yang bersatu, tetapi tidak sampai menghapuskan latar belakang sosial budaya dan bahasa daerah.

Ketiga fungsi ini berkaitan pula dengan fungsi keempat bahasa Indonesia yang juga harus ditingkatkan, yaitu bahasa nasional dalam perannya sebagai sarana perhubungan antardaerah dan antarbudaya.

Peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai pendukung kebudayaan nasional perlu pula diupayakan sehingga, dengan demikian, fungsinya tidak sekadar sebagai pendukung kesusastraan nasional, tetapi juga mendorong dan menggalakan pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional. Nilai-nilai moralitas yang dimilikinya akan membina sikap manusia Indonesia yang, sekalipun memiliki kemampuan ilmu pengetahuan, mempunyai pengaruh kuat dalam masyarakat, memiliki kekayaan atau menduduki jabatan yang tinggi, akan tetap berkepribadian yang sopan santun, tidak sombong dan tinggi hati. Cukup banyak ungkapan dalam khazanah bahasa Indonesia yang berisi pesan-pesan moral bagi manusia Indonesia yang berketuhanan serta beradat-berbudaya.

Sikap Bahasa

Dalam dunia kependidikan, bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar kependidikan pada semua jenis dan jenjang kependidikan dapat dibanggakan. Bahasa Indonesia telah membuktikan kemampuannya bukan sekadar sebagai bahasa pengantar kependidikan di tingkat lembaga kependidikan dasar dan menengah, tetapi juga sebagai sarana penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi serta sarana alih pengetahuan dan alih teknologi di tingkat lembaga kependidikan tinggi. Fungsi bahasa Indonesia sebagai sarana pengembangan dan pemasyarakatan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut perhatian khusus karena kepesatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut kedinamisan bahasa Indonesia terutama dalam kaitan dengan pengembangan tata istilah keilmuan.

Sikap bahasa merupakan faktor pendukung optimalisasi peran dan kedudukan bahasa Indonesia sebagai penguat jati diri bangsa. Sikap positif terhadap bahasa Indonesia harus terus ditingkatkan. Sikap berbahasa mengandung keterpaduan antara sikap menghormati dan memuliakan secara nyata serta sikap taat pada kesepakatan bangsa mengenai peran dan kedudukan bahasa Indonesia. Hal ini sekaligus akan sejalan dan setara dengan peningkatan dan pemantapan sikap kebersamaan dalam membina, memelihara, dan mempertinggi harkat dan martabat bangsa dan negara Indonesia tercinta melalui idealisme bahasa Indonesia.

Sikap bahasa yang perlu dimiliki ini dilakukan dengan berbagai upaya, yakni (1) meningkatkan rasa kebanggaan memiliki dan menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai keperluan dan kemanfaatannya yang menjangkau seluruh lapisan, kelompok, dan golongan dalam masyarakat bangsa Indonesia, (2) menghindari penggunaan bahasa asing secara berlebihan atau di luar garis ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan. Penghindaran penggunaan bahasa asing secara berlebihan dapat disebabkan telah ada padanannya dalam bahasa Indonesia ataupun untuk menghindari gangguan terhadap kelancaran komunikasi. Selain itu, penggunaan bahasa asing secara berlebihan atau di luar lingkungan dan keperluannya selain merupakan pelecehan terhadap peran dan kedudukan serta hasil-hasil pengembangan bahasa Indonesia, juga melemahkan pembinaan wawasan kebangsaan, (3) meningkatkan frekuensi pembiasaan penggunaan bahasa Indonesia dalam segenap kesempatan dan aktivitas, baik resmi maupun tidak resmi. Dari sudut pandang psikologi pendidikan, suatu keberhasilan bukan sekadar tercapai melalui pendidikan formal dan pelatihan, tetapi lebih-lebih melalui pembiasaan penggunaan secara terus-menerus dalam lingkungan masyarakat dan di tengah-tengah keluarga.

Kesiapan dan peran nyata bahasa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara memerlukan pemantapan rasa kecintaan dan rasa kebanggaan memiliki bahasa Indonesia. Rasa kebanggaan memiliki bahasa Indonesia terikat erat dengan pencerminan dan perwujudan cinta tanah air, cinta budaya Indonesia, serta cinta terhadap keseluruhan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat dan berbangsa Indonesia.

Epilog

Harmonisasi interaksi antarwarga masyarakat Indonesia akan dapat dibina melalui bahasa Indonesia. Pembinaan sikap bahasa perlu didukung oleh manusia-manusia Indonesia secara keseluruhan dan terpadu. Menjadi warga negara Indonesia tidaklah cukup dengan telah memperoleh status kewarganegaraan, telah memperoleh status penduduk, atau telah
mengubah nama yang bercirikan keindonesiaan. Bersikap budaya dan berbahasa Indonesia dalam hidup dan kehidupan, pergaulan maupun aktivitas sehari-hari sangat perlu dilakukan, baik dalam lingkungan kerja, dalam masyarakat, maupun di lingkungan keluarga.

Oleh karena itu, profil para pemimpin atau tokoh masyarakat akan menjadi anutan yang diteladani sikapnya dalam menggunakan dan menjunjung tinggi bahasa Indonesia. Sikap berbahasa Indonesia secara positif akan dapat menjadikan bahasa Indonesia semakin berperan secara nyata sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Sudah saatnya kehidupan kebangsaan dibekali dengan semboyan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi budaya dan bahasanya”.

–Tommi Yuniawan, dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Unnes

187 Responses to “Mengukuhkan Bahasa Indonesia”

  1. Imam Fitrin MEDP mengatakan:

    Peran bahasa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air sangatlah penting dan utama. Oleh karena itu, marilah kita bersama menjaga dan merawat bahasa Indonesia dengan menggunakannya sebagai bahasa dalam berkomunikasi dengan baik sesuai konteks dan benar sesuai aturan.
    Dari artikel tersebut, gagasan yang ingin disampaikan mudah untuk dipahami meskipun ada kekurangan dari segi penulisan (pengetikan yang kurang) yang mungkin masih dalam tahap wajar, namun hal ini tidak mengurangi nilai dari isi artikel tersebut,,,,,,,,

  2. ahmad zainul wafa mengatakan:

    Semoga artikel tersebut dapat memupuk rasa cinta kita terhadap bahasa Indonesia.

  3. nur ula fahman habibi mengatakan:

    Berbahasa dan berbangsa tak dapat dipisahkan.

  4. sholihuddin mengatakan:

    Alhamdulillah………………!
    Memang sudah seharusnya kita sebagai bangsa indonesia di dunia internasional wajib mengenalkan bahasa kita sebagai bentuk identitas kita dalam mengamalkan dan menghormati upaya dari tokoh tokoh kita terdahulu,Bila kita menengok lagi pada sejarah bangsa ini, seluruh komponen bangsa dan seluruh pemuda pelopor pergerakan perjuangan bangsa ini dengan penuh semangat dan penuh jiwa nasionalisme dan patriotisme bersatu, berjuang demi kemajuan bangsa.dan seharusnyalah buktikan slogan “Cintailah dan Banggalah dengan Bahasa Indonesia”

  5. Imam Fitrin mengatakan:

    Bahasa Indonesia memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan berbangsa da bernegara juga dalam kehidupan sehari-hari. untuk itu perlu dibiasakan berbahasa dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta santun.
    artikelnya sangat bagus karena tema yang dipilih sangat menarik dan dapat memupuk rasa cinta kita terhadap bahasa Indonesia.

  6. Zein Kharismawan 5111309032 mengatakan:

    saya sangat setuju dengan apa yang Bapak kemukakan. Sedikit tambahan yaitu terkadang pada suatu daerah ada masyarakat yang masih beranggapan bahasa Indonesia adalah milik orang jakarta. Dengan demikian perlulah juga kita memupuk mental agar bahasa Indonesia merupakan bahasa seluruh Nusantara dari Sabang hingga Merauke. Dan mari tanamkan semboyan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi budaya dan bahasanya”. Agar Indonesia semakin dihargai di mata dunia.

  7. Zein Kharismawan 5111309032 mengatakan:

    saya sangat setuju dengan apa yang Bapak kemukakan. Sedikit tambahan yaitu terkadang pada suatu daerah ada masyarakat yang masih beranggapan bahasa Indonesia adalah milik orang jakarta. Dengan demikian perlulah juga kita memupuk mental agar bahasa Indonesia merupakan bahasa seluruh Nusantara dari Sabang hingga Merauke. Dan mari tanamkan semboyan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi budaya dan bahasanya”. Agar Indonesia semakin dihargai di mata dunia. MERDEKA

  8. ahmad zainul wafa mengatakan:

    dari sabang sampai merauke memang harus mempertahankan bahasa kesatuan, yaitu bahasa indonesia karena dengan menggunakan atau mempertahankan bahasa nasional maka rasa cinta dan bangga terhadap bangsa akan selalu melekat dihati.

  9. Tidak dipungkiri bahwa perkembangan zaman saat ini juga membawa pengaruh yang kurang baik atau negatif dalam kehidupan manusia. Kehadiran zaman yang semakin canggih membuat masyarakat umum mempunyai begitu banyak pilihan untuk memilih apa yang dikehendakinya.
    Tapi kalau kita mengaku Bangsa Indonesia adalah bangsa kita sejak dulu kala, mari kita pertahankan rasa bangga kita memiliki bahasa persatuan kita “Bahasa Indonesia”.

  10. doni eko mengatakan:

    Bahasa asing mungkin memang penting. Tapi menurut saya lebih penting mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Sekarang banyak anak muda terutama lebih bangga memakai bahasa asing, tapi dibalik kebanggaanya itu mereka mungkin tidak sadar kecintaan kepada bangsa Indonesia semakin luntur

  11. Dona Alfian mengatakan:

    Wah mantab artikelnya pak tommi… dan saya salut juga buat mahasiswa² yang bisa berapresiasi juga di artikel ini. tapi sekedar masukan buat pak tommi juga kalo bisa untuk menanggapi komentar para mahasiswa yang antusias untuk mereview dari artikel yang bapak bikinn, hehhehe sekedar masukan ajah pak tommi…. jadi biar ada tambahan point of education dari artikel yang dibuat.

    Dan buat temen temen mahasiswa juga bisa aktif dalam penulisan artikel yang berkwalitas dan berguna buat seperti artikel bapak dosen kita satu ini. Salam hormat buat paktomi dari pengagum sepanjang masa ;) -DA-

  12. fanny fandriany mengatakan:

    setuju sekali pak…
    sayangnya semakin kesini semakin susah rasanya menemukan anak2 playgroup belajar+ngomong pakai bahasa Indonesia. nyanyipun lagune lagu Inggris. cukup miris. Merupakan suatu tantangan bagi kami mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

  13. Samuel Defri Nugroho mengatakan:

    NAMA : SAMUEL DEFRI NUGROHO
    NIM : 4111410042
    ROMBEL : 04
    Mata kuliah : Bahasa Indonesia.
    Waktu : kamis jam ke 5-6 D3 117.
    Menaggapi mengenai mengukuhkan Bahasa Indonesia.
    “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi budaya dan bahasanya”.
    Saya sangat setuju pendapat ini karena faktanya sebuah bangsa besar salah satu faktor pendukungnya yaitu budaya dan bahasa dimana ke dua faktor ini merupakan karakter serta jati diri sebuah bangsa, perlu kita berfikir Bagaimana jadinya sebuah bangsa tanpa adanya budaya serta bahasa ?
    Pasti dapat ditentukan bahwa bangsa itu terombang – ambing pada kemajuan jaman sehingga bangsa yang demikian berjalan menuju kehancuran hanya menunggu waktu kapan hancurnya tetapi melihat Indonesia sekarang cukup maju dibandingkan berberapa tahun lalu yang banyak terjadi pergolakan pada setiap lapisan masyarakat hal ini dapat terjadi mengapa ? salah satu faktornya yakni pada saat itu terjadi krisis karakter hal ini sangat penting bagi pondasi sebuah bangsa sehingga kemajuan tidaknya sebuah bangsa dapat ditentukan ada tidaknya karakter pada elemen bangsa Indonesia.

  14. Shiva Fauziah mengatakan:

    dengan keadaan dunia yang mengglobal seperti sekarang ini kemempuan berbahasa asing memang sangat di perlukan, namun kita bukanlah bangsa yang lupa pada kulitnya, lupa pada karakter atau jati diri bangsanya, jadi…. bulan bahasa adalah moment yang paling tepat untuk mengukuhkan kembali bahasa indonesia sebagai karakter bahasa bangsa!

  15. aji yudha pranata mengatakan:

    bangsa yang baik adalah suatu bangsa yang para penduduknya mampu menjaga persatuan dan kesatuan negaranya. Di sini bahasa indonesia yang berkedudukan sebagai bahasa nasional sangat berperan aktif dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan negara, yaitu sebagai bahasa penghubung antar daerah dimana di indonesia banyak sekali bahasa-bahasa daerah di setiap suku daerah. Dengan adanya bahasa indonesia maka antar suku-suku daerah di indonesia dapat berkomunikasi dengan mudah. Namun tak perlu di pungkiri bahwa bahasa internasional (bahasa inggris) juga sangat penting, karena dengan bahasa tersebut kita dapat berkomunikasi dengan negara-negara asing.

  16. arifa amalia mengatakan:

    bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi budaya dan bahasanya. namun, menjunjung tinggi budaya dan bahasa bukan hanya karena menginginkan menjadi bangsa yang besar. keinginan menjunjung tinggi budaya dan bahasanya didasarkan pada kesadaran bahwa budaya dan bahasa merupakan bagian dari jati diri kita sendiri. sehingga keinginan itu didasari atas keinginan untuk memperbaiki diri sendiri pula.
    Bahasa Indonesia: kenali, cintai!!

  17. Widhia Norrahayu mengatakan:

    Dengan adanya peringatan bulan bahasa, setidaknya dapat mengukuhkan kembali bahasa tercinta kita, bahasa indonesia. Sudah sepantasnya kita bangga kepada bahasa kita yang notabene adalah bahasa yang memunyai tulisan serta pengucapaan yang sama sehingga mudah dipahami. Selain membina bahasanya, kita juga harus membina penuturnya agar dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

  18. Ahmat Matori mengatakan:

    ya setuju dengan artikel dari pak Tomy, kita sebagai warga Indonesia harus bagga dengan bahasa Indonesia jangan sampai kita membanggakan bahasa lain. Caranya dengan menggunakannya dengan baik, santun, dan melihat situasi dan kondisi bahasa.

  19. Utami Ngudi Lestari mengatakan:

    Bahasa Indonsia adalah bahasa kebanggaan kita karena kita Bangsa Indonesia. Sudah selayaknya kita menjunjung tinggi Bahasa persatuan ini. Namun saya prihatin sekarang anak-anak Indonesia tampak lebih bangga menggunaan bahasa asing, bahkan tak sedikit yang menggunakan bahasa lebai/berlebihan yang sering dianggap bahasa gaul. Itu justru melecehkan Bahasa Indonesia. Semoga dengan adanya peringatan bulan bahasa ini, Bahasa Indonesia kembali menunjukkan jati dirinya.

  20. Pelupa mengatakan:

    Pernah mendengar selentingan : “Ah, buat apa masuk jurusan Bahasa Indonesia? Dari SD juga sudah belajar Bahasa Indonesia….”
    Seakan-akan sudah sangat ahli berbahasa Indonesia.
    Ingin saya bertanya balik : “Kalau begitu mana yang benar: ‘dan lain sebagainya’ atau ‘dan sebagainya’, ‘autentik’ atau ‘otentik’, ‘hembus’ atau ’embus’, ‘formal’ atau ‘formil’, ‘kompleks’ atau ‘komplek’, ‘nasihat’ atau ‘nasehat’? Apa arti kata: ‘acuh’? Bagaimana pengucapan ‘peka’? Lalu…..
    Bukannya saya merasa lebih pintar, tapi tidakkah terasa orang yang menyepelekan keberadaan bahasa Indonesia seperti ini juga menyepelekan bangsanya sendiri?

  21. Rame-Rame Tulis Komen Gara-Gara Pak Tommi. mengatakan:

    Mengukuhkan Bahasa Indonesia dengan mewajibkan mahasiswa yang diampu untuk membaca gagasan yang ditulis dosen pengampunya..ampuh juga.
    Hehe..

  22. Bunga Arum Nilamsari mengatakan:

    Penggunaan bahasa Indonesia di Indonesia merupakan hal yang mutlak dilakukan. Selain mutlak digunakan, hal yang perlu lebih ditekankan adalah penggunaan bahasa Indonesia haruslah baik sesuai konteks dan benar sesuai dengan tata bahasa Bahasa Indonesia. Hal ini karena Bahasa merupakan salah satu wujud kebudayaan yang wajib kita wariskan kepada anak cucu kita.

  23. winda Dewi Pusvita mengatakan:

    Benar ketika dikatakan bahasa Indonesia adalah bahas pemersatu, bayangkan saja kawan, ketika tak ada bahasa Indonesaia, jika berada di suatu daerah, missal orang Jawa berada di Kalimantan, dia tak menguasai bahasa Kalimantan, apabila diantara orang Jawa dan orang Kalimantan itu sama-sama menguasai bahasa Indonesia, maka akan terjadi komunikasi di antara mereka, itlah indahnya bahasa Indonesia. Merupakan ciri bangsa yang tak dimiliki oleh negara lain, hanya Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia. Sudah sepatutnya kawn, kita menjaga apa yang menjadi cirri bangsa kita, Indonesia adalah tempat tumpah darah kita, Indonesia beserta bahasanya adalah satu napas yang tak dapat dipisahkan. Aku cinta Indonesia, aku cinta bahasa Indonesia.

  24. Ahmad Syukron mengatakan:

    saya sependapat dengan pak tomi.

  25. Pendiyanto mengatakan:

    Super sekali Pak Tomi…kebetulan setelah wisuda sampai sekarang saya di riau pak, sedikit banyak saya sudah memahami kondisi sosio kultural masyarakat disini….begitu heterogen, beberapa suku bangsa hidup dan menetap disini….Jawa (transmigran, perantau/pendatang), Batak (pendatang), Minang (pendatang), Nias (pendatang), Melayu (penduduk asli). bisa dibayangkan kalau ndak ada bahasa pemersatu sedang mereka punya bahasa dan budaya sendiri-sendiri?…salam konservasi.

  26. wardah mengatakan:

    setuju pak!!!

  27. zaman mengatakan:

    mantab artikelnya pak Tommy,,,lebih sering menulis tentang perkembangan bahasa Indonesia Pak agar kami yang sudah lulus dapat terus mengikuti perkembangan dan pengembangan bahasa Indonesia..
    terima kasih..

  28. Gallant_Karunia mengatakan:

    “Harmonisasi interaksi antarwarga masyarakat Indonesia akan dapat dibina melalui bahasa Indonesia. Pembinaan sikap bahasa perlu didukung oleh manusia-manusia Indonesia secara keseluruhan dan terpadu”.
    Inilah yang menjadi problem paling krusial saat ini terkait kebahasaan Pak. Realita lebih menunjukan bahwa pemakaian bahasa indonesia lebih terkesan hanya sebagai identitas dan belum diresapi secara mendalam oleh penuturnya. Selain itu tingkat “kewibawaan” bahasa indonesia yang terkesan masih kalah di mata masyarakat semakin memperpuruk jati diri bahasa indonesia sebagai bahasa persatuan .Terkait penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar juga perlu mendapat perhatian. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti ungkapan bapak yakni “Harmonisasi interaksi antarwarga masyarakat Indonesia” akan lebih sulit tercapi hanya karena masalah tata kebahasaan. Pendidikan yang tepat , teladan yang kuat serta konsistensi mantap pemakaian bahasa indonesia hendaknya ditanamkan sedari dini , mengingat pondasi yang kokoh pasti akan mampu menopang beban yang berat, yakni beban untuk terus melestarikan bahasa indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa pemersatu dan yang paling penting adalah bahasa kebangaan rakyat indonesia.. Saya Bangga Berbahasa Indonesia Saya Cinta Bahasa Indonesia , Jayalah Indonesiaku !

  29. tommy yuniawan mengatakan:

    Sungguh luarbiasa apresiasi Bpk/Ibu/Saudara-saudara atas Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

  30. tommy yuniawan mengatakan:

    Selamat Memperingati Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2011.

  31. arya mengatakan:

    kita tidak perlu banyak komentar . . .
    Hal terpenting dalam negara ini yaitu, menghargai bangsa Indonesia di setiap kondisi.

  32. januardi mengatakan:

    Apakah Bahasa Daerah dapat merusak atau memperkaya bangsa indonesia..???

  33. Redy fahriza mengatakan:

    Mmmmm….. Apakah adan tahu contoh-contoh slogan adanya kedudukan bahasa indonesia? supaya bangsa bisa maju atas slogan yg anda buat. Setadaknya 10 buah lh.

  34. Al Ikrom Baihaqi mengatakan:

    Dimana Saya Bisa Mencari Artikel Yang Bisa memuat Tentang fungsi Bahasa Indonesia Sebagai perekat keretakan Bangsa…??
    Tolong Info Nya Yaa…..

  35. Apollo mengatakan:

    Globalisasi menuntut kita untuk bisa juga bertutur, menulis dan membaca dalam bahasa bangsa lain terutama Inggris. Kita mau tidak mau ‘harus’ memacu diri untuk bisa berbahasa asing, kendatipun dikit-dikit. Maklum, banyak text book kuliah ditulis dalam bahasa asing. Tanpa itu, kita akan tertinggal terus dari bangsa lain.
    Nasionalisme sih boleh saja, tetapi globalisasi secara tak tersadari memaksa kita untuk mendunia agar bisa bergaul dengan bangsa lain pada tataran internasional.

  36. Pratisti Widya Arindhi mengatakan:

    javaness is one of heritage of Indonesia, and I know very well
    why javanese is begining to disappear??
    firstly, because javanese is very dificult language (from letter and words). beside it, javanese is divided in 2 part, smooth (kromo inggil) and rough(ngoko)
    secondly, because javanese is just there in elementary school and middle school, not in high school, university or college..
    and the last, because there is an international language. in Asia, there is Chinese, in European there is German and French, and in the WORLD there is an English as international language..

    i know that we must keep Javanese, but i also know, i must, compete in international, i must study hard to learn international language and another foreign language

    AND this is my proof.. i know, when you read my comment, there was many mistake in the word, but i always try, try to speak, and write with English…

    thank’s

  37. Rismawati mengatakan:

    meskipun sekarang siswa banyak mengetahui atau mengenal bahasa dari negara lain, tetapi dengan adanya bahasa Indonesia siswa bisa menghargai dan mencintai bahasanya sendiri yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa Ibu mereka dan juga merupakan bahasa pemersatu berbagai suku di Indonesia.

Tinggalkan Balasan