Layanan Bimbingan Skripsi yang Lebih Baik


Layanan Bimbingan Skripsi yang Lebih Baik

Di kampus, kita sering jumpai mahasiswa yang duduk berjajar di depan ruang dosen dengan memangku naskah skripsi. Beberapa mahasiswa tampak ngantuk dengan tumpukan kertas di pangkuannya. Adapun lainnya tampak membuka laptop dengan pandangan mata yang serius ke arah monitor. Mereka menunggu giliran bimbingan dengan dosen.

“Nasib” baik jika dosen yang mereka tunggu ada di kantor dan siap memberi bimbingan. Namun tak jarang, mahasiswa harus menunggu tanpa kepastian kehadiran dosen. Dia tetap menunggu meski dalam kondisi serba tidak pasti. Mahasiswa ini menyampaikan telah mencoba telepon dosen, tapi tidak diangkat, mencoba sms tapi tidak dibalas.

Di sisi lain, banyak juga dijumpai mahasiswa yang justru “mengingkari janji” bimbingan skripsi dengan dosen pembimbing. Dosen telah siap membimbing di kampus, tapi mahasiswa tidak datang.

Dalam sebuah kesempatan, seorang dosen mengungkapkan kekecewaannya menghadapi “ulah” mahasiswa yang demikian. Kejadiannya kurang lebih berawal dari mahasiswa yang menghubungi dosen untuk meminta waktu agar dapat bimbingan. “Apakah saya bisa bimbingan hari ini?”. Karena sedang melakukan bimbingan, sang dosen menjawab “Silakan kalau mau bimbingan skripsi”.

Mahasiswa yang mestinya menjawab “Terima kasih Pak, saya siap bimbingan” atau sekedar “Siap, Pak”  justru menjawab “Maaf, Pak, posisi saya masih di rumah,” sambil menyebut nama kabupaten yang berjarak lebih dari 30 km.

Singkatnya, komunikasi mahasiswa dan dosen masih menyisakan persoalan sehingga mahasiswa belum memperoleh layanan terbaik. Kondisi ini dapat berakibat kurang baik, terutama akan menyebabkan berlarut-larutnya waktu mengerjakan skripsi.

Manfaatkan Teknologi

Hemat penulis, salah satu yang dapat dilakukan adalah menjaga, memperbaiki, meningkatkan komunikasi yang harmonis antara dosen dan mahasiswa. Mahasiswa sekarang ini banyak diuntungkan dengan perkembangan teknologi ponsel, gadget, dan sejenisnya. Teknologi ponsel mahasiswa saat ini memungkinkan mahasiswa telepon, sms, WA, bbm, line dan sejenisnya.

Bagian terpentingnya adalah, bagaimana pilihan komunikasi mahasiswa bisa klop dengan pililhan komunikasi dosen. Sekedar berbagi pengalaman, saat ini penulis menggunakan media bbm untuk berkomunikasi dengan semua mahasiswa bimbingan skripsi atau tesis. Dalam group bbm yang bernama “BIMBINGAN SKRIPSI TESIS” penulis berinteraksi dengan seluruh mahasiswa yang penulis bimbing, baik untuk skripsi maupun tesis. Alhamdulillah selama ini penulis merasa komunikasi dengan mahasiswa amat nyaman dengan media tersebut.

Mahasiswa akan selalu memonitor jadwal bimbingan yang akan penulis informasikan di group ini. Frekuensi bimbingan dalam seminggu penulis sesuaikan dengan jumlah mahasiswa yang belum dapat terlayani. Jumlah mahasiswa yang belum terlayani akan dapat diamati dengan indikator jumlah mahasiswa yang “tunjuk jari” minta bimbingan.

Jika dalam sebuah tawaran jadwal bimbingan, jumlah mahasiswa yang “tunjuk jari” hanya dua orang atau satu orang, ini pertanda sudah tidak ada mahasiswa yang tidak terlayani. Tapi jika mahasiswa yang “tunjuk jari” langsung “mak brull” ada 10 orang, itu pertanda banyak mahasiswa yang antri belum terlayani. Saatnya frekuensi jadwal bimbingan ditambah.

Layanan bimbingan semacam ini patut ditempuh sebagai cara mengakselerasi capaian akademis pada Dies Natalis ke-50 Unnes. Saatnya semua civitas akademika Unnes berkarya, mengabdi dengan memberikan layanan terbaik bagi para pemangku kepentingan. Semoga berkah dan bernilai ibadah.

— Dr Muhammad Khafid MSi, dosen Fakultas Ekonomi (FE) Unnes

12 komentar pada “Layanan Bimbingan Skripsi yang Lebih Baik

  1. Super sekali pak Khafid…Alhamdulillah sdh sejak th lalu sy juga manfaatkan Grup WhatsApp utk komunikasi dengan bimbingan. Memang betul pak sangat efisien drpd kita menjawab sms satu per satu.

  2. 2 kata untuk pak Khafid “bersyukur + maturnuwun” bersyukur dan maturnuwun dibimbing beliau yang selalu open , update di grup bimbingan sehingga selalu ada progress untuk tahapan dalam setiap tahapan dalam proses tesis saya, terutama kemudahan dalam bertemu dan berkonsultasi. Maturnuwun untuk setiap advice, motivasi dan materi yang diberikan kepada saya, karena saya mahasiswa yang terbatas. Tapi bimbingan beliau mengatasi keterbatasan saya.

  3. Semoga semua dosen bisa mengikuti cara berinteraksi dengan mahasiswa bimbingannya seperti yang pak Khafid lakukan.
    Karena ketika saya bercerita kepada teman-teman tentang jadwal bimbingan yang di update di bbm, mereka sangat terkesan dan sangat ingin juga dosen pembimbingnya dapat melakukan update jadwal bimbingan seperti yang pak Khafid lakukan.
    Alhamdulillah saya dapat lulus di semester 7 karena selalu mendapatkan pelayanan jadwal bimbingan yang baik oleh pak Khafid, waktu yang teratur dan pasti, sehingga lebih efektif dan efisien memanage waktu mengerjakan skripsi dan selalu semangat.. :)

  4. Jika semua dosen kaya pak Khafid…kemungkinan mahasiswa lulus tepat waktu akan lebih banyak, akan tetapi sayangnya tidak semua dosen seperti pak khafid. Banyak dosen yang “tidak mau di sms maupun di telepon”. Jika mau bimbingan ya harus menanti “sak legone atine pembimbinge”. Dan jika itu yang terjadi maka kita hanya bisa “bersabar dan berdo’a”. Kita hanya berharap, semoga semua dosen punya pemikiran yang sama dengan pak Khafid, amin.

  5. Setuju sekali dengan Dr. Muhammad Khafid, S.Pd., M.Si. Kita memang sudah sepantasnya memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini untuk efisiensi waktu. Bukankah teknologi memang diciptakan untuk memudahkan manusia dalam menjalankan aktivitasnya?

  6. Cara yang digunakann Pak Khafid menurut saya bagus. Dosen mau berbuat lebih untuk membimbing mahasiswa. Terima kasih Pak. Menurut saya, ada cara lain untuk mengantisipasi mahasiswa yang tidak mempunyai BBM. Seperti Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang di tempat saya belajar, juga mempunyai layanan bimbingan skripsi yang sejauh ini menurut saya bagus diterapkan, yaitu dengan membuat jadwal bimbingan setiap dosen lengkap dengan jam bimbingan. Ini mempermudah mahasiswa menemui dosen. Mahasiswa tinggal mengatur waktu bimbingan (semakin cepat datang ke kampus maka semakin cepat bertemu dengan dosen untuk bimbingan). Selain itu (selain layanan dari unnes.ac.id juga), ada grup di Facebook untuk memberikan segala informasi tentang Prodi (seperti pengumuman daftar topik skripsi berserta nama dosen pembimbing bahkan juga lowongan pekerjaan dari alumni maupun dosen). Selamat mengabdi dosen civitas akademika Unnes. Mengamini harapan Pak Khafid, semoga berkah dan bernilai ibadah.

  7. fasilitas untuk komunikasi makin canggih dan bisa di gunakan untuk berbagai macam hal kembali lagi kepada dua belah pihak untuk bisa saling berinteraksi baik dari dosen atau mahasiswa. salut pak hafid semoga bisa menjadi acuan untuk keduanya. dan unnes makin maju. salam

  8. Tulisan yang bagus Pak Khafid. Kadang kita harus selalu menyesuaikan perkembangan teknologi. Tetapi prinsipnya adalah pelayanan mahasiswa harus utama.

  9. Semoga sistem yang diterapkan oleh Pak Khafid bisa dijadikan acuan dan dapat diterapkan oleh dosen pembimbing yang lain. Agar baik mahasiswa maupun dosen bisa saling bekerjasama dalam hal bimbingan dan tidak menimbulkan misscomunikasi yang dapat menyebabkan kesalahpahaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X