Webminar Pasca Sarjana : Reorientasi Kebijakan dan Penyelenggaraan Pendidikan di Indonesia Pasca Pandemi Covid 19

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 10:54 WIB


Webminar Pasca Sarjana : Reorientasi Kebijakan dan Penyelenggaraan Pendidikan di Indonesia Pasca Pandemi Covid 19

Pandemi Covid 19 yang telah merebak sejak awal tahun ini telah berdampak signifikan pada semua aspek kehidupan yang ada, tak terkecuali dunia pendidikan. Dinamika yang muncul, di satu sisi kualitas kuantitas pendidikan tetap harus terjamin dan disisi lain kesehatan tetap harus terjaga. Mendasari fenomena ini, Pasca Sarjana UNNES mengadakan Webminar dengan tema Reorientasi Kebijakan dan Penyelenggaraan Pendidikan di Indonesia Pasca Pandemi Covid 19, Sabtu (17/10).

Webminar yang disiarkan langsung di kanal Youtube Unnes menghadirkan satu Pembicara Utama yaitu Prof Ainun Naim Phd Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diawikili Prof Dr Muhammad Rifan  ST MT Staf Ahli Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Fathur Rokhman MHum Rektor UNNES Sekaligus Pembicara Kunci dan  lima pembicara yaitu Dr Santi Ambarrukmi  M Ed Direktur Pendidikan profesi dan pembinaan  Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud RI, Prof Dr Agus Nuryatin MHum Direktur Pascasarjana UNNES, Prof Dr Syihabuddin  MPd Direktur Sekolah Pascasarjana UPI, Dr Hari Wulyanto  MSi  Kabid  PSMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Provinsi Jateng, dan Dr Wahyu Tri Astuti MPd  Kepala SMA N 1 Susukan Kabupaten Semarang.

Prof Dr Fathur Rokhman MHum dalam pidatonya  menyampaikan bahwa UNNES dalam menghadapi Era Disrupsi dan  Pandemi Covid 19 sebagai bagian dari disrupsi  harus mampu menghadapinya melalui Kepemimpinan Bertumbuh yang tangguh.  Hal ini terwujud dengan adanya inovasi penyelenggaraan pendidikan pada Masa Pandemi yaitu UNNES membangun pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Penyiapan PTNBH dan LPTK rujukan Berkelas Dunia. Disamping inovasi teknis perkuliahan di masa pandemi dan adaptasi cepat terhadap new normal, imbuhnya.

Hal senada disampaikan juga oleh Prof Dr Muhammad Rifan  ST MT bahwa di masa pandemi  kementerian pendidikan dan kebudayaan berprinsip kesehatan dan keselamatan para pelaku pendidikan merupakan prioritas utama dalam menetapkan pembelajaran dan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial juga menjadi pertimbangan dalam pemenuhan layanan pendidikan selama pandemic. Dan sarana prasarana era kecanggihan teknologi menjadi hal lumrah untuk digunakan seoptimal mungkin.  Yang terpenting adalah etika akademik menjadi fokus utama dan terpenting dalam pendidikan berbasis teknologi ini seperti contoh plagiarisem imbuhnya.

Webminar yang diikuti oleh hampir seribuan peserta dilaporkan oleh Direktur Pascasarjana  Prof Dr Agus Nuryatin MHum  sekaligus menyampaikan Pascasarjana telah melakukan semua kegiatan melalui online seperti contoh adalah penerimaan mahasiswa melalui daring, wisuda daring dan juga ujian tesis disertasi pun melalui mekanisme daring. Terlepas dari segala kelebihan dan kelemahan sistem daring memang perlu pembenahan dan cek n ricek. Hal ini pun dirasa oleh para guru, dimana sejak pandemi hampir 91% sekolahan di dunia tutup (data Unesco) data ini disampaikan oleh Dr Santi Ambarrukmi  MEd Direktur Pendidikan profesi dan pembinaan  Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud RI, ditambahkannya hikmah dari adanya pandemi guru bisa melakukan pembelajaran daring dengan perangkat baru, membangun kesadaran orang tua bahwa tugas guru sulit sehingga menimbulkan empati antar guru orangtua, belajar beradaptasi dengan cepat terhadap hal baru dan semuanya ini muaranya adalah gotong royong sehingga semua tantangan dapat dilalui.

Prof Dr Syihabuddin  MPd Direktur Sekolah Pascasarjana UPI menyampaikan juga bahwa tantangan pandemi di dunia pendidikan  efektif jika guru dapat memahami dan melaksanakan  interdisipliner antar ilmu yang ada yang saling melengkapi. Interdisipliner sangat penting karena juga menjadi indikator kualitas kelulusan bagi mahasiswa s2 dan s3 UPI dimana beliau memimpin sekolah pascasarjana sehingga lulusan UPI menjadi Multitalent. diharapkan output yang didapat dari interdisipliner ini adalah guru yang cendekiawan ucapnya.

Diakhir webminar penyampaian materi dari pembicara, para peserta diperkenankan bertanya kepada masing-masing pembicara agar permasalahan di lapangan yang para peserta temui bisa diberikan solusi dan jawaban dari ahlinya.h7


DIUNGGAH : Landa Akbarta
EDITOR : Sihono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

X