Webminar Nasional UNNES, Menpora: Kita Harus Optimis Membangun Harapan Besar Untuk Olahraga

Senin, 18 Mei 2020 | 17:29 WIB


Webminar Nasional UNNES, Menpora: Kita Harus Optimis Membangun Harapan Besar Untuk Olahraga

Universitas Negeri Semarang (UNNES) Sukses menyelenggarakan Webinar Nasional dengan tema ‘Olahraga di Tengah Puasa dan Pandemi Covid-19: Sehat, Sportivitas dan Leadership’ dengan  narasumber Menteri Pemuda dan Olahraga  Dr H Zainudin Amali MSi, Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman, Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho, dan Rektor UNESA Prof Dr Nur Hasan dengan  dipandu oleh Prof Dr Tandiyo Rahayu selaku Dekan FIK UNNES. Terdaftar 1.102 peserta dalam Webminar Nasional yang berlangsung Senin, 18/5.

Melalui paparannya Menteri Pemuda dan Olahraga  Dr H Zainudin Amali MSi  membahas eksistensi aktifitas olahraga di saat pandemi korona dan bagaimana kelanjutan pasca recovery. Disampaikan Menpora lebih dari 200 negara  mengalami pandemi korona termasuk Indonesia. Masing-masing negara berusaha dengan cara sendiri-sendiri untuk mengatasi pandemi ini. Kegiatan olahraga memiliki pengaruh pada kehidupan sosial dan perekonomian.

“Pandemi ini berdampak pada kehidupan masyarakat baik dibidang ekonomi, sosial, dan kehidupan kemasyarakatan lainnya berubah. Pandemi korona terpengaruh terhadap berbagai aspek, di bidang ekonomi banyak karyawan kena PHK, dalam sosial kita  lakukan berjarak, kita kerja belajar beribadah dari rumah. Korona  juga berdampak pada bidang olahraga, baik olahraga untuk kebugaran maupun prestasi. Olahraga masyarakat banyak terhenti, pelaksanaan pelaknas juga berhenti. Berhentinya  olahraga berdampak ekonomi yang menyertaniya  turut terhenti. Di saat normal kegiatan olahraga merupakan sarana untuk interaksi sosial masyarakat dan juga sebagai sektor yang menopang kehidupan ekonomi para pelaku utama maupun penunjang dalam kegiatan olahraga baik amatir maupun professional. Kita berpatokan pada kebijakan pemerintah, bila sudah ada kelonggaran,  baru kita akan mulai. Saya lebih mengutamakan keselamatan kesehatan atlit dan pelatih,” kata Dr Zainudin Amali

Lebih lanjut Menpora  menyampaikan perlunya  optimis membangun harapan besar untuk olahraga,  kegiatan olahraga akan  dimulai setelah pandemi berlalu atau  mulai sekarang melalui protokol kesehatan.

“Harus ada  optimis membangun harapan besar untuk olahraga.  Segera kita carikan solusi, karena olahraga juga terkait roda perokomian di dalamnya.  Kita mencarikan cara untuk mengatasinya sembari mencarai cara untuk memutar roda olah raga. Tahun 2021 ada banyak agenda olah raga seperti Piala Dunia FIFA U-20, Haornas, PON dan Peparnas, Word Beach Games, Popnas, Asian Youth Games. SEA Games dll.  Saya mengajak, kita harus punya optimis punya harapan, kita tidak bisa diam diri. Saat ini harus dijadikan momentum untuk mempersiapkan dan merencanakan pelaksanaan kegiatan olahraga dalam tatanan kehidupan sosial yang baru nanti. Pandemic  korona tidak mungkin akan hilang 100% seperti demam berdarah atau malaria,” lanjut Menpora

Dr Zainudin Amali juga menyinggung tentang perlunya grand desain untuk menciptakan prestasi.  Untuk meningkatkat prestasi diperlukan kebugaran masyarakat. Bila masyarakat bugar saat mudah untuk mencari  talenta untuk memperoleh prestasi.

“Kita harus menyiapakan sports science untuk menciptakan generasi prestasi. Sebagai Menpora  yang akan saya lakukan adalah membuat pondasi keolahragaan kita semakin kuat. Kalaun pondasi kita kokoh maka prestasi akan meningkat. Kita harus optimis dan membangun-harapan besar ke depan,” kata Menpora Dr Zainudin Amali.

Narasumber Ketua MRPTNI sekjaligus  Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho MHum, mengajak untuk mewaspadai lima ganguan kesehatan saat puasa, yaitu dehidrasi, peningkatan asam lambung, kelelahan, batuk, dan sembelit. Menurutnya  olahraga merupakan produk budaya dan bagian dari peradaban umat manusia,  olahraga dilakukan  berbagai kalangan, olahraga juga bermanfaat bagi pelaku, masyarakat, bangsa, dan umat manusia. Mengutip United Nations, Prof Jamal menyampaikan olahraga adalah semua bentuk aktivitas fisik yang berkontribusi pada kebugaran fisik, kesejahteraan mental, dan interaksi sosial. Prof  Jamal juga menyampaikan Rekomendasi WHO tentang berbagai aktifitas olahraga dan manfaatnya.

“Aktifitas fisik untuk usia 5-17 tahun setidaknya 60 menit/hari dan melakukan intensitas olah raga untuk memperkuat otot dan tulang setidaknya 3 kali/minggu. Untuk usia 18-64 tahun aktivitas fisik aerobik intensitas sedang minimal 150 menit /minggu, atau  intensitas tinggi  minimal 75 mnt /minggu, atau kombinasi aktivitas sedang dan kuat. Usia 65 Tahun ke atas diharapkan melakukan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang 150 menit/minggu, atau intensitas tinggi minimal 75 menit/mimggu, atau kombinasi  setara aktivitas sedang dan kuat.

Rektor UNESA Prof Dr Nurhasan MKes  dalam paparannya menekankan pentingnya latihan fisik untuk kebugaran dan imunitas tubuh. Menurutnya cara menjaga imunitas adalah dengan makan minum  yang bergizi dan bervitamin, istirahat yang cukup, berjemur dan aktifitas fisik.

“Pada saat ini aktifitas fisik untuk meningkatkan imunitas harus mengikuti panduan yang ada, seperti cek wilayah sekitar rumah, pastikan  kondisi tubuh fit dan bugas, jaga jarak, pakai masker, tidak menyentuh benda sekitar, dan sesuai kemampuan fisik. Saya merekomendasikan agar latihan olahraga dilakukan dengan focus, terukur, berkelanjutan, dan yang terpenting menyenangkan. Agar sehat lahir batin, berolahraga harus dengan hati yang gembira. Olahraga dapat dilakukan dengan sarana sederhana dan dilakukan dengan bahagia,” pungkas Prof  Nurhasan.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan relevansi olahraga dan kepemimpinan. Dalam olahraga mengalir nilai kepemimpinan yang sangat kuat. Olahraga dapat memupuk nilai-nilai bagi kepemimpinan.

“Prinsip Kepemimpinan bertumbuh yaitu menumbuhkan benih kepemimpinan, memperkuat pohon kepemimpinan, merangkai jejaring pohon kepemimpinan, pohon kuat menghadapi badai, dan menyemai tunas kepemimpinan. Prinsip kepemimpinan bertumbuh selaras dengan nilai-nilai dalam olahraga seperti membangun jiwa raga sehat, cerdas, seportif. Berbagai pengalaman yang saya rasakan dalam pencak silat ada seni, ketangguhan dan keuletan, Bermain Catur melatih strategi dan antisipasi langkah ke depan, golf cocok untuk membangun karakter pribadi dan media lobi, berkuda berlatih pengendalian dan ketangkasan, tenis untuk sehat, bersahabat, adaptif di era diruptif,” ujar Prof Fathur Rokhman.

Webinar Nasional juga dihadiri oleh special guests yaitu Forum Dekan Fakultas Keolahragaan Indonesia dan Asosiasi Profesor Keolahrgaan Republik Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh Dosen, Guru, Mahasiswa, Pecinta dan pemerhati olahraga seluruh Indonesia. Peserta mengikuti melaui join Zoom dan melalui live youtube UNNES.

 

 


DIUNGGAH : Muhamad Burhanudin
EDITOR : Muhamad Burhanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

X