Wagub: Nyong Ora Bisa Nyambutgawe Dhewek

Selasa, 24 September 2013 | 11:21 WIB


Wagub: Nyong Ora Bisa Nyambutgawe Dhewek
sigit/panitia selasa legen

Dari kiri: Dr Teguh Supriyanto, Wagub Jateng Drs Heru Sudjatmoko MSi, Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum.

Seorang pemimpin tidak bisa bekerja sendirian dalam mengelola tata pemerintahan. Ia harus senantiasa didukung oleh masyarakat.

“Inyong ora bisa nyambutgawe dhewekan, kudu didukung kabeh, masyarakat Jawa Tengah,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs Heru Sudjatmoko MSi, saat sarasehan budaya Selasa Legen ke-46, di serambi auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes) kampus Sekaran.

Setiap warga yang hidup dalam masyarakat, kata Heru, wajib untuk saling tolong-menolong dan jangan merasa paling punya pengaruh. “Memperlakukan orang lain seperti diri sendiri adalah bukti penghargaan kita kepada orang lain,” katanya, pada sarasehan bertema “Blakasuta ing Tradisi Banyumasan” itu.

Pria kelahiran 13 Juni 1951 itu juga mengatakan, blakasuta merupakan tradisi yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Banyumas. Blakasuta berarti berbuat dan berujar apa pun tanpa dibuat-buat.

“Orang Bayumas terkesan ceplas-ceplos, tetapi itulah kami yang penuh dengan keterbukaan dan apa adanya,” kata Heru di hadapan ratusan pemerhati budaya.

Sarasehan dihadiri pula oleh beberapa pejabat struktural provinsi Jawa Tengah, dekan, dosen, dan mahasiswa Unnes. Wisnu Suhardono, tokoh banyumasan yang sebelumnya dijadwalkan mengisi sarasehan, berhalangan hadir. Begitu pula Prof DYP Sugiharto yang sedianya menjadi moderator digantikan oleh Dr Teguh Supriyanto MHum, dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa FBS Unnes.

Selaras dengan Heru, Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengatakan, blakasuta bukan hanya mawujud dalam ucapan, tetapi juga dalam laku hidup. “Pada ranah yang lebih luas, nilai-nilai budaya Banyumas, salah satunya blakasuta, mampu memberi sumbangsih kepada pembangunan Jawa Tengah agar lebih sejahtera,” kata Prof Fathur.

Ketua Pakumpulan Paguyuban Karawitan Jawa-Indonesia (Pakarjawi) Sutikno mengungkapkan, Selasa Legen konsisten diselenggaran Pakarjawi dan Unnes sebagai upaya menggali isu-isu budaya di tengah realita global. “Konsistensi ini membuat kami dipercaya oleh Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya untuk menyelenggarakan sejumlah kegiatan pengembangan budaya hingga akhir tahun ini,” kata Kepala Biro Administrasi Perencanaan dan Keuangan (BAPK) Unnes itu.


DIUNGGAH : Dhoni Zustiyantoro Dibaca : 1.565 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *