Internasionalisasi Universitas, Harus Kuat dari Dalam

Selasa, 18 September 2012 | 15:11 WIB


Internasionalisasi Universitas, Harus Kuat dari Dalam
SIHONO/HUMAS

Untuk mewujudkan Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional (world class iniversity) terlebih dahulu harus melakukan pembenahan secara internal sehingga kuat dari dalam.

Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo menandaskan hal itu saat memberikan arahan pada pembukaan Focus Group Discussion (FGD) “Implementasi Rencana Induk Pengembangan Unnes untuk Mewujudkan Unnes sebagai Perguruan Tinggi Bertaraf Internasional (World Class University)”, Selasa (18/9), di rektorat kampus Sekaran.

“Salah satu cara menuju world class iniversity adalah upaya internasionalisasi aspek tridarma perguruan tinggi. Lihatlah kembali dokumen rencana induk pengembangan Unnes 2010-2034 yang telah menjadi Peraturan Rektor Nomor 38 Tahun 2011 sebagai acuan bagi seluruh sivitas akademika dalam perencanaan dan implementasi jangka panjang dan pedoman tata kelola yang belum komprehensif untuk dicermati, dikritisi, dirumuskan, dan membuat pedoman yang releven,” kata Prof Sudijono Sastroatmodjo.

Rektor mengimbau, setiap Unit-unit dan fakultas harus mampu dan mau memberikan kontribusi kepada lembaga ini. Bahkan kalau bisa, mulailah sekarang mengubah diri untuk membangun ke “dalam” dan mengurangi kegiatan “keluar”. “Niscaya dengan begitu menuju world class university bisa terlaksana.”

Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama Prof Fathur Rokhman sebagai narasumber memaparkan tentang strategi inernasionalisasi Unnes melalui perekrutan mahasiswa asing dengan program non-degree dan degree S1, S2, S3 dan nonbeasiswa pemerintah Indonesia atau mandiri.

Hal senada juga diungkapkan Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Agus Wahyudin. Dia mendeskripsikan strategi implementasi rencana induk pemngembangan 2010-2034 dengan percepatan pencapaian visi internasional dalam gambar rumah, yakni fondasi konservasi, dinding sutera (sehat, unggul, dan sejahtera), dan atap internasionalisasi. “Mustahil bisa mencapai WCU jika tidak ditopang dengan fondasi dan pilar-pilar yang kukuh,” tandasnya.

Deddy Rustiono MSi, ketua pelaksana kegiatan mengatakan, FGD ini diselenggarakan sebagai kolaborasi Bidang Kerja Sama dengan Bidang Perencanaan dan Sistem Informasi. Kegiatan diikuti para pembantu dekan I, kepala biro, sekretaris lembaga, Direktur Pascasarjana, ketua badan, dan kepala unit pelaksanan teknis di Unnes.


DIUNGGAH : Sihono Dibaca : 3.150 kali
EDITOR : Sucipto Hadi Purnomo

2 komentar pada “Internasionalisasi Universitas, Harus Kuat dari Dalam

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *