Unnes Kirim Pelampung untuk SM-3T

Sabtu, 8 Desember 2012 | 18:25 WIB


Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengirimkan pelampung untuk para Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) yang sedang bertugas di Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Bantuan serupa juga diberikan kepada mereka yang bertugas di Kabupaten Manggarai dan Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebagaimana dilansir Kompas.com, bantuan disampaikan oleh Kepala Pusat Hubungan Masyarakat Unnes Sucipto Hadi Purnomo, Kamis (6/12) malam, di SMA Bina Bangsa Blangbintang, Aceh Besar. Bantuan berupa 18 paket pelampung itu untuk 17 sarjana mendidik yang bertugas di Pulau Beras (sisi barat Pulau Sabang) dan seorang di Pulau Nasi.

Avriandi, yang bertugas di SD Laping, Pulau Beras, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar mengemukakan, untuk sampai ke Banda Aceh, dia harus menumpang boat dengan perjalanan selama empat jam di perairan Samodera Hindia. “Saat seperti ini, gelombang tinggi, sampai-sampai tadi air hampir masuk boat,” kata lulusan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) ini.

Avriandi juga bercerita, di SD Laping yang memiliki enam kelas dengan total 29 siswa, dia setiap hari harus mengajar hanya dengan seorang guru wiyata bakti. “Dalam satu ruang, saya mengajar tiga kelas sekaligus, kelas IV, V, dan VI,” katanya seraya menambahkan, hal serupa juga dilakukan oleh sejumlah SM3T lainnya di pulau yang memiliki banyak pantai indah itu.

Avriandi merupakah salah satu dari 73 sarjana yang dikirimkan Unnes ke Aceh Besar. Setahun di tempat pengabdian, mereka melakukan tugas kependidikan, termasuk terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan. Awal November lalu, Unnes mengirimkan 222 sarjana pendidikan ke berbagai wilayah yang tergolong 3T, setelah tahun sebelumnya mengirimkan 294 orang. Ke-249 orang itu, dua minggu setelah penerjunan angkatan II, ditarik kembali ke kampus untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan biaya penuh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Saat menyerahkan bantuan, Sucipto mengingatkan para peserta untuk senantiasa berhati-hati dalam menjalankan tugas. “Cukuplah peristiwa yang dialami oleh teman-teman kita dari UPI (Universitas Pendidikan Indonesia Bandung) yang tenggelam saat menyeberangi kali menjadi kejadian terakhir. Pelampung ini merupakan tanda pengingat agar para SM-3T senantiasa menjaga kehati-hatian itu,” katanya mengutip pesan Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo.

Sucipto juga menyebut, kehadirannya untuk memastikan bahwa kehadiran para sarjana itu tepat sasaran. “Selain itu, mereka benar-benar sudah mendapatkan biaya hidup per bulan dan memperoleh asuransi kesehatan,” katanya.


DIUNGGAH : Rochsid Tri HP Dibaca : 3.721 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

10 komentar pada “Unnes Kirim Pelampung untuk SM-3T

  1. Quote, “Cukuplah peristiwa yang dialami oleh teman-teman kita dari UPI (Universitas Pendidikan Indonesia Bandung) yang tenggelam saat menyeberangi kali menjadi kejadian terakhir.”
    #merinding, surga adalah balasan yang setimpal untuk mereka. Tak boleh tidak.
    #dan inilah pejuang sesungguhnya.

  2. Bantuan pelampung dari UNNES juga sudah sampai di Kab. Manggarai, 2 paket pelampung untuk kawan yang mendapat penugasan di Pulau Mules, Satarmese Barat dan di Lemarang, Reok Barat. Bantuan disampaikan oleh Bpk Sukirman. Beliau juga sempat melakukan monitoring ke SDI Lokom, yang terletak di kaki bukit Lokom, setekah berjalan kaki 2 jam, naik bukit, melewati 2 sungai, sampai di lokom disambut dengan upacara adat.

  3. Saya, salah satu dari orang tua peserta SM-3T yang bertugas di Pulo Aceh mengucapkan terima kasih atas bantuan pelampungnya pak, semoga dengan bantuan itu menambah semangat anak-anak yang betugas di pulo aceh, dan kamipun semakin tenang. untuk anakku, sabar dan semangatlah dalam melaksanakan tugas suci, bapak-ibu dan adik-adik selalu mendo’akanmu

  4. mohon informasinya untuk rencana pendaftaran sm3t 2013 kira-kira dibuka bulan apa dan berapa jumlah yang diterima di unnes.
    trimakasih.

  5. Saya SM-3T angkatan 2012, penempatan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kami berharap untuk semua SM3T yang berada di pulau mendapat perahu. Dan juga harap diperhatikan tunjangan untuk setiap daerah sasaran, tidak seharusnya di pukul rata untuk semua SM-3T. Karena biaya hidup di daerah sasaran berbeda, apalagi di daerah kepulauan. Mohon dari dikti memperhatikan hal ini. Atas tanggapan dan perhatiannya kami mengucapkan terima kasih. Salam MAJU BERSAMA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X