UNNES Kembali Laksanakan Program “Profesor Go to School”

Rabu, 8 Maret 2017 | 15:43 WIB


UNNES Kembali Laksanakan Program “Profesor Go to School”
SETYO/HUMAS

Universitas Negeri Semarang (UNNES)  kembali melaksanakan program profesor mengajar di sekolah atau yang dulu akrab disebut Profesor Go to School. Rapat penentuan waktu pelaksanaan dengan kepala kekolah dilakukan pada, Rabu (08/3), di Gedung LP3 UNNES.

Koordinator  Program Profesor Go to School, Prof Dr Mungin Eddy Wibowo mengatakan, program ini dilaksanakan untuk mencurahkan gagasan ke sekolah, untuk kemajuan murid dan guru dalam proses belajar mengajar. UNNES sebagai salah satu LPTK mempunyai tanggung jawab untuk hal tersebut.

Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan Ketua BP2MK dari 5 kabupaten/kota, yaitu Kendal, Batang, Kota Semarang, Kabupaten Semarang serta para professor  UNNES.

Program Profesor Goes to School akan dimulai pada bulan Maret 2017. Prof Mungin menyampaikan, profesor di UNNES akan melakukan pendampingan dalam bentuk fasilitasi, pelatihan, dan pemodelan. Oleh para guru, mereka juga dijadikan teman berkonsultasi dan diskusi untuk membangun strategi pembelajaran, etika dan moral sekolah.

Saat membuka acara Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menambahkan, program ini telah dilaksanakan pada awal tahun ajaran 2013/2014 di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, yakni Kota dan Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Demak.

Menurutnya program ini tidak hanya melakukan pendampingan terhadap proses belajar mengajar tetapi juga akan melakukan pendampingan kepada kepala sekolah untuk membangun manajemen sekolah yang lebih baik.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang dalam hal ini diwakili Seksi SMA, SMK dan SLB Hari Puryanto , pihaknya memuji langkah UNNES dalam mengawal peningkatan mutu pendidikan yang lebih baik. Menurutnya, inovasi pembelajaran yang mempunyai metodologi bagus akan fokus pada peningkatan mutu Guru dan Siswa dalam proses belajar mengajar di sekolah.

ketua LP3 UNNES Dr Abdurahman  menjelaskan, para profesor yang mengajar ke sekolah akan mendorong para guru untuk berpikir terbuka, sesuai dengan tujuan pelaksanaan pembelajaran yang kreatif dan inovatif.


DIUNGGAH : Setyo Yuwono Dibaca : 469 kali
EDITOR : Rahmat Petuguran

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *