UNNES Jajaki Kerja Sama Penelitian dengan USSH Vietnam

Selasa, 2 Agustus 2016 | 15:36 WIB


UNNES Jajaki Kerja Sama Penelitian dengan USSH Vietnam
HUMAS/DOK.

Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (UNNES)  dan Faculty of History, University of Social Sciences and Humanities (USSH) Vietnam National University Ho Chi Minh City sepakat untuk bekerja sama di bidang tri dharma perguruan tinggi.

Kesepakatan ini dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani di kampus USSH, Ho Chi Minh City Kamis (28/7) lalu. Penandatanganan dilakukan oleh Dekan Faculty of History USSH, Assoc. Prof. Nguyen Ngoc Dung, Ph.D., dan Ketua Jurusan Sejarah FIS Unnes Dr. Hamdan Tri Atmaja, M.Pd.

USSH merupakan salah satu bagian dari sistem Vietnam National University di Ho Chi Minh City yang telah berdiri sejak 1955. Sampai saat ini, USSH telah memiliki 28 Fakultas, salah satunya adalah Fakultas Sejarah. Di sana terdapat pula Fakultas Kajian Oriental (Faculty of Oriental Studies) yang memiliki Jurusan Kajian Indonesia.

Delegasi Jurusan Sejarah FIS Unnes yang berkunjung ke USSH berjumlah 18 orang dosen dan karyawan. Dalam kesempatan itu, wakil rektor USSH Dr Nguyen Khac Canh menyambut baik kedatangan Unnes.

Ia mengharapkan bahwa Unnes dapat menjadi mitra strategis untuk mewujudkan kesepahaman antarwarga di Asia Tenggara dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dalam sesi perkenalan, pihak USSH sangat mengapresiasi visi Unnes sebagai universitas konservasi yang dipaparkan oleh Dr. YYFR Sunardjan.

Setelah penandatanganan MoU, kedua belah pihak berdiskusi untuk membahas detail kerjasama. Diskusi antara Unnes dan USSH menghasilkan tiga hal penting. Pertama, ke dua pihak sepakat untuk melakukan peningkatan penelitian bersama dalam bentuk sejarah komparasional antara Indonesia dan Vietnam.

Kedua, disepakati adanya program peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam bentuk visiting lecturers maupun pertukaran mahasiswa. Ketiga, adanya kesepakatan untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, terutama upaya menjadikan jurnal Paramita menjadi jurnal internasional.


DIUNGGAH : Rahmat Petuguran Dibaca : 767 kali
EDITOR : Rahmat Petuguran

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *