Selesaikan Masalah Pendidikan UNNES Gandeng PT Charoen Pokphand Jaya

Senin, 13 Maret 2017 | 10:48 WIB


Selesaikan Masalah Pendidikan UNNES Gandeng PT Charoen Pokphand Jaya
Humas / Dok

Kepala Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat LP2M UNNES DR Isti Hidayah dan Manager PT Charoen Pokphand Endang Fuad saat berkunjung di Desa Parereja, Sabtu (11/03).

Pendidikan yang diupayakan pemerintah sebagai usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, dirasakan belum optimal jika melihat masih banyak anak di Desa Parereja Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes yang putus sekolah.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang (UNNES) DR Isti Hidayah mengatakan hal itu ketika berkunjung di Desa Parereja, Sabtu (11/03). Selain tim LP2M UNNES, hadir pula tim Corporate social responsibility (CSR) PT Charoen Pokphand Jaya.

Menurutnya, UNNES akan berupaya memecahkan secara estafet, karena semua butuh proses yang harus diikuti. “Mudah-mudahan bisa berhasil terutama untuk usulan intervensi UNNES dengan melibatkan Perguruan Tinggi di Brebes dan pihak CSR PT Charoen Pokphand Jaya,” kata Isti.

Menanggapi hal itu, Manager di PT Charoen Pokphand Endang Fuad mengatakan, siap bersama-sama dengan UNNES memajukan Desa Parereja.

“Desa ini adalah wewenang CSR kami, sehingga jika ada usulan terbaik untuk kemajuan masyarkat desa, kami siap menindaklanjuti,” ujarnya.

Menurut Kepala Desa Parereja Wakim, masih adanya anak yang tidak sekolah dalam usia sekolah di Desa Parereja ini  menjadi sebuah persoalan kompleks. “Oleh sebab itu perlu adanya kegiatan yang mendukung upaya tuntas wajib belajar pendidikan dasar di Desa Parereja ini,” jelasnya .

 


DIUNGGAH : Dwi Sulistiawan Dibaca : 281 kali
EDITOR : Dwi Sulistiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *