Lancar, UN SMA Hari Kedua

Selasa, 15 April 2014 | 15:25 WIB


Lancar, UN SMA Hari Kedua
SIHONO/HUMAS

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Rektor Undip Prof Dr Sudharto P Hadi dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin MPd diapit Kepala Sekolah di SMAN 1 Semarang Kastri Wahyuni SPd MM dan kepolisian menunjukkan pengamanan naskah ujian.

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat pada hari kedua, Selasa (15/4), secara umum berlangsung lancar dan aman. Peserta UN mengerjakan soal Matematika untuk semua jurusan dan  Kimia atau Sosiologi bagi siswa jurusan IPA atau IPS.

Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengatakan itu saat melakukan monitoring UN bersama Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof Dr Sudharto P Hadi, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin MPd di SMAN 1 Semarang.

Untuk pengamanan naskah ujian, kata Rektor Unnes, selain melibatkan aparat pengamanan ruangan juga dibuat berlapis tiga gembok dan disegel. Kunci pertama dipegang kepolisian, kunci kedua dipegang perguruan tinggi, dan kunci ketiga pegang petugas Dinas Pendidikan.

“Jika gemboknya hanya di buka dua pemegang kunci saja, maka pintu ruang naskah tidak bisa terbuka. Jadi membukaan harus bersamaan baru pintu bisa terbuka,” tegas Rektor Unnes.

Upaya pengamanan ketat ini dilakukan, jelas Prof Fathur untuk mengantisipasi kebocoran soal naskah ujian dan dilakukan sejak penggandaan sampai distribusi ke setiap rayon.

Rektor Unnes mengimbau kepada pelajar dan wali murid untuk tidak mudah tertipu dengan kunci jawaban atau bocoran soal. Pasalnya, UN saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yakni setiap peserta ujian dalam satu ruangan akan mendapatkan naskah soal yang berbeda.

Pasalnya, dalam satu kelas terdapat 20 peserta ujian, maka variasi naskah soal juga sama dengan jumlah peserta, namun tingkat kesulitan yang sama.


DIUNGGAH : Sihono Dibaca : 971 kali
EDITOR : Rahmat Petuguran

satu komentar pada “Lancar, UN SMA Hari Kedua

  1. maaf…komentar sedkit…letak bocor soalnya tidak terletak pada penjagaan fisik soal, namun pada “mentalitas” oknum yang terlibat langsung dalam persiapan UN, seperti pemegang soft file soal, guru-guru penulis soal yang direkrut bimbingan belajar bahkan percetakan buku-buku yang menjanjikan “soal dijamin tembus UN”..mungkin dari saluran tersebut yang perlu diberi perhatian ekstra. kasihan generasi bangsa terjebak dalam sistem pendidikan ketidak jujuran demi kepentingan beberapa oknum yang diuntungkan…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X