TK Pembina Purbalingga Terbaik Se-Jateng

Selasa, 26 Maret 2013 | 12:26 WIB


TK Pembina Purbalingga Terbaik Se-Jateng
DOK/HUMAS

Salah satu kelompok memeragakan dolanan anak.

TK Negeri Pembina Kabupaten Purbalingga berhasil memenangi Festival Dolanan Anak, Sabtu (23/3), di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes).

Juara II diraih oleh TK Negeri Pembina Rembang sedangkan juara III oleh TK Negeri Pembina Kota Semarang.

11 peserta yang meramaikan kegiatan memainkan berbagai bentuk dolanan anak, mulai dari gobak sodor, benthengan, onthong-onthong bolong, cublak-cublak suweng, jelungan, hingga jamuran.

Panitia kegiatan Wati Istanti mengungkapkan, dalam festival tiap kelompok memainkan dolanan dalam waktu 10 menit. “Peserta tiap kelompok 7 orang terdiri atas 1 guru dan 6 siswa. Guru membacakan narasi yang akan dipentaskan oleh siswa. Dolanan bisa dikemas dalam sebuah pertunjukan atau kolaborasi dari beberapa dolanan anak,” ujarnya.

Wati juga mengatakan, aspek penilaian meliputi penampilan, yakni kekompakan, kerapian penyajian, ketepatan waktu, efektivitas, dan durasi. “Di samping itu kreativitas dan penghayatan juga jadi hal penting,” kata dosen jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Unnes itu.

Kegiatan bertema “Membangun Kreativitas dan Sportivitas melalui Revitalisasi Nilai Budaya pada Permainan Anak-anak sebagai Manifestasi Semangat Konservasi Budaya” ini diselenggarakan dalam rangkaian agenda seni dan budaya Dies Natalis ke-48 Unnes. Peserta berasal dari Semarang, Purbalingga, Rembang, Demak, dan Kebumen.

Budi Pekerti

Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo mengungkapkan, kegiatan digelar sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap dolanan tradisional kepada anak-anak. “Nilai budi pekerti banyak terkandung dalam dolanan tradisional,” ujarnya, ketika membuka kegiatan.

Prof Sudijono juga mengajak segenap orangtua untuk menanamkan pendidikan karakter. “Hendaknya kita selalu pula menghadirkan kecintaan terhadap tradisi kepada anak-anak, salah satunya mengenalkan mereka kepada dolanan anak,” katanya.

Juri terdiri atas peneliti seni musik anak usia dini Slamet Haryanto, praktisi tari Eni Kusuma, dan peneliti bidang pendidikan anak usia dini yang juga Ketua Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) Jateng, Suliyem.

Juara I berhak mendapat uang pembinaan Rp5 juta, juara II Rp3,5 juta, dan juara III Rp2 juta. Seluruh pemenang juga mendapat tropi dan sertifikat.


DIUNGGAH : Dhoni Zustiyantoro Dibaca : 1.271 kali
EDITOR : Agestia Putri Nusantari

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *