Kuda Lumping Juga Dapat Emas di Pimnas

Sabtu, 14 Juli 2012 | 14:51 WIB


Kuda Lumping Juga Dapat Emas di Pimnas
SIHONO/HUMAS

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang terdiri atas Ayu Ftriyani, Dani Ardiyawan, Guruh Tri Utomo, dan Uswatun Hasanah berhasil memperoleh medali emas pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXV di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang ditutup Kamis (12/7) malam.

Tim Unnes ini memperoleh emas dengan program pengangkatan teater kuda lumping di Desa Baran Dukuh Lor Bandungan Kabupaten Semarang.

“Saat presentasi, tim kami mendapat giliran terakhir. Para peserta lain dan dewan juri yang berada di ruang terlihat sudah jenuh dan mengantuk. Namun ketika tim kami tampil, keadaan menjadi tampak lain. Para penari sambil menjinjing kuda lumpingnya dengan diiringi suara gendang yang mengalun merdu sontak saja membuat seisi ruangan menjadi hidup oleh tepuk tangan. Rasa kantuk pun sirna,” kata Ayu Ftriyani, ketua tim.

“Program pengangkatan kembali kesenian kuda lumping didasari oleh mati surinya kesenian ini.  Padahal, kesenian ini memiliki potensi wisata seni yang cukup besar bagi Desa Baran,” kata Ayu.

Fitriani juga mengatakan, minat masyarakat sudah mulai berkurang, terutama pada generasi muda. Dengan begitu, generasi penerus kesenian kuda lumping di wilayah itu bisa dibilang sangatlah kecil atau bahkan tidak ada.

Ayu menyebutkan, letak Baran yang berada di wilayah Bandungan memiliki posisi strategis karena kawasan tersebut merupakan kawasan wisata di Kabupaten Semarang. Jika sampai mati, akan sangat disayangkan karena sebenarnya dapat dikelola dengan baik.

Dani Ardiyawan, salah satu peserta mengatakan, teater kuda lumping merupakan sebuah alur cerita drama tari yang memiliki alur cerita rakyat dengan menggunakan dalang. Program yang dibuat oleh mereka di antaranya dengan mengelola pertunjukan kuda lumping menjadi lebih menarik dan mendokumentasikannya ke dalam kepingan DVD.

Selain itu, lanjut Ardiyawan, pihaknya juga meminta dukungan pihak terkait seperti Dinas Pariwisata serta mengajak masyarakat setempat untuk melakukan kaderisasi pemain mulai dari yang termuda.

“Kuda lumping merupakan salah satu kesenian rakyat yang menonjol di Desa Baran Dukuh Lor Bandungan. Namun pengelolaannya belum begitu matang. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan kesenian itu dapat menjadi andalan dari sisi wisata untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat,” harap Dani Ardiyawan.


DIUNGGAH : Sihono Dibaca : 2.858 kali
EDITOR : Sucipto Hadi Purnomo

12 komentar pada “Kuda Lumping Juga Dapat Emas di Pimnas

  1. Meskipun kuda lumping sebagai emas, selamat juga untuk tim Pimnas UNNES pada peringkat ke-7, pada Pimnas 2012 ini.

  2. selamat atas keberhasilannya, semoga dapat menjadi tauladan bagi mahasiswa lain untuk memacu lebih kreatif agar dapat mengangkat nama UNNES dikancah nasional maupun internasional.

  3. selamat, smga bisa ditindaklanjuti programnya, dan terima kasih untuk mantan ketua osis smanca periode 2009/2010 Guruh TU

  4. Selamat bagi yang berhasil, dari 3 ke 7? nampaknya perlu evaluasi dan sebagai pelajaran buat kita untuk bisa lebih baik lagi kedepannya… :)

  5. Selamat buat kawan-kawanku . . . Tingkatkan lagi kepedulian ‘kita’ terhadap budaya bangsa . . . SEMANGAT . . !!!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *