Tantang Siswa Melek Sejarah, Hima Sejarah Gelar “Osean”

Senin, 7 November 2016 | 21:36 WIB


Tantang Siswa Melek Sejarah, Hima Sejarah Gelar “Osean”
HUMAS/DOK.

Untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai sejarah Indonesia, Himpunan Mahasiswa (Hima) Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengadakan Olimpiade Sejarah Nasional (OSEAN) dan Esai Sejarah pada Sabtu (5/11).

Kegiatan tahunan ini digelar untuk untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai sejarah Indonesia dan mewujudkan siswa yang berjiwa intelektual serta menarik miat siswa mengenai pentingnya sejarah.  Pada tahun ini OSEAN mengusung tema “Optimalisasi Sejarah, Mewujudkan Tunas Muda Indonesia Berjiwa Intelektual”.

Peserta OSEAN dan Esai Sejarah tahun 2016 kali ini terbilang meningkat dari tahun kemarin. Terbukti dengan adanya 452 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 351 peserta mengikuti Olimpiade Sejarah dan 101 peserta mengikuti Esai Sejarah.

Olimpiade Sejarah Nasional sendiri terdiri atas tiga babak, yaitu babak penyisihan, semi final dan grand final. Sementara untuk Esai Sejarah diambil 15 karya Esai terbaik untuk mempresentasikan hasil karyanya didepan Dewan Juri.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Unnes, Drs Moh Solehatul Mustofa, MA, berpesan agar peserta berlomba secara sportif.

“Menjadi juara adalah penting tetapi yang paling penting adalah semangat, sportifitas dalam lomba dan terpenting kepedulian terhadap sejarah dari bangsa kita sendiri,” tutur Dekan.

Dari ajang OSEAN, SMA N 7 Purworejo berhasil mengirimkan dua wakilnya di tiga besar. Juara pertama diraih oleh Bambang Tri Waskito dari  SMA N 7 Purworejo, juara 2  Danu Purnama Aji (SMA N 1 Randublatung), dan juara 3 Radita Ari Purwaning (SMA N 7 Purworejo) yang telah berhasil menyisihkan ratusan peserta lainnya. Adapun dari lomba Esai Sejarah, Juara I diraih oleh Septi Chairini Utami dari SMA N 1 Bawang, Juara II diraih Amba Puspa Sari (SMA N 3 Demak) dan Juara III Ayu Sabrina (SMA N 1 Ambarawa)

“Perlu pengetahuan yang luas, secara refleks mereka mampu menjawab, orang yang tidak memiliki pengetahuan yang luas pasti akan sulit untuk menjawab soal itu secara langsung dan tepat, tapi mereka bisa” tutur Ketua Jurusan Sejarah Unnes, Dr Hamdan Tri Atmaja MPd.


DIUNGGAH : Rahmat Petuguran Dibaca : 522 kali
EDITOR : Rahmat Petuguran

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *