Supaya Bahasa Jawa Tak Jadi Momok

Senin, 30 April 2012 | 21:08 WIB


Penggunaan bahasa Jawa di kalangan generasi muda makin terkikis. Perlu adanya langkah nyata dari segenap pemangku kepentingan.

Guguslatih Racana Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Racana Wijaya Universitas Negeri Semarang (Unnes), menyelenggarakan lomba debat berbahasa Jawa, Sabtu (28/4) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unnes. SMA Pondok Pesantren Selamat (PMS) Kendal berhasil tampil memikat dan memenangi lomba itu.

Juara II adalah SMA Karangtengah Demak dan Juara III SMK Grafika Semarang. Meski hanya diikuti 9 peserta, lomba sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kartini’s Return VI Tahun 2012 itu cukup meriah.

Salah satu juri lomba Ermy Dyah Kurnia mengemukakan, kegiatan itu harus mendapat banyak apresiasi karena wadah siswa untuk mengembangkan potensi. “Selama ini bahasa Jawa dianggap sebagai momok. Dengan adanya kegiatan ini siswa dapat lebih mendalami bahasa Jawa terutama ragam krama. Membiasakannya dalam rangka menghormati yang lebih tua,” ujar Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa FBS Unnes ini.

Ermy juga menuturkan, perlombaan berlangsung secara kompetitif dan meriah. “Antusiasme yang tinggi dari peserta menunjukkan mereka berani untuk berbahasa Jawa. Kebanyakan anak sekarang enggan menggunakannya karena takut salah, atau bahkan makin jarang diajarkan dalam keluarga,” katanya.

Sedangkan Staf Bidang Kemahasiswaan Unnes Amidi mengatakan, keseluruhan peserta belum mampu memahami tema-tema yang diberikan panitia. “Ke depan, hendaknya substansinya lebih dikhususkan supaya peserta lebih menguasai materi dan tidak terlalu luas cakupannya,” katanya.

Lomba terdiri dari babak penyisihan, semi final, dan final. Para pemenang mendapat trofi dan piagam penghargaan.


DIUNGGAH : Dhoni Zustiyantoro Dibaca : 2.194 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

satu komentar pada “Supaya Bahasa Jawa Tak Jadi Momok

  1. Inggih leres, menawi lare2 sami ajrih lepat anggenipun ngagem basa krama. Kula kinten, kedah wonten kegiatan saking UNNES, ingkang isinipun latian ngagem basa krama (kados mentoring). Dinten kemis ngagem basa jawi, namung “teori”. Menawi perlu, wonten mata kuliah basa jawi. Amargi niki kagem bekal wonten masyarakat.
    Cara ingkang efektif supados lare purun ngagem basa jawi, tiyang sepuh kedah ngendikan ngagem basa krama kalih putranipun wiwit maksih alit, saengga wekdal putranipun dewasa, sampun saged ngagem basa krama kanthi unggah ungguh ingkang leres tuwin sae.
    Menawi lare fisika saged tumut kuliah tata basa jawi, kula mesthi tumut.
    Cekap semanten ingkang kula aturaken, mbok menawi kirang tata krami ugi tata basa ingkang lepat, kula nyuwun agunging sih pangaksami. Nuwun
    Dedi oksiono fisika 2011

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *