SMK Pesantren Jangan Kehilangan Jatidiri

Minggu, 7 April 2013 | 23:40 WIB


SMK Pesantren Jangan Kehilangan Jatidiri
HUMAS/AGESTIA PUTRI NUSANTARI

Pondok pesantren dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Meski begitu, bukan berarti pesantren tidak dapat diaktualisasikan dengan pola-pola pendidikan modern, salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hanya saja, dalam proses aktualisasi itu pesantren tidak boleh kehilangan jati diri. Tradisi keilmuan pesantren, kesantunan sikap, dan kesederhanaan harus dipertahankan.

Demikian dikatakan pengasuh Ponpes Roudlotul Mubtadiin Balekambang, Jepara, KH Makmun Abdullah disela kegiatan Sarasehan Kepala Sekolah dan Ketua Yayasan SMK berbasis Pesantren, Minggu (7/4) tadi. Sarasehan dihadiri seratusan kepala sekolah dan pengurus yayasan SMK berbasis pesantren dari Jateng dan DIY.

Dalam kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Unnes dengan lima SMK berbasis pesantren. Antara lain, SMK Walisongo Pecangaan, SMK As-Saidiyah Kudus, SMK NU Hasyim Asyarie Tegal, dan SMK Alhamdulillah Kemadu, Rembang.

“SMK bisa mendidik anak-anak kita menjadi terampil,” lanjut Kyai Makmun.

Sementara itu, Rektor Unnes Prof. Sudijono Sastroatmodjo mengungkapkan, perguruan tinggi punya peran besar dalam membina SMK berbasis pesantren. Pengalaman perguruan tinggi dapat ditularkan kepada siswa SMK melalui berbagai cara. Perguruan tinggi juga dapat berpartisipasi dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Misalnya, pengajar di SMK kita sekolahkan lagi di tempat kami. Setelah lulus bisa kembali ke sekolah untuk membesarkan sekolahnya,” katanya.

Diketahui, dari sekitar 240 juta penduduk Indonesia, jumlah penduduk usia produktif cukup dominan. “Bonus demografis” ini perlu dikelola, antara lain, dengan menciptakan sekolah kejuruan untuk mempersiapkan angkatan muda terampil dan produktif. Skema SMK berbasis pesantren adalah satu yang digencarkan Pemerintah. Agar skema ini berhasil, pondok pesantren pengelola SMK harus bersinergi dengan industri dan perguruan tinggi.

Kerja sama Unnes dengan SMK berbasis pesantren telah terjalin sejak lama. Dengan Ponpes Roudlotul Mubtadiin, misalnya, Unnes telah menyepakati nota kesepahaman sejak 2010. Unnes dan Ponpes Roudlotul Mubtadiin sepakat bekerja sama mengembangkan kualitas sumber daya manusia dan pelestarian lingkungan.

 


DIUNGGAH : Agestia Putri Nusantari Dibaca : 1.123 kali
EDITOR : Agestia Putri Nusantari

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *