Rektor: Kearifan Lokal Sumber Bahan Ajar

Minggu, 22 Desember 2013 | 11:53 WIB


Apa kabar Bahasa Indonesia di Kurikulum 2013?

Narasi itu mengemuka pada Seminar Nasional “Keberagaman dan Makna Kearifan Budaya Lokal sebagai Sumber Inspirasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulm 2013”, Minggu (22/12), di Ruang Bundar Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang

Sejumlah lema pembelajaran bahasa maupun sastra Indonesia menjadi diskusi utama pada seminar ini. Penambat utama, Prof Fathur Rokhman, misalnya, memetakan Kurikulum 2013 bahasa Indonesia sebagai sumber inspirasi, kearifan lokal, dan bersifat integratif.

“Kearifan lokal dimanfaatkan sebagai teks yang dimanfaatkan sebagai teks yang dapat dimaknai sebagai sumber belajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang diintegrasikan dengan mata pelajaran lain,” papar pakar sosiolonguistik itu.

Diikuti 300 peserta, seminar yang berlangsung hinga pukul 14.00 itu menghadirkan tiga pembicara, Prof Suminto A Sayuti, Prof Mungin Eddy Wibowo, dan Prof Djoko Saryono.

Umumnya diskursus dalam seminar yang diselenggarakan Program Studi Bahasa Indonesia Pascasarjana Unnes ini didominasi oleh problem buku teks dan guru acapkali abai terhadap konteks sastra modern.

“Dalam teks sastra, misalnya puisi ‘Doa’ karya Chairil Anwar, jangan hanya digunakan sebagai pelajar membaca puisi atau mengetahui struktur puisi, tapi bagaimana mengaitkannya dengan nilai-nilai sosial dan religius, sehingga siswa diajak menafsir dengan lebih kaya,” ungkap Prof Suminto A Sayuti.

Jadi, siapkah meruwat pembelajaran bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013?


DIUNGGAH : Nana Riskhi Dibaca : 9.119 kali
EDITOR : Sucipto Hadi Purnomo

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X