“Saya Rasa… dan Mungkin Kita Seharusnya…”

Senin, 15 Juli 2013 | 11:28 WIB


“Saya Rasa… dan  Mungkin Kita Seharusnya…”
Dwi Sulistiawan / Humas

Disela sela ceramahnya Wasono Basuki memimpin ice breaking

Bicara dengan powerful bukan berarti kasar atau tidak sopan. Seorang powerful speaker justru dapat mengkombinasikan kesopanan dan kejelasan sehingga terdengar jelas dan tepat.

Pernyataan tersebut disampaikan Wasono Basuki, pengusaha muda dan Ex manager area di salah satu perusahaan finance ternama di Indonesia pada Pelatihan Pengembangan Potensi Diri dan Communication Skill yang diselenggarakan Unit Pelaksana Teknis Pusat Humas Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jumat (12/7) di gedung C7 lantai 3 kampus sekaran.

Dia mengatakan, seseorang power languange ini biasanya akan berkata,’’saya rasa…, dan mungkin kita seharusnya…” kata lulusan psikologi pendidikan dan sastra pendidikan yang sukses dan mampu menciptakan peluang usaha di bidang pendidikan, kuliner dan jasa serta hiburan itu.

Bukan hanya itu, menurutnya, sentuhan dalam lingkungan kerja harus dijaga dengan hati-hati. Sentuhan yang wajar menunjukan keterbukaan, kepercayaan, dan minat, seperti menyentuh bahu atau berjabat tangan.

Tapi sebaliknya, “Sentuhan yang tidak wajar menunjukkan ketidaksopanan, dan kurang hormat,” kata Wasono.

Bukan hanya ceramah, pelatihan yang diikuti tidak kurang dari 100 mahasiswa dari berbagai fakultas di Unnes ini juga diselingi dengan aneka ice breaking.


DIUNGGAH : Dwi Sulistiawan Dibaca : 1.366 kali
EDITOR : Dwi Sulistiawan

2 komentar pada ““Saya Rasa… dan Mungkin Kita Seharusnya…”

  1. super skali …
    mohon diadakan lagi ya,, dengan pemateri yg sama dan durasi yang lebih lama.. hehe,, soalnya kemarin saya terlambat.. ^_^
    terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X