Rumah Luhur Dihuni Malaikat

Kamis, 25 Juli 2013 | 7:32 WIB


Rumah Luhur Dihuni Malaikat
SIHONO/HUMAS

Tak seorang muslim pun yang tidak menginginkan rumah mereka senantiasa dihadiri oleh para Malaikat Allah dan dijauhkan dari setan. Kehadiran mereka akan membuat rumah kita menjadi luhur, tenteram, nyaman, sejuk, dan kedamaian rohani yang mengalir di rumah itu laksana surga.

Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman menyampaikan itu saat membuka Pesantren kilat dosen dan karyawan Unnes, Selasa (23/7) di Masjid Ulul Albab kampus Sekaran.

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Amalan Islam (BAI) Unnes itu mengusung tema “Kajian Islam Intensif Ramadhan 1434 H” berlangsung selama tiga hari mulai Selasa sampai Kamis (23-25/7) puluhan dosen dan karyawan menghadirinya.

Rektor juga mengemukakan jika kita masuk Kampus Unnes dari pintu gerbang di situ ada sebuah Tugu Konservasi yang tertuliskan Arum Luhuring Pawiyatan Ing Astanira.

Jadi keluhuran rumah kita ini ada ditangan-tangan kita. “Ditangan kita inilah terdapat semua kompetensi, kemampuan, kekuasaan. Artinya kita sebagai dosen harus bisa membuat rumah kita menjadi rumah yang mulia. Jika menjadi warga muslim di kampus tercinta ini jadilah warga muslim yang memuliakan rumah itu sehingga rumah itu menjadi rumah yang luhur,” kata Rektor.

Pawiyatan luhur itu, kata Prof Fathur, sebuah rumah yang memiliki keluhuran. Rumah tidak akan ada keluhuran jika rumah itu tidak nyaman, sehingga rumah itu tidak dihuni malaikat. sebaliknya kalau rumah itu dihuni malaikat dan malaikat dapat mendoakan penghuni rumah itu maka rumah itu akan menjadi luhur.

Oleh karena itu kegiatan pesantren kilat ini sangat baik dan relevan dengan semangat kita dalam mengembangkan nilai-nilai konservasi, katanya.


DIUNGGAH : Sihono Dibaca : 1.326 kali
EDITOR : Sihono

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X