Rektor Unnes Tinjau Sejumlah Bangunan Baru

Kamis, 14 April 2016 | 15:26 WIB


Rektor Unnes Tinjau Sejumlah Bangunan Baru
SIHONO/HUMAS

Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Fathur Rokhman MHum didampingi Wakil Rektor, Dekan, dan pimpinan pelaksana proyek meninjau sejumlah gedung untuk perkuliahan di lingkungan Unnes, Kamis (14/4).

Sejumlah gedung itu diantaranya, gedung Laboratorium Terpadu LPTK, gedung Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, gedung Laboratorium Budaya dan Pusat Eduwisata, Dekanat Fakultas Ilmu Keolahragaan, dan gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi.

Prof Fathur menyampaikan, sejumlah gedung ini sudah sampai batas akhir kontrak pembuatannya, dari pihak Unnes melihat langsung dari gedung satu ke gedung lain, dan melihat dari ruang ke ruang.

“Gedung ini dibangun dengan dana Islamic Development Bank (IDB) untuk kebutuhan mahasiswa dan masyarakat luas, kata Prof Fathur.


DIUNGGAH : Sihono Dibaca : 1.725 kali
EDITOR : Rahmat Petuguran

8 komentar pada “Rektor Unnes Tinjau Sejumlah Bangunan Baru

  1. Alhamdulillah. Semoga dengan adanya gedung-gedung perkuliahan baru ini bisa meningkatkan produktivitas mahasiswa dan semakin semangat untuk menuntut ilmu
    sehingga bisa mewujudkan visi dan misi Unnes sebagai Universitas Berwawasan Konservasi Bereputasi Internasional.
    Selain itu dapat meningkatkan fungsi Tri Dharma perguruan tinggi, sehingga fungsi pendidikan dan pengajaran dapat dilaksanakan dengan baik dan berkualitas.
    Terima kasih kepada Islamic Development Bank (IDB) yang telah membantu dan memberikan dana dalam pembangunan gedung-gedung perkuliahan.

  2. semoga dengan terbangunnya berbagai gedung di lingkungan UNNES akan membantu dalam kegiatan perkuliahan, tetapi perlu diingat juga UNNES harus terus menjunjung nilai-nilai konservasi

  3. Unnes semakin megah dengan dibangunnya beberapa gedung tambahan. Semoga bisa memicu para mahasiswanya untuk terus berprestasi mewujudkan visi Unnes yaitu Universitas Konservasi Bereputasi Internasional.

  4. Hari Jumat iseng jalan jalan ke kampung budaya, disitu saya melihat ada mahasiswa asing lagi ngebatik, mungkin yang dari vietnam sama thailand. Ada juga anak anak sendratasik sedang main musik traditional ditambah pula anak anak senirupa sedang melukis. Benar benar kental sekali budayanya , Hanya saja belum kelihatan untuk ekspos budaya asingnya. Padahal ide kampung budaya itu berasal dari Jurusan Bahasa dan Sastra Asing . Ada Mandarin, Jepang, Arab dan Perancis , semoga kedepannya bisa diadakan festifal 4 negara…

    #2016 tahun akselerasi inovasi
    #unnes Konservasi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *