Kajari: Aktivis Kampus Juga Potensial Jadi Koruptor

Minggu, 30 Oktober 2011 | 11:18 WIB


Ketika masih di bangku kuliah, banyak mahasiswa yang menuntut, bahkan mengutuk para koruptor. Mereka sangat kritis terhadap setiap kasus yang berhubungan dengan tindak korupsi di berbagai lembaga pemerintahan. Tetapi, ketika lulus dan memiliki kesempatan dengan posisi tertentu di suatu lembaga, tidak sedikit pula mantan aktivis kampus yang menjadi pelaku korupsi.

Ketua Kejaksaan Negeri (Kajari) Semarang Ranu Mihardja Jumat (28/10), di gedung C4 Lantai III Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes Sekaran.

Kajari hadir sebagai narasumber dalam studium generale Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan FIS Unnes bertajuk ”Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Pengembangan Karakter Kejujuran”. Dia berbicara di hadapan ratusan mahasiswa baru jurusan itu.

Dekan FIS Subagyo dalam sambutannya mengatakan, setiap individu hendaknya memiliki karakter yang baik, yakni jujur, ikhlas, sabar, bertanggung jawab, dan menghargai sesama.

”Civitas akademika FIS kami bekali dengan pendidikan karakter melalui pembelajaran di ruang perkuliahan maupun di lingkungan fakultas. Studium generale ini merupakan salah upaya FIS untuk memperkenalkan, mendidik, dan memotivasi para mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, tentang pentingnya pendidikan karakter guna membentengi diri dari perilaku korupsi,” katanya ketika membuka acara.

Senada dengan Dekan, Pembantu Dekan Bidang Akademik FIS Eko Handoyo mengatakan, studium generale dengan tema pendidikan karakter merupakan program rutin Jurusan PKN. ”Kegiatan ini rutin dilakukan dan menjadi agenda jurusan. Kegiatan ini semacam sambutan selamat datang bagi mahasiswa baru Jurun PKN FIS,” katanya.


DIUNGGAH : Riki Arswendi Dibaca : 3.373 kali
EDITOR : Sucipto Hadi Purnomo

6 komentar pada “Kajari: Aktivis Kampus Juga Potensial Jadi Koruptor

  1. Sesuai & setuju, banyak mantan mhsw yang dulunya aktivis, sekarang menjadi koruptor, tidak sesuai dg yg dikritikkan/didemokan di jalan-jalan. Bahkan sejak mhsw juga sudah korupsi, misalnya korupsi SPJ dana kegiatan kemahasiswaan, korupsi uang kuliah dari ortu utk jajan, atau beli barang lainnya.

  2. perluadanya pembenahan di segalasisi… dimulai dari perbaikan diri, perbaikan sistem keuangan yang sangat berpotensi korupsi, ataupun pemimpin yang tegas…

  3. Memang tdk sdikit yg dulunya aktivis kampus, kritis dg sgla kbijakan yg dikeluarkan, dan skrg stelah lulus m’dpatkan jabatn tertentu malah bertindak yg b’tentangan dg yg prnah digembar-gemborkan.
    Jd dlm hal ini diri sendiri hrs m’nyadari bhwasanya tindakan atas yg dilakukanny ini adl merugikan bnyak pihak.
    #DON’T THINK YOURSELF, WITHOUT SEE OTHER PEOPLE ELSE!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X