Direktur PPs Diberhentikan, Rektor: Tak Ada Kaitannya dengan Pilrek

Senin, 7 Juli 2014 | 11:40 WIB


Direktur PPs Diberhentikan, Rektor: Tak Ada Kaitannya dengan Pilrek
HUMAS/DWI SULISTIAWAN

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum berjabat tangan dengan Prof Dr Samsudi MPd, Senin (7/7).

Direktur Pascasarjana (PPs) Unnes Prof Dr Samsudi MPd diberhentikan oleh Rektor Prof Dr Fathur Rokhman dari jabatannya terhitung sejak Kamis, 3 Juli 2014. Surat tugas diberikan Senin (7/7), di rektorat kampus Sekaran.

Pemberhentian dilakukan, menurut Rektor,  karena ia rangkap jabatan dengan jabatannya sebagai Ketua Senat Universitas. “Pemberhentian dilakukan setelah Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan Audit Khusus di Unnes pada Rabu 2 Juli 2014,” katanya.

Masih menurut Rektor, keputusan tersebut disesuaikan dengan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2008 pasal 17 ayat (4). “Pada ayat 4 disebutkan, ketua senat sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a, dijabat oleh bukan anggota senat yang berasal dari unsur pimpinan,” katanya.

Rektor juga menandaskan, pemberhentian Direktur PPs tidak berkaitan dengan proses pemilihan rektor. Pemberhentian, menurutnya,  dilakukan semata-mata karena ditemukan ketidaksesuaian pelaksanaan aturan dan statuta. “Semangat dari aturan ini adalah agar tidak ada jabatan rangkap antara ketua senat dan direktur PPs. Sebab, senat adalah lembaga legislatif universitas, sedangkan Direktur PPS adalah jabatan eksekutif. Oleh karena itu, pemberhentian ini sebaiknya tidak ditafsirkan berlebihan, apa lagi dikaitkan dengan pemilihan rektor,” katanya, Senin (7/7).

Untuk menggantikan Prof Samsudi, Rektor menugaskan Asisten Direktur I Bidang Akademik Prof Dr rer nat Wahyu Hardiyanto MSi bertindak sebagai pelaksana tugas Direktur PPs Unnes sampai ditetapkan Direktur PPS Unnes definitif.

Sementara itu, Prof Samsudi berpendapat, pemberhentian Direktur PPs adalah kewenangan rektor. Ia mengaku tidak dalam kapasitas menyetujui maupun menyanggah pernyataan rektor.


DIUNGGAH : Dwi Sulistiawan Dibaca : 6.683 kali
EDITOR : Sucipto Hadi Purnomo

46 komentar pada “Direktur PPs Diberhentikan, Rektor: Tak Ada Kaitannya dengan Pilrek

  1. Terima Prof Dr Samsudi MPd atas pengabdiannya di PPs Unnes, semoga pengabdian bapak menjadi amal ibadah bapak. Unnes sekarang menjadi kampus yang disiplin birokrasi dan jabatan. Semoga ini menjadi kemajuan kampus yang nantinya akan Go Internasional. Salam konservasi.

  2. Sekedar pencerahan. Kutipan di atas keliru. Psl 17 ayat 4 hrs dikaitkan dg pasal 13 statuta Unnes. Yg tidak boleh menjabat sbg ketua senat adalah pimp organ pengelola, siapa? Adalah rektor dan para PRnya. Dekan, dir pasca, ketua lembaga, adalah organ pengelola, tetapi bukan pimpinan organ pengelola. Jadi sesungguhnya tidak ada yg dilanggar. Salam

  3. Nuwun sewu, Bapak Rektor yang saya hormati. Apakah pemberhentian Bapak Prof. Dr. Samsudi dari Direktur PPs sudah sesuai dengan Pasal 14 sampai dengan 16 Permendiknas RI Nomor 67 Tahun 2008 TENTANG
    PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN DOSEN
    SEBAGAI PIMPINAN PERGURUAN TINGGI DAN PIMPINAN FAKULTAS. Mohon dicermati malih Bapak. Semoga Unnes semakin baik.

  4. 1. Koreksi terhadap berita tsb: Yang jadi acuan Permendiknas No. 8 Tahun 2011 tentang Statuta Universitas Negeri Semarang. Bukan Pernendikbud no 8 tahun 2008. Tahun 2008 masih kementerian pendidikan nadional. File dapat diunduh di http://senat.unnes.ac.id/wp-content/uploads/2012/10/Statuta-Unnes-Nomor-8-Tahun-2011.pdf

    2. Mari kita lihat pasal 12:
    Organ Unnes terdiri atas:
    a. Rektor;
    b. Senat;
    c. Badan Pengawas;
    d. Dewan Pertimbangan; dan
    e. Dewan Penyantun.

    3. Mari kita lihat pasal 13:
    Rektor sebagai ORGAN PENGELOLA pendidikan pada Unnes terdiri atas:
    a.UNSUR PIMPINAN yang terdiri atas Rektor dan Pembantu Rektor;
    b. Fakultas/Program Pascasarjana;
    c. Lembaga;
    d. Biro;
    e. Unit Pelaksana Teknis;
    f. Badan Penjaminan Mutu; dan
    g. Satuan Pengembang Bisnis.

    4. Mari kita lihat pasal 17 ayat (4):
    Ketua Senat sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a, dijabat oleh bukan anggota Senat yang berasal dari UNSUR PIMPINAN ORGAN PENGELOLA.

    Menurut Saudara-saudara, apakah sebagai direktur PPs melanggar ketentuan pasal 17 ayat (4) tersebut?? Makin aneh banget nih sepak terjangnya… Ayo siapa lagi yang akan diberhentikan SOdara-sodara?..

  5. Inspektorat Jenderal itu adalah pihak yang memahami aturan dan memiliki wewenang mengusulkan tindakan. Jika Rektor tidak melakukan tindakan yang dianjurkan Itjen maka Rektor yang akan kena sangsi. Perlu dipahami bahwa Universitas sebagai bagian dari Kemdikbud perlu mengetahui kedudukan Itjen. Maka jika ada komplain mengenai keputusan Rektor atas rekomendasi Itjen maka dipersilakan mengajukan gugatan ke Inspektorat Jenderal.

  6. Orang yg pernah belajar filsafat hukum tahu, bahwa ada “asas kepatutan”. Patutkah rangkap jabatan ? Hal ini sejalan dengan pendapat L. Acton “Bahwa penumpukan kekuasaan cenderung korup”. Sayang dalam komentar komentar kemelut di Unnes terkait dengan penafsiran perundang-undangan/peraturan-peraturan belum menampakkan “adanya pakar hukum”, apalagi yang beraliran hukum progresif-konservasi. Yang ada hanya selera hukum “kalo bunyi pasal hukum merugikan kelompok, di tolak habis-habisan, sedangkan kalo bunyi pasal hukum menguntungkan, di rujuk habis-habisan. Mereka yang pernah belajar teori kebenaran “koherensi” akan tersenyum. Sebuah kebodohan atau sebuah kekufuran. Titel hukum kalo tidak punya jiwa hukum untuk apa?

  7. Nuwun sewu koreksi untuk prof. Sudarmin, bahwa direktur pasca termasuk organ pengelola tetapi BUKAN ‘pimpinan organ pengelola’. Itu menurut statuta unnes no 8 tahun 2011. Sekali lagi nuwun sewu.

  8. Prof. Sutikno dan Prof. Hartono. Sudahkah bapak menerima SK pengangkatan anggota senat ? Kalau menerapkan layanan prima ‘seharusnya’ sudah sejak minggu lalu sudah di tangan dan tidak perlu harus repot ngoyak-oyak minta SK.

  9. Pak Hendi Pratama ini, dulu lulusan terbaik program sarjana FBS Unnes, hebatnya ….. sampai sekarang masih tetap terbaik pendapat dan komentarnya, he he ….. Kapan mudik Lebarannya …..????

  10. Pada alinea kedua jelas tertulis : Pemberhentian dilakukan karena ia rangkap jabatan dengan jabatannya sebagai Ketua Senat Universitas. Pemberhentian dilakukan setelah Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan Audit Khusus di Unnes pada Rabu (2/7).

  11. Sudah-sudah
    jangan terlalu didramatisir dan menimbulkan pransangka
    lebih baik saling berbaik sangka
    yuk kita kembali pada unsur yang membuat kita bahagia
    karena sekarang sudah ada kabar gembira bagi kita semua
    “kulit manggis kini ada ekstraknyaa……..”
    salam….

  12. Salam konservasi ugi kagem sedaya komentar, sumangga kita sedaya sedaya tampi ugi patuh wonten trapsila, mugi-mugi kaliyan Prof. Samsudi namung menjabat dados pangarsa senat saged maksimal nglampahi jejibahan paling utami saged nglampahi pemilihan rektor saupakara tintrim.

  13. Sejauh yang saya ketahui, pemberhentian pak Samsudi bukan merupakan sebuah kesalahan dalam melangkah. Hal ini saya sampaikan dalam sudut pandang saya mengenai Universitas bertaraf internasional yang ada dalam visi unnes di masa depan. Kita tahu bahwa Universitas yang memiliki taraf tersebut memiliki komponen komponen yang masing masing bekerja secara effektif. Yang saya maksud effektif adalah setiap komponen bertanggung jawab untuk satu posisi dan satu jenis pekerjaan di dalam universitas tersebut. Misal, seorang dosen akan dibagi menjadi 2 fungsi yaitu mengajar dan melakukan research. Setiap dosen akan diberikan satu tanggung jawab pada periode tertentu apakah mereka harus melakukan research atau mengajar. Mereka tidak diperkenankan melakukan 2 hal tersebut sekaligus karena mereka sudah tahu kalau hal tersebut akan mempengaruhi kualitas pekerjaan yang mereka kerjakan. Jadi dalam hal ini, posisi prof. Samsudi yang menduduki 2 posisi sekaligus saya percaya sangat bertentangan dengan apa yang dilakukan suatu universitas yang bertaraf international. Semoga Unnes kedepan selalu menjadi lebih baik dalam berbagai hal termasuk effektifitas kerja, kualitas layanan dan kesejahteraan seluruh pegawai secara menyeluruh dan merata.
    Vamos Unnes Konservasi

  14. Temuan awal badan pemeriksa bukan dasar pengambilan keputusan, karena selalu dikonfirmasi dulu dengan peraturan yang berlaku. Dasar pengambilan keputusan yang hanya berdasarkan temuan pemeriksa menunjukkan manajemen kelembagaan selama ini lemah.

  15. Para civitas akademika Unnes tengoklah kalender tahun lalu Unnes. Di sana banyak kalimat-kalimat yang bermakna untuk kehidupan. CONTOHNYA: SING SOPO SALAH SELEH, SAK DUWUR-DUWURE GUNUNG ISIH ONO SUKET NING DUWUR GUNUNG . Coba kita kaji maknanya, jangan menggunakan teori ASU GEDHE MENANG KERAHE. Terkadang pada saat kita berbicara itu seperti orang pintar semua namun kadang juga kita seperti orang bodo melebihi kerbau.

  16. Ingat ada UU ITE saat ini, juga ada pasal pencemaran nama baik & perbuatan tidak menyenangkan. Poso opo ora? Piye jaaaaal ……… Jangan suka mendholimi orang lain ….

  17. Nuwun sewu ikut urun rembug sebagai “rakyat biasa” Unnes, kami turut berdoa dengan apa yang sedang terjadi di “negara Unnes” saat ini, Semoga SEMANGAT KONSERVASI dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam mensikapi dinamika yang ada.. Sebagaimana yang termuat dalam TUJUH PILAR KONSERVASI yang salah satunya adalah KONSERVASI dalam Seni & BUDAYA, tanpa bermaksud menggurui Bapak/Ibu yang terhormat, sebagai warga Unnes kami berharap Semoga semangat dalam KONSERVASI BUDAYA dapat menjadi, yah, minimal pertimbangan seluruh warga Unnes dalam mensikapi dinamika yang ada. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. SALAM KONSERVASI!

  18. Maaf sebelumnya kepada bapak-bapak yang sudah mengomentari. Kalau menurut saya sebagai orang kecil di UNNES. Rangkap jabatan kurang baik, apakah tidak ada orang lagi sehingga harus rangkap jabatan, saya kira UNNES mempunyai banyak orang-orang hebat tapi belum diberi amanah dan kesempatan. Masalah ini sebetulnya tidak perlu dibesar-besarkan, yang penting bagaimana membangun UNNES ke depan. Kemarin UNNES sudah harum namanya dengan adanya Raeni, tapi sekarang sedikit ternoda dengan adanya pelaporan-pelaporan yang semesti tidak perlu apabila kita menggunakan asas musyawarah mufakat. Salam dari orang kecil yang ingin melihat suasana UNNES sejuk dan nyaman untuk bekerja………..

  19. Ikutan ah….apalagi Argentina sudah kalahkan Belanda dan prediksi saya seperti di forum ini selangkah lagi tepat, messi berhasil membawa Argentina juara. ha ha. Eh 1 jam lalu saya terima “Buku Kerja 2014 Universitas Negeri Semarang”… kok didalamnya ada foto yang sama ada di 2 jabatan ya? apa itu termasuk rangkap jabatan? maaf kalau salah dan tidak bermaksud menambah masalah lho….

  20. Oh iya ya pak Sri Haryono, saya baru teringat ternyata di Unnes ada rangkap jabatan yang tidak main-main ya.. Pembantu Rektor IV dan Rektor. Memang susah ya memberhentikan diri sendiri.. hehehehe…

  21. UNNES semakin menjadi perhatian di mata dunia, semoga akan indah pada masanya. Pak Sri ….saya setuju dengan pendapat panjenengan, argentina yg akan juara dunia, kalau rektor UNNES ke depan juga tampaknya sudah jelah, diantara ketiga calon yang ada. Mungkin dalam situasi seperti ini, terlebih di bulan suci RAMADHAN, mari kita bermuasabbah diri agar hati kita bisa lebih dingin karena jabatan tidak akan di bawa MATI.

  22. Kearifan dan kebijaksanaan dalam bersikap adl hal penting tuk menggapai cita2 bersama, mari kita dgn kepala dingin tuk menyikapinya, ada wadah untuk berdiskusi bermusyawarah bersama tuk menyelesaikan permasalahan yg ada. Tugas Insan Pendidikan sangat mulia jangan dinodai krn ego semata. Hukum itu sebuah ilmu, supaya paham hukum harus belajar hukum. paling tidak yg bukan berasal dari pakar hukum untuk bayak membaca dan minta pendapat para ahli hukum dulu sebelum mengomentari ttg permasalahan ttg hukum, supaya tidak memperkeruh suasana. UNNES Tercinta memiliki Fakultas Hukumnya yg sangat kami banggakan, smoga Dosen2 Kami FH bisa menengahi dan memberikan pendapatnya ttg permasalahan hukum yg sekrg ini mjd pro dan kontra dikalangan UNNES. suasana mahasiswa sudah membaik dari tahn ke tahn tidk seperti dulu yg kadang turun ke jalan, saling berselisih dll maka sekarag yang diatas maupun para dosen, para pegawai untuk membuktikan dan berikan contoh teladan yg terbaik.

  23. Iya pak, Argentina akan juara… Unnes akan segera mendapatkan rektor pikihannya.. walaupun bukan yang terbaik untuk semuanya. semoga saja, di bulan Ramadhan ini….
    Bulan perbaikan diri… bukan bulan biasa-biasa saja.

  24. Pak rektor sudah terbukti mampu rangkap jabatan pr 4. bagaimana kalo jabatan direktur pps dirangkap sekalian? sayang pak kalo dberikan kpd orang lain, belum tentu mampu. mumpung masih kuasa jd rektor pak. Saya cari2 tdk ada peraturan yg dilanggar pak.

  25. Aduh…baru buka……ternyata ramai sekaliiiii……di bulan romadhon ini banyak hikmah yang bisa kita petik….tapi yang terpenting bagi kami adalah merindukan suasana Unnes yang damai….aman…..tentram dan menyejukkan hati……kapan ini akan berakhir…(ngarep.com)

  26. kalau saya setuju jgn doubel jabatan, apapun aturanya, smoga dimana saja gak ada pejabat negara doubel jabatan, sambil ngurangi pengangguran hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *