Rahmatan Lil Alamin Adalah Identitas Islam

Selasa, 30 Juli 2013 | 21:34

Berita Terkait

Tak ada Islam radikal, Islam garis keras, dan Islam-Islam lainnya. Bagi Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang KH Makmun Abdullah, hanya ada satu Islam, yakni Islam sebagai rahmatan lil alamin. Istilah-istilah tentang berbagai aliran Islam, menurutnya, hanya watak penganutnya.

“Tidak ada Islam radikal, Islam garis keras. Yang ada adalah Islam sebagai rahmatan lil alamin. Kalau ada yang radikal, ada yang garis keras, itu penganutnya,” katanya.

KH Makmun Abdullah menyampaikan hal itu pada acara buka puasa Unnes, keluarga besar Ponpes Balekambang, dan sejumlah anak yatim piatu di rumah dinas rektor Jalan Kelud Raya, Selasa (30/7) sore. Hadir dalam acara tersebut, antara lain, Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum, para dekan, kepala biro, pembantu dekan, dan dosen di lingkungan Unnes.

KH Makmun Abdullah juga mengingatkan hadirin untuk menjaga salat. Menurutnya, salat adalah ibadah primer bagi muslim mana pun. Dalam kondisi apa pun, setiap muslim harus melaksanakan salat fardlu.

“Kalau bisa berdiri ya berdiri, kalau tidak bisa berdiri ya boleh duduk, kalau tidak bisa duduk ya berbaring. Kalau tidak bisa berbaring, ya disalati. Tidak ada tawar menawar untuk salat fardlu,” lanjutnya.

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum berharap acara tersebut bisa mempererat silaturahmi Unnes dan Ponpes Balekambang yang telah terjalin sejak lama. Kerja sama Unnes sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dengan Ponpes Balekambang yang menaungi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bahkan telah disepakati dalam Momerandum of Undsertanding (MoU).

Diunggah oleh :
Editor: Sucipto Hadi Purnomo

3 Komentar untuk “Rahmatan Lil Alamin Adalah Identitas Islam”

  1. hamba_allah

    Rabu, 31 Juli 2013 | 06:51

    Setuju pak Kyai, Islam hanya 1 dengan Al-Qur’an yang dijaga Allah sampai akhir jaman, tetapi tafsir Al-Qur’an tidak hanya 1 dan tidak dijaga Allah sampai akhir jaman. Sehingga kita berbeda, dan banyak yang mengaku paling benar menurut tafsirnya masing-masing, dan kebenaran tafsir menurutnya digunakan menyalahkan orang lain.

  2. Saefudin

    Rabu, 31 Juli 2013 | 11:27

    setuju . memang Islam rahmat bagi manusia, bukan hanya orang Islam saja, namun alangkah sempurnanya agama ini kalau di dalamnya Khilafah ditegakkan, ia akan menerangi alam ini dengan cahaya kemuiaan, subhanallah

  3. al-faqir ilaa 'Afwillaah

    Sabtu, 2 November 2013 | 06:54

    Dengan khilafah atau tidak, Islam sudah menjadi agama yang sempurna dengan Rahmatan lil ‘Alamiin_nya. Sebab gerakan khilafah didunia saat ini justru masih bersifat sektarian, tidak mampu merangkul semua elemen umat Islam yang beragam.

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2010 Universitas Negeri Semarang | Sitemap | Kredit | Arsip| Situs Lama | Masuk log | Arsip PS | Arsip PS
^Back to Top