Prof Suci: Menulis Jurnal Berani Diejek, Dicacimaki, dan Ditolak

Selasa, 12 April 2016 | 11:42 WIB


Prof Suci: Menulis Jurnal Berani Diejek, Dicacimaki, dan Ditolak
HUMAS/DOK

Unnes sebagai rumah ilmu harus terus meningkatkan prestasi akademik. Tidak hanya oleh mahasiswa, namun juga oleh para tenaga pengajar. Salah satu caranya dengan mengembangkan publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi.

Ketua Manuskrip Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti MSi menyampaikan itu saat memberi pendampingan kepada 43 dosen di Fakultas Hukum kampus Sekaran baru baru ini.

Prof Suci menyampaikan, ada beberapa kiat saat menulis jurnal antara lain mau Legowo, diejek, dicacimaki, dan ditolak, namun harus tetap semangat serta pantang mundur.

Selain itu, kata Prof Suci, harus menjaga stamina menulis diantaranya rajin mengikuti seminar (baik lokal, nasional, internasional), meng update diri dengan jurnal internasional terkait dengan topik dan bidang keahlian.

Kemudian, berlatih menjadi kolomnis atau penulis di media massa untuk mengasah menulis, menanggapi suatu permasalahan hangat yang ada serta menyanggah pendapat publik, serta tetap membaca, membaca dan membaca, terang Prof Suci.

Prof Suci berharap, klinik manuskrip ini semoga dapat memberikan pencerahan bagi para dosen dalam membuat artikel yang nantinya dapat dipublikasikan di jurnal internasional yang bereputasi.

Prof Suci menambahkan, Unnes sudah berlangganan jurnal internasional beputasi yakni Oxford, Springer, dan Emerald, jurnal ini bisa sebagai bahan acuan.


DIUNGGAH : Sihono Dibaca : 1.718 kali
EDITOR : Rahmat Petuguran

12 komentar pada “Prof Suci: Menulis Jurnal Berani Diejek, Dicacimaki, dan Ditolak

  1. Sebuah program yang bagus dari lp2m untuk meningkatkan kualiatas jurnal khususnya bagi para dosen selaku panutan bagi mahasiswa.
    Mungkin kedepannya bisa diadakan pelatihan penyusunan jurnal bagi mahasiswa, agar hasil skripsi maupun tugas akhir kita bisa diakui oleh dunia internasional.
    Karena sebagai mahasiswa selama ini saya merasa kesulitan untuk menyusun jurnal yang baik, sehingga belum bisa mengikuti cal of paper sebagai salah satu nilai plus guna melajutkan studi ke jenjang selanjutnya.

  2. Saya setuju dengan yang diungkapkan Prof. Suci untuk mendapatkan jurnal yang berkualitas dan memiliki reputasi tentunya tidak mudah dan memerlukan waktu yang lama banyak kendala-kendala yang dihadapi maka kita harus mau Legowo, diejek, dicacimaki, dan ditolak, namun harus tetap semangat serta pantang mundur.

  3. Benar sekali apa yang disampaikan oleh Prof. Suci bahwa menulis jurnal itu harus mau legowo, diejek, dicacimaki, dan ditolak, namun harus tetap semangat serta pantang mundur. Semua itu merupakan ilmu dan pengalaman berharga yang akan membuat kita lebih baik lagi dalam menulis jurnal.

  4. Super sekali Bu! Kita tahu betapa sulitnya membuat jurnal ilmiah, karena sulit maka jangan malu untuk berbuat salah. ejekan dan cemoohan akibat kesalahan penulisan justru penting untuk memotivasi kita agar terus memperbaiki karya tulis. Hasil memang penting, tapi proses itulah yang terpenting. Toh jika kita sudah terbiasa dengan proses, maka hasilnyapun Insya Allah akan mengikuti,

    #semangat berkarya
    #2016 tahun akselerasi inovasi

  5. Bagi saya sebagai mahasiswa, jurnal adalah kebutuhan. Dari jurnal saya bisa mendapat pemikiran dengan sudut pandang yang lebih kritis dan memberi pencerahan terhadap teori suatu ilmu. Saya sangat mendukung UNNES dalam mengembangkan publikasi ilmiah jurnal bereputasi internasional yang nantinya akan memberi banyak manfaat bagi para akademisi di UNNES.

  6. Jikalau saya boleh mengutip perkataan salah satu dosen favorit saya adalah :
    “Ajining diri saka PUBLIKASI”, Ibu Niken Subekti
    Maka, sebagai orang terpelajar dan berpendidikan sudah semestinya untuk selalu memperbaiki dan memperbaharui pengetahuan berdasarkan perkembangan zaman yang ada.

  7. Untuk menjadi universitas terbaik harus mampu mempublikasikan jurnal-jurnal berkualitas. oleh karena itu perlu UNNES sebagai universitas berkualis harus mempunyai sebuah regulasi tentang publikasi yang lebih jelas untuk mendorong terbuplikasinya jurnal-jurnal serta perlunya peningkatan akreditasi jurnal-jurnal jurusan supaya terakreditasi nasional maupun internasional

  8. Very agree with what Prof Suci said, especially her statement that we need to practice to write in any media, either writing our argument or just sharing our though or comment. Thank you Prof, and now… I am starting my self to practice, practice, and practice since the proverb say that “Practice make perfect” also “You do not need to be PERFECT to START, but you need to START to be PERFECT”

  9. Akademisi UNNES harus pandai menganalisis dan menulis, serta berpikir kritis dalam hal keilmiahan. Melalui update-update jurnal baik nasional maupun internasional bisa menjadi dasar guna meningkatkan wawasan yang luas dalam berlatih menulis jurnal. Tak perlu ada hal yang ditakuti karena ada pepatah “Jer basuki mawa beya” . Jadi meskipun dicela, dicaci, dan dituding merekayasa suatu fakta, tapi tetaplah berjuang dengan terus mencari literatur dan belajar beinovasi dalam dunia jurnalistik.

  10. Menulis memang melakukan tindakan keabadian. Dengan menulis maka kita akan terus hidup melalui karya-karya itu. Saya pun salah seorang pemuda yang percaya itu dan sedang belajar banyak mengenai dunia karya tulis ilmiah dan publikasi jurnal ilmiah. Salut dengan Prof Dr Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti MSi. Semoga transfer ilmunya sukses menaikkan rating Unnes dalam hal publikasi jurnal ilmiah.

  11. Menulis memang melakukan tindakan keabadian. Dengan menulis maka kita akan terus hidup melalui karya-karya itu. Saya pun salah seorang pemuda yang percaya itu dan sedang belajar banyak mengenai dunia karya tulis ilmiah dan publikasi jurnal ilmiah. Salut dengan Prof Dr Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti MSi. Semoga transfer ilmunya sukses menaikkan rating Unnes dalam hal publikasi jurnal ilmiah,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *