Presiden Mahasiswa Ingatkan Calon Rektor Luruskan Orientasi

Rabu, 25 Juni 2014 | 10:16 WIB


Presiden Mahasiswa Ingatkan Calon Rektor Luruskan Orientasi

Prasetyo Listiaji

Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prasetyo Listiaji mengingatkan para calon rektor untuk meluruskan orientasi mereka dalam kontestasi pemilihan rektor Unnes periode 2014-2018.

Pernyataan tersebut tertuang dalam pernyataan sikap yang dikirimkan ke unnes.ac.id, Selasa (24/6). Pernyataan sikap disampaikan terkait dengan dinamika terakhir pemilihan rektor.

“Kami mendesak para calon rektor meluruskan orientasi dalam pencalonan demi aktualisasi diri dalam pengabdian kepada negara dan almamater, bukan hanya untuk kekuasaan semata,” tulisnya dalam pernyatan tersebut.

Presiden Mahasiswa juga mengingatkan Senat Unnes sebagai penyelenggara pemilihan untuk bersikap tegas terhadap setiap calon yang terindikasi melanggar etiket akademik. “Sebab, sejatinya pemilihan rektor merupakan kompetisi akademik, bukan politik,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak semua elemen masyarakat kampus untuk senantiasa mengawal pemilihan rektor sehingga lahir pemimpin yang dapat membawa Unnes ke arah yang lebih baik.

Sekadar catatan, setelah menetapkan para bakal calon, Rabu (19/6) para anggota Senat telah membarikan suara sebagai dasar penetapan calon. Saat itu Prof Dr Fathur Rokhman MHum memperoleh 30 suara, Dr Martitah MHum 1 suara, Prof Dr Supriadi Rustad MSi 37 suara, Dr Suwito Eko Pramono 1 suara, dan Dr Achmad Rifai RC tanpa satu pun suara. Senat pun menetapkan Prof Fathur, Prof Supriadi, dan Dr Suwito sebagai calon rektor setelah Senat kembali memberikan suara untuk menentukan urutan ke-3. Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh kepastian, kapan pemilihan bersama Mendikbud dan Senat digelar.


DIUNGGAH : Sucipto Hadi Purnomo Dibaca : 2.767 kali
EDITOR : Sucipto Hadi Purnomo

20 komentar pada “Presiden Mahasiswa Ingatkan Calon Rektor Luruskan Orientasi

  1. Saya sangat setuju dengan apa yang di sampaikan oleh Presiden mahasiswa kita. Pemilihan Rektor adalah suatu pesta rakyat Universitas untuk menentukan siapa pemimpin di lingkungan Unnes. Saya juga yakin seoarang pemimpin yang baik adalah beliau yang benar benar jujur dan tegas. Sikap jujur dan tegas itu akan membawa Unnes ke tingkat yang jauh lebih baik dimata dunia pendidikan Indonesia ,maupun dunia. Saya khawatir jika nuansa akademik di Unnes dicampur dengan hal hal politik yang tidak berenergi positif maka kualitas Unnes sebagai salah satu universitas terbaik di negeri ini akan terkikis oleh permusuhan permusuhan yg timbul akibat praktik politik yang tidak sehat itu.
    Unnes Jaya

  2. Pernyataan kawula muda yang memberikan harapan pada terciptanya masyarakat akademik yang lebih berkarakter, bermoral, dan bermartabat! Dinamika di kampus konservasi ini adalah UJIAN bagi semua elemen civitas akademika menuju kampus yang unggul. Para calon rektor harus menampilkan sikap, perilaku bermartabat dalam kompetisi ini agar turut menginspirasi lahirnya calon pemimpin masa depan yang berkarakter. Jayalah Unnesku!

  3. Setelah membaca berita tersebut di atas, khususnya jadwal pemilihan yang belum ada kepastian, maka harapan saya terdahulu ttg pemilihan rektor periode tahun 2014-2018 bakal dilaksanakan tgl. 26 Juni 2014 bakal mundur. Kalo begitu orang sabar bilang “aku ra po po”, jika semua itu terjadi untuk memperoleh Rektor yang terbaik, Insya Allah.

  4. Yang dimaksud melanggar etiket akademik itu siapa, ya? Kalau bicara pelanggaran etiket akademik, jangan2 banyak diantara kita adalah pelanggar2… no body is perfect….

  5. Menjelang bulan suci Ramadhan, marilah kita semua ‘menengok’ hati nurani….apakah kita ini yang paling benar? Ataukah kita semua adalah manusia lemah yang tak luput dari salah dan noda? Bahwa kita hanyalah setitik debu di hadapan Dia Yang Maha Kuasa….

  6. Apakah mungkin pelaksanaan Pilrek …tanggal 3 Juli atau dibarengkan dengan Pilpres aja, gimana setuju………….atau “aku ora mikir”, Akhirnya sya berharap mudah2an lancar…amin

  7. Trs wong cilik suruh pie ? melihat orang2 terpintar seperti itu. Duh gusti, apakah jabatan adalah segala-galanya utk di bagi2. Mbok yo wis, do ngalah, do sadar, isin karo wargane dewe. Trs wong cilik kudu pie ?

  8. Bagus sekali pendapat Mahasiswa cerdas, pilrek bukan ajang kompetisi politik, tapi kompetensi akademik. Kompetensi akademik di tunjukkan dengan dosen pns aktif. Nuansa moralis pendapat forum budaya dan media. Siapa menabur akan menuai, siapa melakukan perbuatan melawan hukum ya di polisikan, karena di ajak musyawarah tidak mau. Hidup mahasiswa!!!

  9. Presiden mahasiswa sdh bicara. Bukankah di Unnes ada UKM “fiat justisia”(tegakkan keadilan walaupun langit runtuh)? Sangar amat, Keluar dong beri pencerahan, jangan tunggu langit Unnes tercinta kita runtuh. Bagaimana hasil analisis terhadap aturan aturan PILREK. Bisa jadi hasil analisis tajamnya melebihihasil analisis doktor dosen hukum. UKM masih ada khan? Tdk ada tekanan untuk bicara khan? Bicaralah jangan hanya diam!

  10. Setelah menyimak berbagai macam pemberitaan media ttg faktor molornya pelaksanaan pemilihan, saya kira dibutuhkan kesadaran luar biasa dr calon pemimpin kita agar “Taat Azas”, dan tidak hanya dibutakan oleh “ambisi kekuasaan” semata. Dalam hal ini tidak mudah menentukan siapa yg “Pandawa”, siapa yg “Kurawa”, dan siapa yg jd “Sengkuni”. Semoga Allah limpahkan yg terbaik utk Unnes.

  11. ayo kita adakan forum kajian mahasiswa dalam mencermati syarat-syarat calon rektor, salah satu syarat calon REKTOR adalah DOSEN PNS AKTIF, apa itu dosen pns aktif menurut peraturan perundang-undangan?

  12. patut diapresiasi. namun menurut saya respon bem km kelamaan, harusnya dari awal bem km sudah mengawal pilrek ini, jadi tidak perlu sampai kejadan seperti ini. saya kecewa dengan pemilihan rektor ini. harusnya mahasiswa juga dilibatkan dalam menentukan siapa pemimpinnya,

  13. Alhamdulillah…keluarga besar Unnes sudah berpikir matang dan dewasa….ramainya pilihan rektor disikapi dengan tenang, mari tetap kita lakukan tugas dan kewajiban dengan kemampuan terbaik, karena itu yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada pimpinan, tetapi kepada Yang Memberi Hidup

  14. Manuver elit2 kampus kita, nampaknya ini sudah keluar dari koridor kampus sbg institusi akademis. Apalagi kita mendeklarasikan diri sbg universitas konservasi. Dimana konservasinya? etika berpolitik? kesantunan dalam perilaku politik? Kita ingin adu visi terkait dg kemajuan unnes kedepan, kesejahteraan segenap civitas akademikia, kita tdk ingin dengar adu konflik yang sudah keluar dari kerangka kampus sbg institusi akademis. Jangan sampai citra unnes di luar hancur gara2 pemilihan rektor yang terus memanas dan mengarah ke destruktif. Saatnya Bersikap arif dan bijak. JANGAN KORBANKAN UNNES UNTUK AMBISI KEKUASAAN SESAAT.

  15. Oh ….. Negeriku ….
    Oh … Unnes Konservasiku ……
    Tunjukkanlah Roh Konservasimu, untuk meneduhkan para pemimpin konservasi ini agar kegalauan dan kegundahan hati jadi sejuk karenamu

  16. Unnes adalah kumpus damai, kampus konservasi, kampus yang sangat nyaman untuk belajar. Pilrek meruapakan proses demokrasi. Semua calon adalah putra terbaik Unnes dan juga ingin memajukan Unnes. Salam konservasi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *