Pendidikan Mesti Berbasis Berpikir dan Bertindak Lokal-Global

Kamis, 17 November 2011 | 15:29 WIB


Pendidikan Mesti Berbasis Berpikir dan Bertindak Lokal-Global
SIHONO/HUMAS

Pendidikan mulai tahun 2010 dan seterusnya mengalami perubahan cepat sehingga pendidikan yang mengglobal merupakan keharusan bagi semua pihak. Dengan tantangan itu, paradigma pendidikan masa kini adalah pendidikan yang berbasis berpikir dan bertindak lokal dan global sekaligus.

Demikian dikatakan Prof Dr H Mohamad Surya dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada focus group discussion Menjawab Perubahan Kurikulum LPTK Berdasarkan Perubahan Paradigma Pendidikan dan Profil Guru Abad Ke-21 di gedung rektorat lantai IV kampus Sekaran, Rabu (16/11).

Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu dibuka oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR I) Agus Wahyudin MSi dan diikuti tim kurikulum dari semua fakultas di Unnes.

“Semua itu akan menuntut semua pihak terkait untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan yang berkembang dalam berbagai unsur pendidikan, seperti kebijakan pendidkan, asas pedagogis, kurikulum, guru, dan kepemimpinan. Secara khusus menuntut adaptasi dalam pendidikan guru di masa depan, yakni menghasilkan guru dengan kompetensi paripurna yang mampu beradaptasi dengan tuntutan global, termasuk kemampuan berpikir dan bertindak lokal sekaligus global,” kata Mohamad Surya.

Guru Basar UPI Bandung itu juga mengemukakan, pada gilirannya seorang pendidik harus mampu mendidik para peserta didik untuk menjadi manusia modern yang berkembang dan berpartisipasi dalam lingkungannya.


DIUNGGAH : Sihono Dibaca : 1.946 kali
EDITOR : Sucipto Hadi Purnomo

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X