Paskah Beri Makna Perdamaian dengan Alam

Jumat, 6 Mei 2011 | 15:21 WIB


Paskah Beri Makna Perdamaian dengan Alam
Dwi Sulistiawan / Humas

Mahasiswa Kristiani Menyanyikan Lagu Gerejawi

Ratusan tenaga edukatif, tenaga administratif, dan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang tergabung dalam Paguyuban Warga Kristiani Unnes memadati Gedung Bundar Dekanat Fakultas Bahasa dan Sastra, Jumat (06/4) siang. Mereka hadir untuk meramaikan Perayaan Paskah Bersama yang digelar Paguyuban Warga Kristiani Unnes. Dibandingkan dengan kegiatan tahun sebelumnya, yang datang kali ini relatif lebih banyak.

Acara dengan tema “Kebangkitan Kristus Menjadi Semangat Berkarya dengan Menjunjung Tinggi Nilai Konservasi” itu diawali dengan nyanyian lagu gerejawi, persembahaan lagu dari beberapa unit kerja, dan khotbah Paskah.

Dalam kotbahnya, Rm Agustinus Parso Subroto MSF mengingatkan umat bahwa Paskah adalah peristiwa pembebasan dan pendamaian secara utuh dengan Allah, sesama manusia, lingkungan, dan diri manusia itu sendiri. “Paskah mempunyai makna yang begitu kompleks dalam kehidupan manusia. Paskah juga memberi makna perdamaian dengan alam di mana kehidupan itu ada. Manusia disadarkan untuk mengharga, merawat, dan melestarikan alam,” katanya

Dalam laporannya, Prof Dr Totok Sumaryanto F MPd selaku ketua panitia mengatakan, perayaan keagamaan seperti ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun oleh umat kristiani di Unnes. Tujuannya, mempererat kebersamaan antarumat kristiani di Unnes sehingga tidak ada sekat-sekat primordialitas.

“Kami berharap kegiatan ini bisa membangkitkan kehidupan religius umat kristiani di Unnes agar terus bertumbuh dalam sikap, perilaku, dan karya,” kata Sekretaris LP2M Unnes itu.


DIUNGGAH : Dwi Sulistiawan Dibaca : 1.765 kali
EDITOR : Rochsid Tri HP

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *