Paradigma Pembangunan Berubah, Ilmu Sosial Semakin Penting

Jumat, 24 Juni 2016 | 10:36 WIB


Paradigma Pembangunan Berubah, Ilmu Sosial Semakin Penting
HUMAS/SIHONO Rektor Fathur Rokhman memberikan cendera mata kepada Direktur Direktorat Pendidikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amich Alhumami, Jumat (24/6).

Ilmu-ilmu sosial akan memainkan peran semakin penting dalam pembangunan negara dan dunia. Pasalnya, kini telah terjadi perubahan paradigma pembangunan berorientasi ekonomi menjadi pembangunan berorientasi manusia.

Direktur Direktorat Pendidikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amich Alhumami menyampaikan hal itu dalam studium general Sumbangan Ilmu Sosial dan Pembangunan Masyarakat Indonesia, Jumat (24/6) di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Ia melanjutkan, kesuksesan pembangunan sebuah negara tidak lagi diukur secara kuantitatif dengan pendapatan per kapita atau laju pertumbuhannya.

Lebih penting dari itu, pembangunan harus dapat meninggikan derajat manusia. Pembangunan perlu dipandang sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, maupun kebahagiannya.

Dalam paradigma pembangunan seperti itulah peran ilmu-ilmu sosial semakin penting. Ilmu-ilmu sosial dapat memberi arah bagaimana pembangunan seharusnya dilakukan dan ke arah mana pembangunan dijalankan.

Untuk keperluan itu, Rektor Prof Dr Fathur Rokhman mendorong dosen bidang ilmu sosial untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuannya. Agar menjadi ilmuwan yang berperan dalam pembangunan, ia mendorong dosen terus melakukan penelitian, meningkatkan publikasi, dan berusaha mengaplikasikan pengetahuannya bagi kemaslahatan manusia.


DIUNGGAH : Rahmat Petuguran Dibaca : 586 kali
EDITOR : Rahmat Petuguran

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *