Nilai UN Diminta Jadi Acuan SNMPTN

Minggu, 13 Mei 2012 | 17:40 WIB


Perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meminta nilai ujian nasional tingkat sekolah menengah atas atau sederajat dijadikan acuan dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) melalui jalur undangan.

Seperti dikutip di laman Tempo.co, Ketua Badan Kerja Sama (BKS) PTN dan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Jawa Tengah-DI Yogyakarta Sudijono Sastroatmodjo menyatakan selama ini nilai rapor siswa SMA dan setingkatnya untuk semester III hingga V sudah menjadi acuan penerimaan calon mahasiswa yang melalui jalur undangan. Namun, kata Sudijono, nilai rapor itu dianggap memiliki bobot yang rendah karena standar nilai rapor tak jelas.

“Untuk itu, ke depan, penerimaan SNMPTN undangan bukan lagi nilai rapor yang dijadikan acuan, tapi nilai ujian nasional,” kata Sudijono seusai rapat koordinasi BKS PTN-Kopertis Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Jumat malam, 11 Mei 2012.

Rektor Universitas Negeri Semarang itu mengatakan nilai ujian nasional lebih layak jadi acuan SNMPTN undangan karena dinilai memiliki standar secara nasional.

Rektor Universitas Diponegoro Semarang Sudharto P. Hadi menyatakan hal senada. Menurut dia, nilai rapor siswa relatif hanyalah antarsekolah. Padahal nilai rapor yang diterapkan masing-masing sekolah sangatlah berbeda.  “Nilai hasil ujian nasional lebih reliable untuk dijadikan sebagai acuan SNMPTN undangan daripada nilai rapor,” ujar Sudharto.


DIUNGGAH : Dhoni Zustiyantoro Dibaca : 3.819 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

9 komentar pada “Nilai UN Diminta Jadi Acuan SNMPTN

  1. sangat setuju…. apabila seleksi penerimaan mahasiswa jalur SNMPTN undangan berdasar pada Nilai Ujian Nasional, dan pertimbangan nilai rapor, karena boleh jadi siswa nilai rapor bagus tapi UN jelek, atau sebaliknya, sehingga lebih berkeadilan apabila yang lolos jalur SNMPTN Undangan adalah seleksi dari pertimbangan Nilai Ujian Nasional dan Nilai rapor. sukses…..smoga akan senantiasa menjadi lebih baik.

  2. menurut saya proses itu lbh penting. sekolah 3 tahun di sma kan dibuktikan dengan nilai rapot per semesterya. jika hanya nilai un saja yang dijadikan acuan penerimaan siswa di snmptn undangan apa itu adil? dimana penghargaan untuk proses 3 tahun sekolah? pa hanya dengan 4 hari pelaksanaan un?

  3. Mohon maaf karena saya kurang setuju dengan rencana ini, sebab jika nilai UN dijadikan sebagai acuan untuk SNMPTN itu hanya akan menjadikan para pelajar lebih terpacu untuk memiliki nilai UN yang tinggi, entah bagaimana cara pelajar tsb. untuk mendapatkan nilai yang setinggi-tingginya. Kita semua berharap bahwa para pelajar itu belajar dengan tekun untuk mendapatkan nilai yang tinggi, tapi kenyataannya saat ini saja banyak pelajar yang tidak percaya diri untuk mengerjakan soal UN dan akhirnya banyak diantara mereka yang menggunakan kunci untuk mengerjakannya. Coba bayangkan apa yang akan terjadi jika nilai UN dijadikan salah satu syarat untuk SNMPTN?? itu hanya akan membuat pendidikan bangsa semakin terpuruk.
    Sekian pendapat dari saya, mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah

  4. assalamualaikum..
    saya kurang setuju dengan adanya rencana seperti ini. UN tidak hanya menentukan kelulusan, tapi juga menjadi acuan untuk snmptn, ini akan menjadi beban untuk para siswa. dan jika rencana ini benar2 terjadi, bukan tidak mungkin lagi jika tingkat kecurangan dalam UN semakin merajalela. para siswa akan melakukan apa saja demi mendapatkan nilai yang tinggi,, bahkan cara yang harampun akan mereka tempuh demi mendapatkan nilai yang memuaskan. UN, 4hari,, nasib kita di tentukan dalam 4hari itu,,. lalu, apa guna’a kita belajar selama 3tahun jika nilai selama 3tahun itu tidak di gunakan dalam snmptn..
    UN yang dijadikan sebagai syarat kelulusan saja sudah banyak terjadi kecurangan, apalagi kalau UN juga di jadikan sebagai syarat snmptn,, akan tambah parah lagi kecurangan2 yg terjadi
    sekian dari saya,, apabila ada kata2 yang kurang sopan, saya minta maaf…
    wassalamualaikum wr. wb

  5. asalam. wr .wb
    menurut saya kurang setuju karna nilai UN belum tentu murni hasil kerja keras sendiri dan UN bisa menjebloskan siswa karena UN adalah keberuntungan ..
    belum tentu yang bener2 pintar un nya bagus tapi terkadang adak yg bodoh bisa nilai UN nya baik ……
    wasalam wr.wb

  6. lucu sekali ini kalau sampai nilai rapor dan un dijadikan acuan
    nilai rapor bisa saja hasil mencontek, bahkan hasil nego dngn pihak sekolah
    nilai un juga gampang,tinggal dateng pagi,dapet kunci,duduk manis,salin, dan nem 50++ ada ditangan
    belum lagi titipan2 anak pejabat yg dgn mudahnya memanipulasi nilai rapor

    ini fakta dilapangan

    kalau jalur tulis?paling2 joki yg jumlahnya bisa di hitung jari

  7. saya tidak setuju,kuota jalur undangan harus di persempit agar pelajar yg dapat memang yg benar2 pantas mendapatkanya
    memang proses lebih penting,tapi faktanya? rapor bisa saja di curangi alias katrol bahkan tidak sedikit pelajar yg bersekongkol dalam mengerjakan soal ujian di sekolah bedakan dengan ujian snmptn tulis sekarang yg berlangsung sangat ketat
    nilai UN? jujur saya kurang naif untuk tidak ambil bicara,karena saya sendiri tau skema kecuranganya 1.datang pagi 2.dapat kunci 3.duduk manis 4.salin masa depanmu hehe 5.nem 50++ ada ditangan

    guys,choose it wisely

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X